Langsung ke konten utama

Berawal dari hobi,hingga menghasilhkan cuan

 

Salah satu karya ilham fotografer asal jepara. Foto. (Ilham)

Jepara, Suara Terkini Muria - Kamis, 13 Juli 2023. Berawal dari hobinya hunting foto bersama teman temannya saat menduduki bangku smk , bermula foto hanya bermodalkan kamera hape, dimana dimasa itu ilham sangat menyukai jalan jalan bersama temannya saat smk, awalnya ilham hanya berfoto menggunakan kamera hape saja, namun ia berfikir bahwa ia ingin membeli kamera lensa yang bisa dipakai sesuai hobinya, ilham mulai membeli kamera lensa saat ia memasuki semester pertama kuliah, ia membeli kamera lensa dengan uang hasilnya menabung, ilham mengaku keinginan nya untuk membeli kamera lensa sampai ia harus menghemat uang makan, disaat teman teman nya makan sesuka mereka, ilham hanya makan sekali dalam sehari agar keinginan untuk membeli kamera lensa itu tercapai, awal mula ilham membeli body kamera terlebih dahulu , setelah body kamera sudah terbeli oleh ilham, ia juga menabung melanjutkan membeli lensa dengan menghemat makan dan juga uang jajannya, ia sampai rela menahan jajan untuk bisa terbeli lensa tersebut. 

Setelah sudah memiliki keinginannya, namun ternyata kameran itu jarang terpakai bahkan ilham memiliki biar untuk menjualnya, tapi kemudian ia berubah pikiran, ilham mengaku bahwa kamera yang ia miliki bisa menjadi aset yang menghasilkan uang. 

Pertama kali ilham mulai mendalamai hobi nya itu dengan mengajak hunting photoshoot teman temannya untuk dijadikan model afar bisa mendalami kamera itu, seiring berjalannya waktu ilham mulai belajar dan belajar. 

Ilham mengaku pertama kali ia mendapat joob saat temannya engangement, ia mendapat joob untuk mengabadikan moment engangement temannya itu. 

Ia sempat masih bingung cara mengatur atau mensetting lampu flash dan yang lainnya. 

Pertama kali ia mendapat job ilham tidak berharap untuk dibayar lebih. 

“Awal mendapat joob saat itu aku tidak berharap untuk dapat bayaran semestinya karna masih proses belajar dan mencoba beranikan diri” tutur ilham kala itu. 

Seiring berjalannya waktu ilham mulai menabung kembali dan bekerja regsosek , dari hasil tabungan itu dia bisa membeli kameran yang menurut dia harganya termasuk lumayan bagi dia tetapi berkat hasil ketekunannya dia berhasil membeli itu dengan kerja keras. 

Ilham mengaku membeli kamera itu termasuk keberuntungan karna ia membeli tidak kepadaa orang yang salah, kamera tersebut dibeli nya dari orang pati, dari situlah mulai kenal baik dengan yang jual kamera itu dan mendapatkan tawaran tawaran freelance weddingan bersamanya. Mulai dari situ ia mulai merambah belajar foto untuk wedding. 

Sekarang hobi ilham sudah mendapatkan penghasilannya yang sangat sangat menjanjikan, dimana ia memasang tarif yang cukup cuan senilai 450rb untuk foto engangement dan untuk foto wedding ia bisa memasang tarif dari 700rb bahkan jutaan rupiah.


Editor : Nor Rohim

Reporter : Erna

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...

Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam

  Menikmati pemandangan alam hijau dari astana hinggil Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam Astana Hinggil Jepara merupakan destinasi wisata menarik yang terletak di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas mencapai 10 hektar, tempat wisata ini berada di lereng Gunung Muria dengan ketinggian antara 600 hingga 700 meter di atas permukaan laut. Pemandangan pegunungan yang hijau dan masih alami membuat Astana Hinggil Jepara menjadi tempat liburan yang sempurna bagi keluarga, teman, maupun pasangan Anda. Diresmikan pada Februari 2022 lalu, tempat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan, terutama saat akhir pekan dan hari libur nasional.  Astana Hinggil Jepara dilengkapi dengan berbagai fasilitas wisata yang mendukung. Salah satunya adalah spot-spot foto yang hits dan instagramable. Tempat ini cocok untuk mengabadikan momen indah Anda dalam berbagai foto yang menarik untuk dibagikan di media sosial. A...

Cita Rasa Pecel Pakis Khas Colo

  Penampakan pecel pakis dengan bakwan. Foto : (istimewa) Kudus, Suara Terkini Muria - Pecel pakis khas Colo, hidangan lezat yang terkenal dari Jawa Tengah, Kudus tepatnya berada di Desa Colo kawasan muria. Pecel pakis terus memikat lidah para pecinta kuliner di seluruh negeri. Dengan cita rasa khasnya yang gurih, pedas, dan segar, pecel khas Colo menjadi primadona dalam dunia kuliner Indonesia. Pecel pakis khas Colo memikat perhatian dengan sambal kacangnya yang sangat istimewa. Terbuat dari bahan-bahan segar seperti kacang tanah, cabe rawit, bawang putih, gula merah, garam, dan air jeruk nipis, sambal kacang ini memberikan sentuhan rasa yang tak terlupakan. Rempah-rempah pilihan yang digunakan dalam sambal kacang ini memberikan aroma dan cita rasa yang khas, menjadikan pecel pakis khas Colo begitu istimewa. Hidangan ini terdiri dari beragam sayuran segar seperti kubis, kecambah, daun kemangi, bayam, dan sayuran lainnya yang direbus atau dikukus dengan sempurna. Kemudian, sayuran...