Langsung ke konten utama

Desa Wisata Japan, Kali Kedua Kerja Sama dengan Komunitas Lelana Kudus Bahas Tentang Kopi

 
Kunjungan kedua Lelana Kudus di Desa Wisata Japan. Foto: Hasna

Kudus, Suara Terkini Muria - Kini di Kudus terdapat beberapa Desa yang telah ditetapkan sebagai Desa Wisata, salah satunya Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Desa wisata Japan kedua kalinya bekerja sama dengan komunitas Lelana Kudus pada Minggu, (16/07/2023)


Sedangkan Komunitas Lelana Kudus ini merupakan suatu komunitas yang suka mengulik terkait sejarah, sejarah lama,entah itu kolonial Belanda dan beberapa peninggalan warisan sampai hari ini. Kemudian Desa wisata Japan kini menjadi salah satu Desa yang diakan diulik oleh mereka. 


Bagi para pengunjung yang akan mengunjungi Desa Wisata Japan akan disuguhi beberapa paket untuk mereka pilih. Dari beberapa paket itu nantinya terdapat tourguide yang akan mendampingi tamu yang melakukan kunjungan. 


Pada kesempatan kali ini kedua kalinya Lelana Kudus berkunjung ke Japan. Sedangkan di Desa Wisata Japan juga terdapat beberapa divisi maupun komunitas yang akan menjadi pilihannya. 


Mutohar, selaku pengelola Desa Wisata Japan mengungkapkan bahwa terdapat banyak kota yang telah berkunjung ke Japan. Kota yang telah berkunjung seperti Semarang, Jakarta. 


Tak hanya luar kota saja, namun pengunjung juga sudah sampai pada kancah internasional seperti Filipina, Prancis dan Jerman. 


" Terdapat banyak paket untuk para pengunjung Desa Wisata Japan. Dari beberapa paket tergantung dari paket yg diambil dan durasi waktu. Kalo waktunya singkat, ada point yang dikasih lengkap utuh, ada juga yang hanya dasar-dasarnya saja. Paket yang sering dipilih memang tentang kopi," tambah Mutohar saat diwawancarai di Kebun Parijotho.


Seperti halnya paket kopi, akan diberi edukasi sebelum mulai roasting, terkait tanamannya atau tumbuhan, proses panen, panen, pasca panen baru setelah itu proses roastingnya. 


"Seringnya memang kopi seperti mulai dari proses panen, petik, proses roastingnya berapa lama, praktik roasting sampai numbuk jadi bubuk kopi. 

Kalo jeruk hanya dasar saja, tidak dengan prosesnya. Kadang paketnya edukasi pamelo itu ada praktik metik buah jeruk pamelo," ujarnya.


Sedangkan pada kesempatan kali ini Lelana Kudus akan mempelajari terkait kopi, parijotho, dan jeruk pamelo. Lelana Kudus yang mengikuti ini dari beberapa kota, seperti Jepara, Semarang dan Purwodadi.


Harapan kedepannya yaitu paling utama dukungan dari masyarakat. Jadi siapapun akan menjadi tour guide, tempat manapun akan menjadi lokasi. Ketika ada tamu ke homestay maka tidak perlu ada tourguide yang menjelaskan tapi bisa berinteraksi menjelaskan pada seluruh lapisan masyarakat.


Reporter : Hasna

Editor : Renan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...