Langsung ke konten utama

Grand Opening Desa Binaan GenBI Komisariat IAIN Kudus: Terbang Rabbana, Simbol Kemajuan Desa Kedungsari

 
Foto bersama setelah pembukaan Desa Binaan oleh GenBI IAIN Kudus, Kamis (11/01). Foto : (Panitia)


Kudus, Suara Terkini Muria - Desa Kedungsari, Gebog Kudus, menjadi saksi momen bersejarah dalam pembukaan Desa Binaan GenBI Komisariat IAIN Kudus yang penuh makna. Dalam upacara pembukaan yang dipimpin oleh saudari Ilma Sururina, Ketua Panitia Desa Binaan, terbang rabbana dipilih sebagai simbolisasi pembukaan yang istimewa. Terbang rabbana, sebuah produk unggulan dari Desa Kedungsari, menjadi simbol kemajuan desa yang diharapkan.

Acara dimulai dengan kehadiran para tokoh penting, termasuk saudari Novia Alfiyanti, Ketua GenBI Komisariat IAIN Kudus, bapak Susanto, M. Kom, Pembina II GenBI Komisariat IAIN Kudus, Setyaningsih, Wakil III Kemahasiswaan, Carik Kecamatan Gebog, dan Umi Khofifah, Perwakilan dari GenBI Korkom Semarang. Dalam suasana khidmat, ketua panitia Desa Binaan, saudari Ilma Sururina dan para Pembesar dari tamu undangan terkait, memukul terbang sebagai tanda resmi dibukanya Desa Binaan GenBI Komisariat IAIN Kudus di Desa Kedungsari, Gebog Kudus.

Terbang rabbana dipilih sebagai simbol pembukaan karena produk ini merupakan kebanggaan desa dan mewakili semangat kemajuan yang diharapkan dalam kerja sama antara GenBI dan desa. Terbang rabbana merupakan produk khas Desa Kedungsari yang telah dikenal secara luas karena keunikan dan kualitasnya.

Setelah upacara pembukaan, dilakukan pemaparan program kerja yang telah direncanakan untuk periode Januari hingga April oleh ketua panitia Desa Binaan, Ilma Sururina. Program-program tersebut dirancang untuk mendorong pembangunan dan perkembangan desa, termasuk kegiatan GenBI Mengajar, GenBI Cleaning Up, dan GenBI bagi takjil. Dengan kolaborasi yang erat antara GenBI dan masyarakat desa, diharapkan program-program ini dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi Desa Kedungsari.

Pembukaan Desa Binaan GenBI Komisariat IAIN Kudus dengan simbolis terbang rabbana membawa harapan besar untuk kemajuan desa. Melalui kerja sama yang solid antara GenBI, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan Desa Kedungsari dapat menjadi contoh sukses dalam pengembangan potensi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Menikmati Sore di Pantai Sikembu Jepara

Suasana Matahari Terbenam di Pantai Sikembu Jepara(4/7/22). Foto: Renanda Jepara - Suara Terkini Muria , Matahari terbenam terlihat indah di Pantai Sekembu , Mulyoharjo, Jepara, Jawa Tengah. Selasa (4/7/22). Tak banyak yang tahu, pantai yang terletak di Kecamatan Mulyoharjo ini menghadirkan suasana yang berbeda dengan pantai-pantai lain yang ada di Jepara. Letaknya yang strategis dan dekat dengan pusat kota Jepara, menjadikan pantai ini mudah di jangkau oleh wisatawan.  Pantai Sikembu ini buka setiap hari, letaknya di dekat Kompi Angkutan Air Kodam Jepara. Menariknya tidak ada tarif masuk untuk menuju ke Pantai ini, namun fasilitas umum yang tersedia seperti toiltet dan tempat bilas cukup minim. Di pantai ini, para wisatawan dapat menikmati suasana pantai di kursi yang disediakan oleh pengelola pantai. Selain itu, mereka juga bisa menyantap snack yang tersedia di warung depat bibir pantai. Cukup terjangkau, hanya dengan 10 ribu rupiah wisatawan bisa menikmati pantai tanpa merasaka...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...