Langsung ke konten utama

“Condro Moeria" Kafe di Kudus Mampu Suguhkan Panorama Alam yang Indah


Potet suasana di Condro Murio (Eka)



Kudus-Suara Terkini Muria-Saat ini memang sedang marak-maraknya kafe kekinian. Dimana kafe tersebut tak hanya menyuguhkan menu makanan nya namun memberikan tempat yang nyaman dengan view yang indah.

Salah satunya yaitu cafe yang berada di daerah dataran tinggi Colo Kudus yang bernama kafe "Condro Moeria". Kafe ini menyuguhkan pemandangan alam sekitar yang cukup indah. Kafe ini konsepnya outdoor menyatu dengan alam. 


Meskipun konsepnya outdoor namun para pengunjung tidak usah khawatir jika kepanasan. Karena sudah tersedia tempat yang beratap agar tidak kepanasan.


Selain konsepnya yang menyatu dengan alam ini, menu yang di tawarkan juga cukup nikmat. Harga mulai dari 10.000 hingga 35.000. Tentunya harga tersebut masih bisa dibilang relatif murah.


Untuk parkir motor sendiri dikenakan biaya 2.000 rupiah dan parkir mobil 5.000 rupiah saja. Kafe ini ramai dikunjungi saat weekend. Namun tak hanya weekend saja, setiap harinya pasti terdapat pengunjung yang berdatangan.


Kafe ini cocok di datangi saat sore hari, karna pengunjung dapat melihat sunset langsung sambil ngopi dan nongkrong bersama keluarga maupun teman teman.


" saya sebenarnya sudah sering kesini bareng temen temen soalnya tempatnya enak kalo buat nongkrong, harganya juga lumayan murah sih kalau hanya kopi dan juga gorengan", ujar customer yang bernama Aldi.


Kafe ini buka dari pukul 09.00 pagi hingga pukul 22.00 malam. Jadi untuk para pengunjung yang ingin nongkrong sambil menikmati keindahan alam bagian Colo Kudus bisa langsung menikmati nya disini.


Condro Moeria ini juga sangat cocok dikunjungi bagi orang tua yang memiliki anak kecil, karna dibagian sebelah kafe terdapat mainan seperti ayunan dan lainnya. Tentunya hal ini akan semakin membuat daya tarik minat bagi para pengunjung yang ingin mampir.


" Saya harap semoga Condro Moeria ini smakin dikenal oleh masyarakat dalam maupun luar agar smakin meluas dan terkenal. Tentunya kita juga akan menciptakan inovasi baru agar Condro Moeria ini tetap eksis di era saat ini", tambahan dari salah satu karyawan Condro Moeria.


Reporter : Ek

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...