Langsung ke konten utama

Taman Lalu Lintas Hutan Kota Rendeng Lakukan Pembaharuan Ekstensif untuk Masyarakat Lebih Hijau dan Nyaman

Suasana Para Petugas Sedang Membersihkan Taman. Foto: Maidah (17/7/2023)


Kudus, Suara terkini muria- Suasana baru dan segar menyambut warga Desa Rendeng saat taman kota utama mereka, Taman Lalu Lintas Kota Rendeng, melewati proses pembaharuan ekstensif selama beberapa hari terakhir. Dengan visi untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau, nyaman, dan ramah bagi warga, pemerintah kota telah mengalokasikan dana dan usaha untuk memperbarui taman ikonik ini.

Taman ini biasanya buka mulai pukul 07.00 pagi dan tutup jam 18.00 sore. Banyak pengunjung yang datang namun sebagian yang datang adalah anak-anak kecil. Beberapa orang dewasa datang hanya untuk berfoto-foto di area taman.

“Pembaharuan Taman ini bagus ya untuk kenyamanan pengunjung, juga merupakan langkah penting untuk menciptakan ruang publik yang lebih baik bagi masyarakat. Semoga taman yang diperbaharui ini dapat menjadi tempat yang menyenangkan untuk beristirahat, bermain, dan bersosialisasi bagi seluruh warga”. Ujar Vio ketika diwawancarai tim suara tekini muria pada (17/7/2023).

Pembaharuan taman mencakup beberapa perubahan besar yang telah merombak seluruh area taman, seperti Area Bermain yang Lebih Modern. Area bermain anak-anak diperbarui dengan peralatan baru yang aman dan menarik. Bberapa tanaman hijau ditanam di seluruh taman, meningkatkan kualitas udara dan menciptakan suasana yang lebih sejuk dan nyaman. Selain itu juga ada pembaruan warna cat yang mulai pudar.

Selain itu, aksesibilitas juga diperhatikan dengan baik dalam pembaharuan ini. Jalur pejalan kaki yang diperluas dan dibangun ulang, serta area parkir yang lebih luas, memastikan taman dapat diakses oleh semua warga, termasuk penyandang disabilitas.

Reaksi dari masyarakat pun positif. Warga Desa Rendeng merasa senang dengan pembaharuan taman ini. Siti Rahma, seorang ibu dari dua anak, berkomentar, "Taman ini sekarang lebih indah dan menyenangkan untuk anak-anak saya. Saya merasa lebih nyaman membawa mereka ke sini sekarang."

Pembaharuan Taman Lalu Lintas ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk menciptakan kawasan hijau yang lebih luas dan menyenangkan di seluruh wilayah. Ini menunjukkan komitmen mereka dalam meningkatkan kualitas hidup warga dan menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan.


Reporter : Maidah

Editor : Renanda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Menikmati Sore di Pantai Sikembu Jepara

Suasana Matahari Terbenam di Pantai Sikembu Jepara(4/7/22). Foto: Renanda Jepara - Suara Terkini Muria , Matahari terbenam terlihat indah di Pantai Sekembu , Mulyoharjo, Jepara, Jawa Tengah. Selasa (4/7/22). Tak banyak yang tahu, pantai yang terletak di Kecamatan Mulyoharjo ini menghadirkan suasana yang berbeda dengan pantai-pantai lain yang ada di Jepara. Letaknya yang strategis dan dekat dengan pusat kota Jepara, menjadikan pantai ini mudah di jangkau oleh wisatawan.  Pantai Sikembu ini buka setiap hari, letaknya di dekat Kompi Angkutan Air Kodam Jepara. Menariknya tidak ada tarif masuk untuk menuju ke Pantai ini, namun fasilitas umum yang tersedia seperti toiltet dan tempat bilas cukup minim. Di pantai ini, para wisatawan dapat menikmati suasana pantai di kursi yang disediakan oleh pengelola pantai. Selain itu, mereka juga bisa menyantap snack yang tersedia di warung depat bibir pantai. Cukup terjangkau, hanya dengan 10 ribu rupiah wisatawan bisa menikmati pantai tanpa merasaka...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...