Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kudus

Grand Opening Desa Binaan GenBI Komisariat IAIN Kudus: Terbang Rabbana, Simbol Kemajuan Desa Kedungsari

  Foto bersama setelah pembukaan Desa Binaan oleh GenBI IAIN Kudus, Kamis (11/01). Foto : (Panitia) Kudus , Suara Terkini Muria - Desa Kedungsari, Gebog Kudus, menjadi saksi momen bersejarah dalam pembukaan Desa Binaan GenBI Komisariat IAIN Kudus yang penuh makna. Dalam upacara pembukaan yang dipimpin oleh saudari Ilma Sururina, Ketua Panitia Desa Binaan, terbang rabbana dipilih sebagai simbolisasi pembukaan yang istimewa. Terbang rabbana, sebuah produk unggulan dari Desa Kedungsari, menjadi simbol kemajuan desa yang diharapkan. Acara dimulai dengan kehadiran para tokoh penting, termasuk saudari Novia Alfiyanti, Ketua GenBI Komisariat IAIN Kudus, bapak Susanto, M. Kom, Pembina II GenBI Komisariat IAIN Kudus, Setyaningsih, Wakil III Kemahasiswaan, Carik Kecamatan Gebog, dan Umi Khofifah, Perwakilan dari GenBI Korkom Semarang. Dalam suasana khidmat, ketua panitia Desa Binaan, saudari Ilma Sururina dan para Pembesar dari tamu undangan terkait, memukul terbang sebagai tanda resmi dibu...

GenBI IAIN Kudus Kampanyekan Cinta, Bangga, Paham, Rupiah terhadap SLB Negeri Purwosari

Suasana GenBI mengajar di SLBN Purwosari dengan menggunakan buku pembelajaran terkait CBPR. Foto (Panitia) Kudus , Suara Terkini Muria - GenBI Mengajar adalah sebuah program kerja dari Divisi Pendidikan yang diadakan atas kepedulian anggota GenBI dalam semua sektor pendidikan. Minimnya pengetahuan akan rupiah dikalangan difabel membuka mata bagi GenBI IAIN Kudus untuk mengenalkan serta mengkampanyekan Cinta, Bangga, Paham, Rupiah (CBPR) dikalangan para difabel. Alfin Khasanah sebagai Kadiv edukasi Memilih Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Purwosari, Kudus karena menurutnya semua orang berhak mendapatkan pelajaran tentang pengetahuan rupiah, ke bank sentralan dan kebangsaan.  Sebanyak 228 murid SLB Negeri Purwosari, Kudus ikut serta dalam acara GenBI mengajar yang di selenggarakan oleh GenBI Komisariat IAIN Kudus. Acara ini berlangsung menyenangkan dan penuh perhatian ketika melihat anak-anak SLB Negeri Purwosari memahami apa yang kita sampaikan. Dibantu dengan para guru yang memban...

Wisata Baru Kebon Kawis Kambangan, Mengajak Wisatawan Menikmati Alam dan Budaya di Lereng Muria

  Spot foto berbentuk hati bertuliskan Kebon Kawis. Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Wisata baru di lereng muria memberikan kesejukan dan ketenangan bagi wisatawan, berbagai potensi alam dan budaya menjadi fokus Wisata Bukit Kawis. Potensi desa yang berusaha dibangun oleh enam pemuda dukuh Kambangan.  Saat itu pagi menunjukkan pukul 10.30 WIB, saya bersama rombongan melakukan perjalanan menuju Kebon Kawis yang terletak di Dukuh Kambangan, Desa Menawan, Gebog, Kudus. Perjalanan tersebut bisa ditempuh kurang lebih 15 km dari pusat Kota Kudus. Di sepanjang jalan kami menikmati angin sejuk dengan sesekali terkena cipratan air dari sisi tebing jalan, ditambah kicauan merdu burung membuat perjalanan kali ini berkesan. Hutan lebat dan bukit-bukit yang menjulang tinggi membuat setiap mata yang melihatnya langsung terpikat akan keelokannya.  Sesekali keramahan masyarakat sekitar menjadikan kami semakin terpikat dengan Dukuh Kambangan, hal itu dapat terli...

