Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label UMKM

Berbeda Dengan Lap Lainnya, Proses Produksi Lap Pel Ini Di Tenun Manual

Kain Lap Pel Yang Sudah Siap Untuk Di Kirim. foto : (Eka Uswa/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Pada umumnya lap yang digunakan untuk pel pelan dari kain biasanya. Berbeda dengan kain lap pel satu ini. Lap pel satu ini masih di buat secara manual yaitu di tenun. Dengan di tenun seperti ini maka kain lap pel ini akan jauh lebih awet karena lebih kuat tentunya. Hal ini menjadikan suatu keunikan tersendiri. Lokasi produksi kain lap pel ini ada di Langgardalem Kudus. Sudah sejak tahun 2000 hingga tahun 2023 kain lap pel ini laris manis di pasaran. Hervan selaku owner kain lap pel ini ia mengaku bahwa ia meneruskan usaha orang tuanya. Sejak saat itu ia mulai menekuni bisnis yang diserahkan orangtuanya tersebut. Pria berusia 23 tahun ini sudah cukup mahir dalam dunia pemasaran. Ia memasarkan produknya di pasar maupun diambil oleh para pelanggan. "sekarang sudah jarang skali ditemui kain lap pel seperti ini, paling juga serbet seperti biasanya yang dijual di pasar", ujar Her...

Berawal dari Hobi, Kini Madu Sholih Terjual Hingga Luar Jawa

  Ahmad Sholih sedang menjual madunya di area Alun-alun kota Kudus. Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Bermula dari kegemarannya terhadap madu membuat seorang warga Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo, Kudus, Jawa Tengah berhasil budidaya lebah yang kemudian menjadi sumber penghasilannya. Budidaya lebah telah dirintisnya sejak 1997 dengan sistem nomaden.  Ahmad Sholih membudidayakan lebahnya dengan mengikuti musim bunga, dirinya harus berpindah tempat untuk menghasilkan madu yang berkualitas. Di bulan Juni hingga Juli Sholih akan membudidayakan lebah di Gunung Muria yang sedang mengalami musim bunga randu, setelah selesai musim bunga randu Sholih akan berpindah ke Banyuwangi hingga Subang, Jawa Barat.  "Kalau musim rambutan ke Subang nanti dapatnya madu rambutan, dan ketika berpindah tempat madu yang dihasilkan juga akan berbeda, tergantung geografisnya, terang Sholih (11/07/2023). Selain berjualan di rumah, Sholih juga menggunakan marketplace yang ad...

Inovatif, Olah Kentang Jadi Donat Kekinian

Taufik sedang melayani pembeli donat kentang yang memiliki tekstur lembut dan rasa yang lebih gurih. Foto : (Qotrun Nada/Reporter)   Kudus, Suara Terkini Muria - Tidak seperti biasanya olahan donat hanya dari tepung, Taufik menjadikan kentang sebagai bahan utama membuat donat. Pria berusia 45 tahun itu memerlukan waktu dua tahun untuk melakukan percobaan agar mendapatkan donat dengan cita rasa yang enak. Bisnis donat pertama kali dijalani Taufik dari tahun 2019, awalnya ia membuat donat dengan olahan biasa. Tetapi seiring berjalannya waktu Taufik melakukan percobaan agar donat yang dibuatnya berbeda dengan cita rasa yang unik, maka dibuatlah donat dengan bahan utama kentang. Menurutnya, donat kentang memiliki rasa yang lebih gurih dan lembut. "Kalau yang pecinta donat, kemudian mencoba donat kentang ini saya yakin pasti langsung jatuh cinta. Karena donat kentang itu memiliki tekstur yang berbeda," terang Taufik (10/07/2023). Lebih lanjutnya, Taufik menjelaskan bahwa membuat ...

PPKM Telah Usai, Pasar Kliwon Masih Sepi Pembeli

Di area lantai 1 Pasar Kliwon masih terlihat sepi dari pembeli, Kamis (06/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Sejak Jumat (30/12/2022) Presiden Joko Widodo telah resmi mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) karena melihat angka covid-19 semakin menurun. Dampak dari PPKM sangat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali para pedagang di pasar yang harus terkena imbasnya, pembatasan jarak tersebut mengakibatkan pertumbuhan ekonomi semakin melambat dan pendapatan menurun. Kendati sudah tujuh bulan, tapi dampak PPKM masih dirasakan oleh pedagang di Pasar Kliwon, Kudus. Sepinya pasar akibat covid-19 juga dirasakan oleh Siti Nor Azizah sebagai pedagang ayam kampung, dirinya mengaku sebelum pandemi covid-19 pasar Kliwon sangat ramai pembeli, bahkan dirinya terkadang merasa kualahan. Biasanya orang datang ke pasar dalam seminggu bisa empat kali, tetapi sekarang sebulan bisa satu kali. Akibat sepinya pasar membuat para pedagang re...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Merintis Bisnis Makanan Di Usia Muda

Potret Dhea Pebisnis Muda Owner Bestie Hungry Foto : Ek Kudus, Suara Terkini Muria - Memiiki hobi kuliner jadi alasan Dhea membangun bisnis nya yang diberi nama “Bestie Hungry”. Idenya muncul sejak bulan Juli 2021, ia memulai dengan sistem Open Pre-Order sebulan setelahnya. Awal bisnis ini dirintis, hanya ada 10- 15 pesanan saja namun hal itu tidak meruntuhkan semangat Dhea menjalankan bisnisnya hingga saat ini.  Setelah 2 bulan bisnis mulai berjalan pembeli kian bertambah dan kini pesanan bisa mencapai 200 box. Setiap hari nya orderan selalu masuk meskipun masih menggunakan sistem open pre-order namun tidak membatasi semangat Dhea untuk tetap berbisnis produknya tersebut. Dhea juga tidak membatasi minimal pembelian bagi para pembeli yang ingin order. Ia juga pandai memasak dan bereksperimen untuk menemukan resep menu makanan yang menurutnya cocok di lidah remaja saat ini. Cita rasa yang berbeda dengan makanan yang dijual di warung atau restoran menjadikan suatu ciri khas bagi bis...

Sempat Sepi Pembeli Karena Banyak Pesaing, Kini Tehku Indonesia Naik Omset Tembus Juta-an Perhari

Potret pembeli sedang menunggu antrean dari Tehku Indonesia. Foto : (Istimewa) Kudus , Suara Terkini Muria - Outlet Tehku Indonesia yang terletak disebelah Indomaret depan Universitas Muria Kudus (UMK) telah berhasil mencapai peningkatan yang signifikan dalam omset hariannya. Perhari dapat mencapai jutaan rupiah setelah menghadapi persaingan yang ketat di pasar. Meskipun awalnya menghadapi tantangan dengan banyaknya pesaing, Tehku Indonesia berhasil mencapai kesuksesan dengan strategi yang tepat. Tehku Indonesia ini memang sedang jadi favorit drink dikalangan remaja. Selain harganya yang murah, rasanya juga enak. Bahkan minuman ini seperti minuman berharga mahal yang dijual di cafe ternama.  Harganya yang sangat ramah dikantong yakni mulai dari 3.000 sampai 12.000 rupiah ini sangat terjangkau bagi anak-anak sekolah. Sehingga semua kalangan banyak yang membeli. Sela barista Tehku Indonesia mengatakan “Karna harganya yang sangat ramah dikantong ini, banyak anak-anak sepulang sekol...