Langsung ke konten utama

Berawal Dari Hobi Memasak, Kini Berhasil Tarik Banyak Pelanggan 

 

Jajanan tradisional yang dijual oleh Tiga Putri Cathering. Foto : Aisyah Hasna/Reporter


Kudus, Suara Terkini Muria - Perempuan cantik berusia 44 tahun ini akui usahanya berawal dari hobi memasak saja. Seiring berjalannya waktu ada yang meminta tolong untuk dibuatkan makanan ringan yang kemudian menjadi ladang penghasilannya. 


Usaha yang diberi nama Tiga Putri Cathering ini mampu menjualkan aneka ragam minuman, makanan berat bahkan makanan ringan. Tiga Putri Cathering ini sudah berjalan sejak tahun 2017 hingga saat ini.


Sistem penjualan yang mereka gunakan yaitu melewati pesanan dahulu. Tiga Putri Cathering ini bukanan usaha besar, melainkan Cathering rumahan yang terletak di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.


Sulistiyawati, pemilik usaha Tiga Putri Cathering ungkapkan bahwa usahanya ini telah berjalan kurang lebih 6 tahun lamanya. Usaha ini bermula di tahun 2009 pernah mendirikan warung makan ikan bakar yang ternyata memiliki banyak peminat. Dari sana ternyata sebagian orang banyak yang cocok dengan masakannya. 


"Dulu itu sempat mendirikan warung makan kecil - kecilan yang buka mulai jam 10 pagi hingga malam. Untuk menunya sendiri waktu siang jual pepes, botok, dan sayur bening. Tapi sebetulnya jualnya jual ikan bakar, cuman kalo siang ada menu selingan. Dulu buka usaha tahun 2009," ujarnya pada Kamis, (06/07/2023)


Seiring berjalannya waktu, ia sempat mengalami kecelakaan yang mengakibatkan berhentinya berjualan karena harus pemulihan. Dari kecelakaan tersebut, warung makan tersebut terpaksa harus ditutup. Namun ternyata banyak yang cocok dengan masakannya sehingga menghampiri kerumah langsung untuk memesan. 


"Dulu memang dikenal dari jualan warung ikan bakar. Ternyata banyak yang cocok dengan masakan saya dan mereka inisiatif tanya letak rumah dimana. Dari situlah mulanya saya menerima pesanan," tambahnya. 


Tak hanya masakan berat saja, karena hobi memasaknya tersebut, Sulis mencoba membuat makanan - makanan ringan. Sulis bahkan tidak mengikuti kursus, melainkan hanya modal melihat tutorial dari YouTube dan mempraktikkannya. Setiap usahanya membuat makanan ringan pasti banyak, seperti gagal ketika membuat kue dan masih banyak lagi. 


"Karena memang hobi memasak, jadi terus mencoba suatu hal yang baru untuk dipelajari. Saya bahkan tidak mengikuti kursus sekalipun, sebetulnya ingin mengikutinya cuman pasti seringnya bersamaan dengan pesanan. Saya belajar membuat berbagai macam jajanan itu dengan melihat YouTube, apabila gagal terus mencobanya dengan mencari kurang apanya, dengan begitu dapat berhasil dalam percobaan tersebut," ungkapnya. 


Tiga Putri Cathering ini menjual juga jajanan tradisional seperti putri ayu, bogis, ketan salak, gemblong dan masih banyak lagi. Tak hanya Jajanan tradisional saja, namun kini dengan mengikuti perkembangan zaman juga menjual jajanan - jajanan yang sedang viral. Jajanan tersebut dibandrol mulai dari 2000 rupiah hingga 3000 rupiah. 


"Memang jajanan yang saya jual ini cukup mahal, karena kita memang memakai bahan yang asli. Jadi tidak ada pengawetnya, pembuatannya juga sistem dadakan jadi tetap fresh. Kita menggunakan bahan asli karena tujuan jualan yang itu untuk bisa dirasakan dan pelanggan tidak kecewa," tambahnya



Editor : Erna

Reporter : aisyah Hasna

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...