Langsung ke konten utama

Menjelang Idul Adha Banyak Peziarah Menara Kudus, Namun Parkir Motor Tak Begitu Ramai

 

Suasana malam hari menjelang Idul Adha di Menara Kudus, Senin (26/6/2023).  (Nur Maidah/suaraterkinimuria)


Kudus, suara terkini muria- Sudah menjadi Tradisi bagi kaum Muslim saat menjelang Idul Adha adalah dengan berziarah ke Makam. Baik itu makam keluarga maupun Toko-tokoh yang berperan penting di dalam Islam. Makam Sunan Kudus menjadi salah satu makam yang ramai dikunjungi dalam momen ini. 


Terlihat banyak sekali wisatawan memadati area menara. Mulai dari sudut gapura masuk hingga ke area makamnya. Dari anak kecil, remaja, bahkan orang tua yang rela berdesakan demi bisa masuk ke pintu utama makam.


Momen Idul Adha ini banyak menguntungkan para pedagang yang berjualan disekitar menara. Omset naik diakibatkan banyak pengunjung yang berdatangan tidak seperti hari biasanya. Namun, berbeda dengan tukang parkir. Dalam momen ini tukang parkir tidak ada kenaikan omset alias biasa saja.


“kalau menjelang Idul Adha kayak gini parkir motor tidak begitu ramai. Karena rata-rata rombongan peziarah pakeknya mobil atau bis-bis kayak gitu. Jadi yang pakai motor tidak begitu banyak”. Kata Us pemilik lahan parkiran saat ditemui tim suaraterkinimuria ditempatnya hari ini (26/6/2023).


Us juga menambahi bahwa biasanya parkir motor rame itu saat malam jum’at bukan saat menjelang Idul Adha.


“Rame-ramenya itu malah pas malam jum’at hari-hari biasa mbak, bukan pas menjelang Idul Adha. Karena biasanya kalau mau Idul Adha itu mayoritas peziarah pada dirumah berkumpul dengan keluarga mereka masing-masing” Ujarnya.


Namun tidak mengapa walaupun parkir motor tidak begitu ramai saat menjelang Idul Adha, hari-hari biasa seperti malam jum’at tetap menguntungkan bagi pemilik lahan parkir. Mereka tetap konsisten membuka parkiran motor walaupun keadaan lagi ramai maupun sepi. Hal itu tidak menutup kemungkinan bahwa rezeki sudah tertakar dan tidak akan tertukar.


Agar tetap menjaga keamanan, Parkiran buka hanya sampai jam 21.00 WIB. Lewat jam itu ditutup karena pemilik parkiran juga mau istirahat. Jadi saat peziarah datang kemalaman, peziarah diberitahu dulu bahwa jam 21.00 WIB  akan tutup agar mereka bisa mengantisipasinya.


Berdasarkan pantauan tim suaraterkinimuria, terlihat peziarah ramai-ramai bergerombolan. Zatul  salah satu peziarah asal Kutuk,Undaan mengatakan “Sengaja ziarah ke makam Sunan Kudus saat menjelang Idul Adha untuk melihat-lihat keindahan menara kalau mau Idul Adha itu seperti apa. Biasanya juga sering kesini sih tapi pas hari-hari biasa gitu”. 


Banyak wisatawan yang datang tidak hanya berziarah saja. Mereka datang ada yang hanya sekedar membeli jajan, sekedar foto-foto untuk  mengabdikan momen, sekedar belanja pernak-pernik sebagai kenangan, bahkan juga ada yang datang hanya untuk mencicipi kulineran disana. Wisatawan berkunjung dengan kepentingan dan keinginan mereka masing-masing. (Mdh)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...