Langsung ke konten utama

Berawal dari Hobi, Kini Madu Sholih Terjual Hingga Luar Jawa

 
Ahmad Sholih sedang menjual madunya di area Alun-alun kota Kudus. Foto : (Qotrun Nada/Reporter)


Kudus, Suara Terkini Muria - Bermula dari kegemarannya terhadap madu membuat seorang warga Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo, Kudus, Jawa Tengah berhasil budidaya lebah yang kemudian menjadi sumber penghasilannya. Budidaya lebah telah dirintisnya sejak 1997 dengan sistem nomaden. 
Ahmad Sholih membudidayakan lebahnya dengan mengikuti musim bunga, dirinya harus berpindah tempat untuk menghasilkan madu yang berkualitas. Di bulan Juni hingga Juli Sholih akan membudidayakan lebah di Gunung Muria yang sedang mengalami musim bunga randu, setelah selesai musim bunga randu Sholih akan berpindah ke Banyuwangi hingga Subang, Jawa Barat. 

"Kalau musim rambutan ke Subang nanti dapatnya madu rambutan, dan ketika berpindah tempat madu yang dihasilkan juga akan berbeda, tergantung geografisnya, terang Sholih (11/07/2023).

Selain berjualan di rumah, Sholih juga menggunakan marketplace yang ada di Facebook. Bahkan madu yang diberikan nama Idola itu telah dipasarkan hingga Jakarta, Surabaya, dan Bali.

"Kalau jualannya itu kadang diambil resellar, apalagi kemarin pas waktu pandemi penjualan madu membeludak karena sebagai daya tahan tubuh," ucapnya.

Selain itu, madu yang dijual Sholih memiliki manfaat dan khasiat yang banyak, seperti madu randu yang tinggi vitamin C bermanfaat untuk obat batuk, pilek, sariawan, panas dalam, demam, dan penambah nafsu makan. Berbeda lagi dengan jenis madu flora yang berkhasiat untuk usam lambung. 

"Kalau umumnya madu itu bagus untuk imunitas diri, jadi tubuh itu ada penjagaan agar terhindar dari banyak penyakit di luaran sana, apalagi virus-virus yang mudah menular, minum madu dapat menjaga kesehatan tubuh," jelasnya.

Harga madu yang dijual Sholih pun beragam tergantung ukuran kemasan. Tarif yang dibandrol mulai Rp 40.000 untuk kemasan 140 mililiter, Rp 70.00p untuk kemasan 275 mililiter, dan Rp 120.000 untuk kemasan 500 mililiter. 

"Tergantung pesanan juga, mau yang berapa nanti saya penuhi permintaan itu," ucapnya.

Sholih juga menceritakan proses budidaya hingga pengemasan, awalnya kotak-kotak kayu yang berisi lebah ditempatkan di wilayah yang sedang terjadi musim bunga, sekitar 10 hingga 15 hari madu dapat dipanen. Pemanen madu harus dilengkapi dengan alat pelindung diri untuk menghindari sengatan lebah, kemudian batangan madu dimasukkan ke alat pemerah portabel untuk menghasilkan madu murni, setelah itu madu siap dikemas dan dijual.


Reporter : Nad
Editor :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...