Langsung ke konten utama

Bangun Strategi Kemakmuran Masjid, Prodi PPI Gelar Konsorsium

 

Rochanah sedang menjelaskan materi tentang strategi memakmurkan masjid dalam perspektif Masjid Jogokariyan Yogyakarta.
Foto : (Qotrun Nada/Reporter)


Kudus, Suara Terkini Muria - Melihat banyaknya problematika terhadap peran masjid bagi kemaslahatan umat, Program Studi Manajemen Dakwah (MD) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) menggelar konsorsium yang dihadiri oleh segenap dosen dan mahasiswa. Konsorsium tersebut dilaksanakan melalui ruang zoom meeting pada, Jumat (21/07/2023).

Mengangkat tema "Manajemen Masjid dalam Bingkai Sosial Ekonomi Umat", konsorsium kali ini berfokus pada pemberdayaan masjid bagi umat. Melalui konsorsium ini diharapkan mampu memberikan wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa maupun umum.

"Tentu tema yang diangkat sangat sinkron dengan kegiatan PPL mahasiswa Manajemen Dakwah saat ini. Jadi mahasiswa yang hadir dapat informasi tambahan selain beraktivitas di lapangan," terang Ahmad Zaini selaku Wakil Dekan I FDKI.

Dalam konsorsium ini turut mengundang salah satu aktivis masjid, Anwar Yasfin yang memberikan pengalaman dalam melakukan pemberdayaan masjid kepada masyarakat. Anwar (sapaan akrabnya) sangat menyayangkan keberadaan masjid yang saat ini rata-rata megah justru semakin sepi untuk aktivitas sosial, dan kurang maksimalnya peran masjid sebagai penggerak kemaslahatan umat di berbagai bidang.

"Persoalan masjid tidak bisa memberikan jawaban yang optimal terhadap persoalan yang ada, masjid yang sejatinya bisa memberantas korupsi dan narkoba justru tidak optimal. Mereka yang korupsi juga datang ke masjid tidak dapat mengatasi kasus korupsi tersebut karena mereka berpikir ke masjid hanya untuk sholat, padahal sejatinya amar ma'ruf nahi munkar," jelasnya.

Anwar juga menyinggung terkait pengurus masjid yang bertugas untuk pemakmuran harus memperhatikan kondisi masjid dan ekonomi jamaah saat ini. Dirinya menekankan jangan sampai ada masjid yang berdiri megah tetapi disekitarnya terdapat masyarakat yang sedang sakit-sakitan karena kekurangan makan, jangan sampai masjid menjadi sebuah problem bagi masyarakat setempat.

"Perbedaanya dakwah multikultural, bagaimana kita bisa memberikan dakwah yang humanis dan menghadirkan da'i yang tidak radikal dan bisa diterima masyarakat, serta menyampaikan dakwah santun dan tidak mengkafirkan sana sini," pungkas Anwar.

Senada dengan Anwar, Dosen Manajemen Dakwah Rochanah, mengatakan bahwa umat Islam memiliki kewajiban untuk memakmurkan masjid selain sebagai tempat beribadah juga untuk pendidikan, pembinaan, dan kaderisasi umat. Menurutnya generasi muda juga memiliki andil dalam pengembangan masjid.

Rochanah juga membagikan strategi dalam memakmurkan masjid yaitu, kesadaran dari Pengurus masjid tentang fungsi masjid, pengurus masjid yang professional, dan memberikan beragam pelayanan kepada masyarakat.

"Selian itu juga perlu penerapan saldo infak nol rupiah, membuat nyaman setiap jamaah yang datang, masjid ramah anak-anak, masjid Ramah anak muda, dan masjid ramah lansia," tuturnya.

Reporter : Nad
Editor : Maidah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...

Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam

  Menikmati pemandangan alam hijau dari astana hinggil Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam Astana Hinggil Jepara merupakan destinasi wisata menarik yang terletak di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas mencapai 10 hektar, tempat wisata ini berada di lereng Gunung Muria dengan ketinggian antara 600 hingga 700 meter di atas permukaan laut. Pemandangan pegunungan yang hijau dan masih alami membuat Astana Hinggil Jepara menjadi tempat liburan yang sempurna bagi keluarga, teman, maupun pasangan Anda. Diresmikan pada Februari 2022 lalu, tempat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan, terutama saat akhir pekan dan hari libur nasional.  Astana Hinggil Jepara dilengkapi dengan berbagai fasilitas wisata yang mendukung. Salah satunya adalah spot-spot foto yang hits dan instagramable. Tempat ini cocok untuk mengabadikan momen indah Anda dalam berbagai foto yang menarik untuk dibagikan di media sosial. A...

Cita Rasa Pecel Pakis Khas Colo

  Penampakan pecel pakis dengan bakwan. Foto : (istimewa) Kudus, Suara Terkini Muria - Pecel pakis khas Colo, hidangan lezat yang terkenal dari Jawa Tengah, Kudus tepatnya berada di Desa Colo kawasan muria. Pecel pakis terus memikat lidah para pecinta kuliner di seluruh negeri. Dengan cita rasa khasnya yang gurih, pedas, dan segar, pecel khas Colo menjadi primadona dalam dunia kuliner Indonesia. Pecel pakis khas Colo memikat perhatian dengan sambal kacangnya yang sangat istimewa. Terbuat dari bahan-bahan segar seperti kacang tanah, cabe rawit, bawang putih, gula merah, garam, dan air jeruk nipis, sambal kacang ini memberikan sentuhan rasa yang tak terlupakan. Rempah-rempah pilihan yang digunakan dalam sambal kacang ini memberikan aroma dan cita rasa yang khas, menjadikan pecel pakis khas Colo begitu istimewa. Hidangan ini terdiri dari beragam sayuran segar seperti kubis, kecambah, daun kemangi, bayam, dan sayuran lainnya yang direbus atau dikukus dengan sempurna. Kemudian, sayuran...