Langsung ke konten utama

Bangkitkan Kecintaan Desa dengan Ilmu Agama, Desa Tanjung Karang Kudus Adakan Pengajian bersama KH Anwar Zahid

 

KH Anwar Zahid sedang mauidhoh Khasanah. Foto (Nor Rohim/Reporter)

Kudus, Kamis 20 Juli 2023 - Kecintaan terhadap desa kembali diperkuat melalui pengajian yang diadakan di Desa Tanjung Karang, Kudus, Jawa Tengah. Acara berjudul "Bangkitkan Kecintaan Desa dengan Ilmu Agama" menghadirkan seorang penceramah terkenal, KH Anwar Zahid, yang berhasil memukau ribuan hadirin dengan ceramahnya yang inspiratif dan kharismatik.


Acara yang dihelat di sebuah lapangan terbuka ini telah menarik perhatian warga sekitar bahkan sejak beberapa minggu sebelumnya. Para panitia yang berdedikasi telah mempersiapkan acara ini dengan matang untuk menjamin keberhasilan acara besar ini.


KH Anwar Zahid, seorang ulama ternama, tampil di panggung utama dengan penuh semangat. Dalam ceramahnya yang menginspirasi, beliau menekankan pentingnya memperkuat ikatan kecintaan terhadap desa dan mencintai sesama sebagai wujud pengabdian kepada Allah SWT. Dengan bahasa yang sederhana dan humor yang khas, KH Anwar Zahid berhasil menyampaikan pesannya dengan sangat menggugah hati.


"Mencintai desa bukan hanya tanggung jawab bagi para tetua, namun juga bagi kita, generasi muda. Jadikan desa kita sebagai tempat yang sejahtera, rukun, dan damai. Marilah kita bergandengan tangan dan bekerja bersama untuk memajukan desa kita," seru KH Anwar Zahid.


Selain ceramah yang menginspirasi, acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan khas dari grup qosidah terkenal, El Wafda. Dengan suara merdu dan harmonis, qosidah- qosidah yang mereka bawakan menggetarkan hati para hadirin. Para penonton pun turut berdendang bersama, menciptakan atmosfer kebersamaan dan kecintaan terhadap agama yang semakin membara.


Kepala Desa Tanjung Karang, Bapak Sumarno, juga turut hadir dalam acara ini. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada KH Anwar Zahid dan El Wafda atas kehadiran mereka yang telah mencerahkan dan memberikan semangat baru bagi warga desa.


"Kami berharap pengajian ini bisa menjadi pemicu semangat baru dalam membangun desa kita. Semoga melalui ilmu agama yang kita dapatkan dari pengajian ini, kita dapat menebarkan kebaikan dan kasih sayang kepada sesama serta lebih mencintai desa kita," ujar Kepala Desa Sumarno.


Acara pengajian ini telah menciptakan momen yang tak terlupakan bagi warga Desa Tanjung Karang. Semangat kebersamaan, kecintaan terhadap desa, dan kecintaan terhadap agama menjadi landasan kuat bagi masyarakat desa untuk terus bersatu dan berkarya demi kemajuan desa mereka.



Editor : Maidah

Reporter : Nor Rohim

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...

Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam

  Menikmati pemandangan alam hijau dari astana hinggil Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam Astana Hinggil Jepara merupakan destinasi wisata menarik yang terletak di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas mencapai 10 hektar, tempat wisata ini berada di lereng Gunung Muria dengan ketinggian antara 600 hingga 700 meter di atas permukaan laut. Pemandangan pegunungan yang hijau dan masih alami membuat Astana Hinggil Jepara menjadi tempat liburan yang sempurna bagi keluarga, teman, maupun pasangan Anda. Diresmikan pada Februari 2022 lalu, tempat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan, terutama saat akhir pekan dan hari libur nasional.  Astana Hinggil Jepara dilengkapi dengan berbagai fasilitas wisata yang mendukung. Salah satunya adalah spot-spot foto yang hits dan instagramable. Tempat ini cocok untuk mengabadikan momen indah Anda dalam berbagai foto yang menarik untuk dibagikan di media sosial. A...

Cita Rasa Pecel Pakis Khas Colo

  Penampakan pecel pakis dengan bakwan. Foto : (istimewa) Kudus, Suara Terkini Muria - Pecel pakis khas Colo, hidangan lezat yang terkenal dari Jawa Tengah, Kudus tepatnya berada di Desa Colo kawasan muria. Pecel pakis terus memikat lidah para pecinta kuliner di seluruh negeri. Dengan cita rasa khasnya yang gurih, pedas, dan segar, pecel khas Colo menjadi primadona dalam dunia kuliner Indonesia. Pecel pakis khas Colo memikat perhatian dengan sambal kacangnya yang sangat istimewa. Terbuat dari bahan-bahan segar seperti kacang tanah, cabe rawit, bawang putih, gula merah, garam, dan air jeruk nipis, sambal kacang ini memberikan sentuhan rasa yang tak terlupakan. Rempah-rempah pilihan yang digunakan dalam sambal kacang ini memberikan aroma dan cita rasa yang khas, menjadikan pecel pakis khas Colo begitu istimewa. Hidangan ini terdiri dari beragam sayuran segar seperti kubis, kecambah, daun kemangi, bayam, dan sayuran lainnya yang direbus atau dikukus dengan sempurna. Kemudian, sayuran...