Transformasi Rokok Masa Lampau Hingga Rokok Masa Kini Museum Kretek Kudus

  Terlihat pengunjung sedang melihat rokok masa lampau.  Foto : Hasna  Kudus, Suara Terkini Muria – Seperti yang kalian ketahui bahwa Kudus terkenal sebagai Kota Kretek. Dalam museum kretek ini terdapat banyak benda didalamnya. Museum kretek ini menampilkan sejarah pembuatan rokok kretek dan dioramanya. Lahirnya kretek di Kudus ini tidak dapat dipisahkan dari Hj. Jamhari selaku pelopor kretek. Museum kretek didirikan bertujuan untuk menunjukan bahwa kretek berkembang sangat pesat di tanah jawa khususnya di kota kudus. Museum ini memiliki luas sekitar 2,5 hektar, namun cukup indah dan rapi. Di museum ini diperkenalkan mulai dari sejarah tentang kretek hingga proses produksi rokok kretek, mulai dari pembuatan secara manual sampai menggunakan teknologi modern. Di sana juga bisa ditemukan siapa saja tokoh-tokoh yang berperan besar dalam memajukan bisnis rokok di Indonesia. Tidak hanya alatnya saja, ada pula diorama pembuatan rokok kretek dan pemasaran atau penjualan ro...

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...

Menengok Surga Dibalik Keindahan Alam Air Terjun Kedung Gender

  Beberapa pengunjung sedang menikmati keasrian air terjun Kedung Gender yang berada di Desa Dukuhwaringin. Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Sebuah rombongan kecil dengan jumlah sekitar 10 orang itu memacu motornya menuju arah utara Kota Kudus, sebuah wilayah yang terkenal asri dan sejuk karena berada di lereng Gunung Muria. Saya yang berada di antara rombongan itu turut bersemangat menuju tempat wisata air terjun yang belum banyak orang ketahui, dan perjalanan kali ini cukup melelahkan pasalnya saya harus menempuh sekitar 19,5 Kilometer dari pusat Kota Kudus. Wisata air terjun yang berada di Dukuh Talangwesi, Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus itu rupanya memiliki keindahan alam yang menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun non-domestik.  Tatkala terik matahari di atas kepala kami semakin memacu perjalanan dengan melewati banyaknya rombongan peziarah Sunan Muria, hijaunya panorama Gunung Muria juga menemani perjalanan saya ...

Persatuan Wartawan Indonesia Kudus Adakan Seminar Wawasan Kebangsaan

  potret para narasumber seminar. foto eka uswa Kudus, Suara Terkini Muria - Seminar kali ini di adakan oleh PWI Kudus yang di ketuai oleh Saiful Annas. Mengangkat tema tentang "Menjaga Keutuhan NKRI Di Tengah Disrupsi Informasi". Tema ini tentunya akan sangat berpotensi bagi masyarakat. Agar para masyarakat dapat mengerti arti sebuah wawasan kebangsaan dalam negara Indonesia ini. Seminar ini juga membahas tentang disrupsi informasi. Disrupsi informasi sangatlah berpengaruh dan juga berdampak. Saiful Annas selaku ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kudus memberikan materi yang luas tentang tema tersebut. Penjelasan yang begitu runtut pun di paparkan. Dilanjut dengan narasumber dari anggota DPRD kabupaten Kudus, yaitu Bapak Kholid Mawardi dan juga Bapak Mawahib Afkar. Tentunya para narasumber hebat ini memberikan materi dan juga penjelasan yang sangat jelas. Antusias para tamu yang hadir pun begitu banyak. Cukup banyak yang turut berpartisipasi untuk menanyakan hal yang mungk...

