Langsung ke konten utama

Mendekati Idul Adha, Pedagang Kaki Lima Menara Kudus Surut Penghasilan 

(dokumentasi suasana pelataran pedagang kaki lima Menara Kudus, 26/6/2023)



Kudus, Suara terkini muria- Mendekati Hari Raya Idul Adha pendapatan pedagang kaki lima Menara Kudus surut. Alhasil pedagang lebih memilih untuk tidak berjualan dan merayakan Idul Adha di rumah.

Sugiyono, salah satu pedagang kaki lima Menara Kudus menjelaskan bahwa pendapatan dari penjualan mendekati Hari Raya Idul Adha tidak begitu besar daripada saat hari biasa. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh sepinya pengunjung saat mendekati Hari Raya Idul Adha. 

“ Memang kalau mendekati Hari Raya IdulAdha sepi pengunjung, lebih ramai ketika saat malam Jum’at, malam Sabtu dan malam Minggu.” Jelas Sugiyono, salah satu pedagang kaki lima Menara Kudus (26/6/2023)

Bagi pengunjung hari besar selain Hari Raya Idul Adha, memberikan kesempatan untuk menikmati waktu libur bersama keluarga dan untuk mempersiapkan menjadi panitia kurban. Pengunjung asal Jepara, Yono menjelaskan dalam liputan, “ Libur kerja cuma tiga hari, maka saya lebih memilih menjadi panitia kurban dan menikmati bakar-bakar di rumah. Ziarah itu bisa saat weekend. Jadi ngga perlu terburu-buru,” papar demikian. 

Pemerintah juga telah mengeluarkan surat keputusan yang tertulis dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 624 Tahun 2023 dan Nomor 2 Tahun 2023, Abdul Azwar Anas, Menteri Pendayagunaan Aparatur negara, menyebutkan bahwa sebelum adanya persetujuan Presiden Jokowi adanya saran untuk menambah hari libur Idul Adha sehingga total libur menjadi tiga hari mulai 28,29, dan 30 Juni 2023. 

Di sisi lain, para jasa memotret juga terdampak dengan sepinya pengunjung yang menurun kala mendekati Idul Adha. Pasalnya, pendapatan yang mereka dapatkan sebelum mendekati Idul Adha terbilang rata-rata, tidak lebih dan tidak kurang. Namun setiap mendekati hari besar, Menara Kudus jarang akan pengunjung sehingga penghasilan mereka kian menurun

Budiyono, pedagang sempolan di Menara Kudus juga menjelaskan bahwa penghasilan semakin meningkat jika saat bulan puasa Ramadhan, sebab banyak santri dan peziarah luar kota yang dengan sengaja menyempatkan waktunya untuk berkunjung. Apalagi saat mendekati mudik, penghasilan Budiyono tiga kali lipat dari hari weekend. 

“Idul Adha ini tidak seperti Idul Fitri, yang saat akan mendekati hari raya para pemudik akan balik kampung, sehingga pribumi yang asli Kudus bisa menyempatkan ziarah ke Mbah Sunan Kudus dan kami para pedagang pasti terdampak. Hari raya Idul Adha itu seperti hari biasa, malah penghasilan saya lebih banyak saat malam Jum’at dan malam Minggu,” jelasnya Budiyono. 

Meski hal tersebut sering terjadi kala mendekati Idul Adha, pedagang kebanyakan tetap berjualan dengan mendapatkan pengahasilan seadanya. (Izza, Editor)

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...