Langsung ke konten utama

Aktif di Organisasi, Olip Buktikan Bisa Menjadi Wisudawan Terbaik

Potret Kholifatunnisa, wisudawan terbaik di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam dalam wisuda IAIN Kudus ke-34. Foto : (Istimewa)


Kudus, Suara Terkini Muria - Menjadi mahasiswa yang aktif di sebuah organisasi terkadang menjadi stigma sulit lulus tepat waktu dengan perolehan nilai yang baik. Ditambah dengan banyaknya kegiatan organisasi membuat dilema para mahasiswa untuk memilih mengerjakan tugas kuliah atau organisasi, tak ayal terkadang mereka kesulitan membagi waktu diantar keduanya. Apalagi ketika diakhir semester, skripsi seolah menjadi momok yang menakutkan dan justru menjadi hal yang dihindari bagi sebagian mahasiswa.

Tetapi hal tersebut justru dipandang berbeda bagi Kholifatunnisa, dirinya justru terlihat enjoy disaat mengerjakan skripsi sekaligus menjalankan tugasnya sebagai Ketua IPPNU Donorojo, Demak. Dirinya mengaku bahwa berorganisasi bukanlah alasan untuk tidak bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu, tinggal bagaimana diri sendiri bisa memanajemen waktu dengan baik.

Uniknya, Olip (sapaan akrabnya) yang menjadi lulusan terbaik di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Institut Agama Islam Negeri Kudus (IAIN Kudus) dengan IPK 3,95 itu, hanya butuh satu bulan untuk bisa menyelesaikan skripsinya. Dengan tekad dan ketekunan yang dibekalinya, dirinya menjadi yakin bahwa skripsi bukanlah hal yang harus ditakuti.

"Sebenarnya skripsi sudah selesai di bulan Desember lalu dan sudah di acc, cuma melihat diri sendiri yang banyak kegiatan di pondok dan organisasi,  jadi tidak memaksakan untuk selesai di bulan Desember, kemudian Januari sempat daftar munaqosah tapi harus di tunda dan baru terlaksana di bulan Maret kemarin," jelasnya, kemarin.

Olip menyampaikan bahwa untuk bisa menyelesaikan skripsi dengan cepat perlu usaha yang maksimal dan sering bertemu dengan dosen pembimbing. Serta jangan pernah takut untuk meminta kritik, saran, dan mengakui kekurangan.

"Untuk para pejuang skripsi jangan pernah berprasangka buruk sebelumnya, yang penting yakin semua bisa terlewatkan dengan baik, karena kebaikan tersebut akan kembali ke diri kalian sendiri" ucapnya.

Keberhasilan Olip juga tidak terlepas dari restu dan doa orang tuanya, itulah yang membuat Olip semakin semangat dalam mengerjakan skripsi. Orang tuanya juga selalu memberi support dalam kuliah maupun organisasi, selagi hal tersebut bermanfaat dan tidak merugikan orang lain.

"Memiliki orang tua yang selalu support adalah rezeki yang paling saya syukuri, dan menjadi wisudawan terbaik ini adalah berkat doa orang tua saya, mereka ingin masuk keruangan untuk mendampingi anaknya dan hanya wisudawan terbaik yang orang tuanya bisa ikut ke dalam," terangnya.

Disamping itu, Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), Ahmad Zaini juga memberikan ucapan selamat kepada Olip dan berharap melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. Baginya lulus jenjang strata satu bukanlah akhir dari pengembaraan dalam menyelami ilmu yang sangat luas ini, sebaliknya masih banyak pengetahuan yang harus  didapatkan.

"Lanjutkan perjalanan saudara dalam meraih impian dan harapan yang belum tercapai dengan cerdas dan tekad yang kuat. Dan tentu yang tidak boleh dilupakan agar senantiasa mohon doa restu dari orang tua kita karena itu sebagai penguat langkah kita dalam mengarungi kehidupan," ucapnya. (Nad)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...