Jelang Pemilu 2024, PWI Kudus Cegah Disrupsi Informasi Melalui Seminar

  Mawahib Afkar sedang memberikan materi terkait wawasan kebangsaan dengan topik bahaya disrupsi informasi bagi keutuhan NKRI, Jumat (21/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Banyaknya informasi hoax yang memicu keutuhan NKRI, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kudus menggelar seminar wawasan kebangsaan. Seminar tersebut dilaksanakan di Meeting hal SMK Assa'idiyyah 2 Kudus pada, Jumat (21/07/2023). Dihadiri oleh segenap pelajaran dan mahasiswa, seminar kali ini mengangkat tema "Menjaga Keutuhan NKRI di Tengah Disrupsi Informasi". Turut hadiri juga ketua PWI Kudus, Saiful Annas, anggota komisi C DPRD Kudus, Kholid Mawardi, dan anggota komisi E DPRD Jawa Tengah, Mawahib Afkar.  Ketua PWI Kudus, Saiful Annas mengatakan bahwa wartawan sebagai penggerak media memiliki tugas yang berat agar informasi yang simpang siur baik di dunia nyata dan dunia maya tidak terdisrupsi ke hal yang negatif. Menurutnya kebisingan di dunia maya banyak terjadi kritik tet...

Bukit Puteran di Kudus, Pesona Wisata Menikmati Alam dari Atas

  potret pengunjung yang kesiangan ke Bukit Puteran.  Foto: Iza Kudus, Suara Terkini Muria -Bukit puteran menjadi salah satu wisata untuk menikmati alam dari atas permukaan laut yang banyak dikunjungi dalam sepekan ini.  Keindahan yang ditawarkan Bukit Puteran memberikan takjub pengunjung dengan perpaduan harmonis antara alam hijau pesona lereng bukit yang menawan, dan pemandangan panorama kota Kudus yang memukau.  Tak heran jika destinasi wisata ini semakin banyak menarik perhatian dan menjadi primadona bagi para pelancong dari berbagai daerah. “Kalau menikmati kota Kudus, memanh di sini tempatnya selain di Gunung Muria,” jelas salah satu pengunjung. Daya tarik utama Bukit Puteran yakni dapat menikmati keindahan matahari saat terbit. Keindahan langit yang warna-warni dan cahaya matahari disuguhkan kepada pengunjung. Sehingga pengunjung betah akan keindahan yang ditawarkan Bukit Puteran.  Tidak jarang, pengunjung yang menyaksikan matahari terbit dari Bukit Puter...

Bangun Strategi Kemakmuran Masjid, Prodi PPI Gelar Konsorsium

  Rochanah sedang menjelaskan materi tentang strategi memakmurkan masjid dalam perspektif Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Melihat banyaknya problematika terhadap peran masjid bagi kemaslahatan umat, Program Studi Manajemen Dakwah (MD) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) menggelar konsorsium yang dihadiri oleh segenap dosen dan mahasiswa. Konsorsium tersebut dilaksanakan melalui ruang zoom meeting pada, Jumat (21/07/2023). Mengangkat tema "Manajemen Masjid dalam Bingkai Sosial Ekonomi Umat", konsorsium kali ini berfokus pada pemberdayaan masjid bagi umat. Melalui konsorsium ini diharapkan mampu memberikan wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa maupun umum. "Tentu tema yang diangkat sangat sinkron dengan kegiatan PPL mahasiswa Manajemen Dakwah saat ini. Jadi mahasiswa yang hadir dapat informasi tambahan selain beraktivitas di lapangan," terang Ahmad Zaini selaku Wakil Dekan I FDKI. Dalam konsorsium ini...

