Langsung ke konten utama

Seorang Karyawan Pabrik Swasta,  Konsisten Jalankan Bisnis Sampingan Meskipun Banyak Rintangan

 

Gambaran hasil bisnis bucket buatan Alma Zahro Ilbatul. Foto (Hasna)






Kudus, Suara Terkini Muria - Seorang perempuan sekaligus karyawan pabrik swasta buka bisnis kecil-kecilan dirumahnya. Perempuan tersebut berasal dari Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Ia tetap konsisten jalankan bisnis tersebut meskipun terdapat banyak rintangan yang di hadapinya.


Seperti yang kalian ketahui, bahwa bekerja menjadi karyawan pabrik merupakan suatu hal yang berat. Meskipun demikian, hal tersebut tak halangi Alma Zahro Ilbatul dalam jalankan bisnis kecil-kecilan. Ia bahkan sangat antusias dalam menjalankan bisnisnya itu.


Perempuan cantik yang kerap disapa Alma ini ternyata sebelum - sebelumnya sudah pernah coba jalani bisnis online pula. Sedangkan bisnis yang kini sedang digeluti yaitu berjualan Bucket, hampers, salad buah, jasa setrika bahkan menerima jahitan baju pria dan wanita.


"Dulu sebelum menjalankan bisnis kecil-kecilan ini memang sudah pernah jualan online juga. Pernah nyoba ikutan join Oriflame buat tambahan penghasilan. Kalau untuk jualan bucket dan hampers ini baru tahun kemarin nyoba usaha itu, tapi kalo menerima jahitan baju sudah sejak dulu, karena memang kebetulan ibu saya sebagai penjahit dan juga dulu waktu di SMK jurusan Tata Busana," Ujarnya pada Jum'at, (30/06/2023)


Sebelum memulai usaha pasti memiliki banyak rintangan, hal tersebut tak bikin Alma gentar meskipun sering kali merasakan ragu ketika ingin memulainya, negatif thinking akan terjual atau tidak, dan masih banyak lagi. Namun meski demikian, ia selalu berusaha untuk menepis semua hal negatif tersebut dan merubahnya dengan hal-hal positif.


"Dalam berbisnis memang kadang kali sering merasakan ragu untuk memulainya, berfikir ada yang beli atau tidak, berfikir harga yang ditetapkan sudah sesuai dengan harga pasaran atau belum, kemudian juga bagaimana cara merespon customer apabila ditawar dengan harga murah. Meskipun sering kali terdapat bayangan atau gambar negatif, saya berusaha untuk menepis pikiran negatif yang dapat membuat down tersebut. Kemudian berusaha untuk menyemangati diri sendiri dan meyakinkan bahwa saya ini bisa," Tambahnya.


Seiring berkembangnya digital, kini bisnis semakin banyak berkembang, meskipun jualannya pun sama. Namun hal tersebut justru sering pula terjadi perselisihan akan penjual masing-masing. Perselisihan tersebut terkadang dimulai dengan iri akan penghasilan yang diraih berbeda dengannya. Meskipun demikian, Alma mampu tanggapi hal tersebut dengan sederhana dan elegant. 


"Dalam bisnis memang akan sering kali ada perselisihan. Namun diri sendiri harus cerdas dalam menanggapi hal tersebut. Setiap masing-masing produk tertu memiliki ciri khasnya yang berbeda dan tentu setiap orang punya selera yang bermacam, jadi kita tidak perlu ambil pusing akan hal tersebut," tegasnya.


Meskipun bisnis yang ia jalankan ini terbilang kecil, namun perbulannya mampu hasilkan kurang lebih 1.000.000 - 2.000.000 juta dalam perbulannya. Sedangkan untuk harga masing-masing jualannya berkisar mulai dari 20.000 ribu, tentunya sangat terjangkau bagi berbagai kalangan. 


Harapannya kedepan yaitu semoga dimudahkan, dilancarkan dalam segala hal. Selain itu juga semoga bisnis ini dapat menjadi lebih besar lagi dan dapat memotivasi teman lainnya.



Reporter : Hasna

Editor : Rohim

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Mengenal lebih jauh nitisemito di museum kretek kudus

  Salah satu pengunjung yang terlihat tertarik memandangi patung nitisemito Mengenal lebih jauh sosok nitisemito di museum kretek kudus  Patung yang berada didalam museum kretek kudus tampak seperti bapak bapak mengenakan kacamata bulat dan corak patung itu sendiri berwarna abu abu tua,  patung setengah badan lelaki tua yang dipanggil Nitisemito itu berdiri anggun, dari jendela rumahnya, seolah memberi salam, dan menceritakan kisah pendek hidupnya. Posisinya di sebelah kiri pintu masuk, tempat pengunjung mengawali eksplorasi isi museum. Museum kretek kudus ini merupakan museum yang berada di Jl. Getas Pejaten No.155, Getas, Getas Pejaten, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.  Lokasi nya sangat strategis dan sangat mudah dijangkau untuk siapapun, jika kalian ingin memasuki museum kretek kudus kalian cukup hanya membayar Rp.4000/orang. Cukup murah dan sangat terjangkau untuk mahasiswa seperti saya yang uang nya masih pas pas an. Museum Rokok kretek kudus ini tidak ...

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...