![]() |
| Potret masyarakat berkumpul di musholla untuk melakukan slametan bubur suro. Foto: Eka Uswa |
Demak, Suara Terkini Muria - Suro atau yang biasa dikenal dengan 1 Muharram ini sudah terdengar tidak asing lagi. Pada saat malam 1 suro banyak tradisi yang dilakukan.
Salah satunya yaitu tradisi slametan bubur Suro. Tradisi ini sudah turun temurun bagi masyarakat Jawa yang harus dilestarikan adanya tradisi tersebut.
Fungsi dari adanya slametan agar menolakbalak dan sebagai ucapan rasa syukur atas keselamatan yang telah diberikan oleh Allah.
Bubur Suro biasanya ciri khas nya dengan bubur merah dan sedikit bubur putih dipinggiran nya. Lalu slametan diadakan di mushola atau masjid kampung.
Salah satu desa yang ada di Demak yaitu desa platar terlihat sedang mengadakan slametan bubur Suro. Tentunya slametan ini juga menandakan bahwa masyarakat dapat saling berguyub rukun antar satu sama lain.
"Disini sudah tradisi dari dulu diadakan slametan bubur suro untuk tolak balak, agar slamat dari hal hal yang tidak di inginkan", ujar yai Dul Munib.
Sebagai suatu tradisi tentunya harus dihormati. Karena sudah adat istiadat sejak dulu maka hal tersebut tentunya sudah tidak asing lagi.
Reporter: Ek
Editor : Hasna

Komentar
Posting Komentar