Kembali Merangkak Lagi Usai Pandemi, Usaha Kedai Bu Jus Raih Omset 1 Juta Perharinya

  Terlihat pegawai sedang membuatkan es untuk pelanggan.  Foto : Hasna Kudus, Suara Terkini Muria – Usai pandemi yang berjalan kurang lebih 2 Tahun, kedai dengan konsep sederhana ini ternyata miliki banyak peminat. Kedai yang dikenal dengan sebutan Bu Jus ini tuai banyak menjual beragam jenis minuman instan.  Kedai Bu Jus ini sudah buka mulai tahun 2004 hingga sekarang. Sedangkan pelanggannya ini kebanyakan dari pihak anak sekolah maupun pondok. Kedai ini terletak di Jalan KH Moh. Arwani Amin, Pejaten, Krandon, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus.  Pemberian nama Bu Jus ini berasal dari para pembeli, yang mana dulunya memang sempat berjualan es jus buah. Namun seiring berjalannya waktu diganti dengan minuman praktis yang cepat dalam pembuatannya, jadi tidak membutuhkan banyak waktu.  Casnifah, selaku Owner Kedai Bu Jus mengungkapkan bahwa berjualan jus ini membutuhkan banyak waktu. Sedangkan mayoritas pembeli ini memang dari kalangan siswa, mereka hanya memil...

Tradisi Grebeg Suro ke-23 Meriahkan Malam 1 Suro di Desa Jepangpakis

KH ABDURROHAMAN mendoakan air di dalam gentong. Foto (nanda) Kudus, Suara Terkini Muria - Malam 1 Suro menjadi momen spesial bagi masyarakat Desa Jepangpakis saat mereka merayakan tradisi Grebeg Suro ke-23. Acara tersebut berlangsung di halaman rumah almarhum Bapak Haji Toriq Maslah, yang terletak di Gg. Langgar Domas, Desa Jepangpakis. Ribuan warga desa dan pengunjung berkumpul untuk merayakan peristiwa budaya ini. Pada malam yang bersejarah ini, pembaca maulid Ustad H. Ashfal Maula, yang akrab dipanggil Gus Apang, memimpin pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW. Kehadiran Gus Apang sebagai pembaca maulid menjadi puncak perayaan ini, menyatukan hati dan pikiran masyarakat dalam penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Pada saat istirahat, dilakukan pembagian nasi jangkrik kepada seluruh peserta yang hadir. Nasi jangkrik, sebuah hidangan khas dalam tradisi Grebeg Suro, merupakan simbol keberlimpahan rezeki dan harapan untuk masa depan yang baik bagi masyarakat Desa Jepangpakis. Dengan antus...

Kolaborasi Suara Nahdliyyin Dengan Pusdatin Kemendikbudristek Republik Indonesia, Gelar Sosialisasi Digital Leadership Bagi Kaum Millennial

  Para narasumber dalam Sosialisasi Digital Leadership bagi Kaum Millennial. Foto : (Aisyah Hasna/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria – Seperti yang kalian ketahui bahwa kini hampir seluruh sistem menggunakan digital. Menggunakan sistem digital tentu dapat mempermudah dalam banyak hal. Namun dengan adanya pengaruh digital tentu ada sisi positif maupun negatifnya.  Sosialisasi digital leadership bagi kaum millennial, kini dikemas dengan epic melalui kolaborasi media pemberitaan online Suara Nahdliyyin dengan Pusdatin Kemendikbudristek RI. Kegiatan ini di mulai pada pukul 13.00 WIB di Pondok Muslimat NU (Mbah Musminah) Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus pada Jum’at, (14/07/2023). Kegiatan ini cukup menarik perhatian, pasalnya peserta yang mengikutinya kurang lebih ada 110 peserta. Tak hanya itu, kegiatan tersebut mengundang tiga narasumber hebat yakni Kepala Pusdatin Kemendikbudristek RI M. Hasan Chabibie, Pimpinan redaksi (pimred) Suara Nahdliyyin sekaligus sta...

Mencetak Team yang Solid dan Berintegrasi, K-T&T Adakan Pemberdayaan SDM

Foto bersama peserta program pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) di Dawe, Kudus. Foto : (Izza/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - K-T&T Manajemen mengadakan program pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) di Colo Kudus untuk mencetak tim yang solid dan berintegrasi. Acara tersebut diadakan oleh Siswanto selaku Manager dari K-T&T. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para karyawan serta memperkuat sinergi antar departemen. Program pemberdayaan SDM tersebut dihadiri oleh karyawan K-T&T di Colo Kudus. Acara ini merupakan bagian dari komitmen K-T&T untuk mendukung pengembangan karir dan pertumbuhan profesional karyawan. Dalam sambutannya, Manajer K T&T, Bapak Siswanto menyampaikan, "Pemberdayaan SDM merupakan investasi penting bagi kesuksesan perusahaan kita. Dengan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan, kita dapat menciptakan tim yang solid, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan di era digital ini." Pr...

