Langsung ke konten utama

Bahaya Disrupsi Informasi, PWI Kudus Adakan Seminar Kebangsaan

 

 
 PWI Kudus mengadakan Seminar Kebangsaan dengan tema Menjaga Keutuhan NKRI di Tengah Disrupsi Informasi. foto (Nor Rohim/Reporter)

Kudus, Suara Terkini Muria - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kudus mengadakan Seminar Kebangsaan dengan tema "Menjaga Keutuhan NKRI di Tengah Disrupsi Informasi." Seminar ini merupakan bagian dari upaya PWI Kudus untuk berkontribusi dalam menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah maraknya disrupsi informasi yang dapat mempengaruhi stabilitas bangsa. Jumat (21/07/2023).

 

Bertempat di Meeting Hall SMK Assa’idiyah 2 Kudus, Seminar yang dihadiri oleh wartawan, Mahasiswa, dan pelajar SMA sederajat serta Narasumber Saiful Annas, Ketua PWI kudus, Mawahib Afkar, Anggota Komisi E DPRD JATENG dan Kholid Mawardi Anggota Komisi C DPRD Kudus ini bertujuan untuk menggali pemahaman yang lebih mendalam tentang tantangan yang dihadapi Indonesia akibat disrupsi informasi dan bagaimana peran media massa dalam mengatasi fenomena ini untuk tetap menjaga keutuhan NKRI.

 

Salah satu pembicara utama dalam seminar tersebut Mawahib Afkar Anggota Komisi E DPRD JATENG. Beliau menyampaikan paparannya tentang perkembangan disrupsi informasi pada kehidupan berbangsa dan bagaimana masyarakat Indonesia harus memiliki kesadaran dalam menerima informasi yang diperoleh.

“kita harus sadar betul dalam meminimalisir agar tidak gegabah dalam menginformasikan apapun” tutur mahawib di seminar kebangsaan.

Untuk itu agar tidak terjadi disrupsi informasi ditengah perkembangan teknologi seperti sekarang, mawahib mengajak agar semua pihak bisa berhati-hati dan bijak dalam bersosial media.

 “mari berhati-hati dan bijak menggunakan sosial media, jangan sembarangan membuat opini yang tidak ada kejelasan dan bisa menjadi faktor disintegritas negara,” ucapnya.

 

Sementara itu, Kholid Mawardi Anggota Komisi C DPRD Kudus mengatakan, disrupsi informasi sangat berbahaya di era sekarang. Ketika yang salah menjadi benar dan ketika masyarakat percaya informasi tanpa mencari informasi yang sebenarnya.

“sebab itu, di era sekarang harus pintar menyaring, berhati-hati. Kalau tidak mampu memilah dan menyaring informasi, itu akan bahaya dan menjadi disrupsi informasi serta bisa mengarah ke perpecahan” ungkap Kholid.

Sebab itu, dirinya berharap agar masyarakat Indonesia, khususnya di kudus bisa lebih pintar dalam memilah dan menyaring informasi.

 

Selaras dengan dua narasumber tersebut, Saiful Annas, Ketua PWI kudus menjelaskan, disrupsi jika dikaitkan dengan perkembangan informasi dan media maka disrupsi informasi diartikan sebagai sebuah perubahan. Sehingga dapat menimbulkan suatu efek yang mengubah hal yang mendasar mengenai pandangan serta perilaku masyarakat terhadap kebutuhan informasi dan perkembangan media.

“Disrupsi informasi saat ini setidaknya memiliki ciri-ciri, pertama berubahnya kebutuhan dan pandangan, kedua perubahan trend di masa yang sedang berjalan dan ketiga perbedaan peluang masa lalu dengan masa sekarang”, jelasnya.

Seminar tersebut juga menjadi ajang untuk mengajak semua masyarakat kudus dalam menjaga keutuhan NKRI di tengah gelombang informasi yang tak terbendung. Semua peserta sepakat untuk terus membangun literasi digital di masyarakat dan berkomitmen untuk berperan aktif dalam menghadapi disrupsi informasi untuk kepentingan bersama.

 

 Reporter : Nor Rohim

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...