Fatayat NU Kudus, Hidupkan Semangat Organisasi Remaja Mijen Kaliwungu Kudus

  Foto bersama anggota Fatayat NU Mijen. Foto : (Nor Rohim/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria -  Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) kembali memperlihatkan kepeduliannya terhadap pembangunan generasi muda dengan menghidupkan semangat organisasi remaja di Mijen Kaliwungu, Kudus. Melalui berbagai kegiatan yang inspiratif dan memberdayakan, Fatayat NU berhasil membangkitkan semangat dan menggerakkan organisasi remaja setempat untuk berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan diri dan masyarakat. Dalam rangka mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan semangat kebersamaan, Fatayat NU telah menginisiasi serangkaian kegiatan yang menggugah semangat para remaja Mijen Kaliwungu. Dalam beberapa bulan terakhir, mereka menyelenggarakan berbagai pelatihan, lokakarya, dan diskusi interaktif yang bertujuan untuk membantu remaja menemukan potensi dan bakat mereka serta mengasah kemampuan kepemimpinan. Salah satu program unggulan Fatayat NU yang telah memotivasi para remaja adalah "Mijen Kaliw...

SMPN 1 Hati Kudus Mengadakan Kegiatan Kemah di Luar Sekolah Setelah Pandemi COVID-19"

  Suasana kegiatan Kemah SMP 1 Hati Kudus Foto: Mai Kudus, Suara Terkini Muria - SMPN 1 Hati Kudus, sebuah sekolah menengah pertama yang berlokasi di kota Hati Kudus, telah berhasil mengadakan kegiatan kemah di luar sekolah setelah menghadapi tantangan selama masa pandemi COVID-19. Kegiatan ini menandai langkah maju dalam upaya sekolah untuk memberikan pengalaman pendidikan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi siswa setelah periode pembelajaran jarak jauh yang panjang. Dalam upaya untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan menjalin ikatan sosial di antara siswa, SMPN 1 Hati Kudus memutuskan untuk mengadakan kegiatan kemah di luar sekolah. Kegiatan ini dirancang dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan mematuhi pedoman yang ditetapkan oleh tim kesehatan setempat. Pada tanggal 14-15 Juli 2023, sekitar 50 siswa dari berbagai tingkat kelas di SMPN 1 Hati Kudus berpartisipasi dalam kegiatan kemah ini. Mereka ditempatkan di area perkemahan yang terletak di sekita...

Berbeda Dengan Lap Lainnya, Proses Produksi Lap Pel Ini Di Tenun Manual

Kain Lap Pel Yang Sudah Siap Untuk Di Kirim. foto : (Eka Uswa/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Pada umumnya lap yang digunakan untuk pel pelan dari kain biasanya. Berbeda dengan kain lap pel satu ini. Lap pel satu ini masih di buat secara manual yaitu di tenun. Dengan di tenun seperti ini maka kain lap pel ini akan jauh lebih awet karena lebih kuat tentunya. Hal ini menjadikan suatu keunikan tersendiri. Lokasi produksi kain lap pel ini ada di Langgardalem Kudus. Sudah sejak tahun 2000 hingga tahun 2023 kain lap pel ini laris manis di pasaran. Hervan selaku owner kain lap pel ini ia mengaku bahwa ia meneruskan usaha orang tuanya. Sejak saat itu ia mulai menekuni bisnis yang diserahkan orangtuanya tersebut. Pria berusia 23 tahun ini sudah cukup mahir dalam dunia pemasaran. Ia memasarkan produknya di pasar maupun diambil oleh para pelanggan. "sekarang sudah jarang skali ditemui kain lap pel seperti ini, paling juga serbet seperti biasanya yang dijual di pasar", ujar Her...

Komunitas Lelana Kudus Adakan Walking Tour Kembali

Walking Tour Lelana Kudus di desa Langgar Dalem. Foto : (Eka Uswa/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Komunitas Lelana Kudus yang memiliki konsep Walking Tour ini kembali mengadakan walking tour ke Kota Tua, Desa Langgardalem.   Lelana Walking Tour ini di koordinasi oleh Hidayat selaku founder dari komunitas Lelana Kudus. Kali ini Lelana akan melakukan walking tour bersama sama dengan para wisatawan. Terdapat 13 peserta dari berbagai kota seperti dari Kudus, Jepara, Solo, hingga Yogyakarta yang mengikuti Lelana Walking Tour.  Selaku pemandu lelana, Dayat menceritakan kepada mengenai sejarah Kudus yang pernah dipimpin oleh Bupati Raden Mas Arya Candranegara V, atau yang lebih dikenal dengan nama Arya Purwalelana. Dijelaskan bahwa ia masih memiliki silsilah hubungan dengan R.A. Kartini dari Jepara. Istri Arya Purwalelana juga masih menjadi bagian dari keluarga Mangkunegara Yogyakarta. Dari nama Bupati Arya Purwalelana itulah walking tour ini diberi nama Lelana (berpet...

Kenalkan Sejarah Kue Leker Jadul Makanan Khas Belanda Gunakan Kompor Anglo

  Abdul Ghoni sedang mencetak kue leker. Foto: Hasna  Kudus, Suara Terkini Muria – Seiring berjalannya waktu semakin banyak makanan dengan beraneka ragam rasa maupun bentuknya. Pemuda masa kini tidak banyak yang tahu mengenai makanan jadul sekaligus khas yang populer pada masa dahulu. Kue leker yang banyak dikenal yaitu makanan yang dicetak dengan piringan kecil yang diletakkan langsung dikompor. Namun berbeda halnya dengan kue leker yang ada di sekitar Menara Kudus. Perbedaan ini terlihat jelas pada saat proses pembuatannya.  Kue leker tersebut dinilai cukup unik karena menggunakan kompor anglo (kompor areng). Cemilan ringan yang satu ini termasuk pada makanan jadul dan langka di Kudus. Namun herannya banyak orang yang tidak tahu bahwa leker ini termasuk makanan jadul yang mana merupakan makanan peninggalan Belanda.  Zaman dahulu juga yang berjualan kue leker ialah orang-orang Belanda. Seperti halnya pula kompor anglo yang digunakan untuk mencetak leker orang Bel...

Meskipun Sebagai Mahasiswa Rantau, Jadikan Semangat Rohmatin Naimah Membuka Usaha

  Rohmatin Naimah terlihat sedang membawa barang dagangan untuk COD dengan pelanggan. Foto : Hasna Kudus, Suara Terkini Muria – Sebagai mahasiswa pasti memiliki banyak kegiatan, kesibukan yang harus dilakukan. Namun hal tersebut, tak halangi perempuan cantik berumur 21 tahun dari Program Studi Bimbingan Konseling Islam ini untuk terus berkarya dengan membuka usaha. Sejak kelas 12 SMA perempuan cantik asal Rembang ini sudah menggeluti dunia bisnis online shop. Sedangkan barang yang dijual yaitu diantaranya  buah, makanan atau cemilan yang sering digemari anak muda saat ini seperti baso aci, basreng dan lain-lain.  Untuk harga jual produknya sendiri mulai dari 5.000 sampai kurang dari 100.000 karena pasaran target yang ia tuju yaitu anak-anak muda, pelajar yang saat ini banyak sekali gemar dalam membeli makanan cemilan pedas.  Rohmatin Naimah, selaku pemilik bisnis online shop ini mengungkapkan bahwa motivasinya menjalankan bisnis tersebut yaitu untuk menambah uang sa...