Langsung ke konten utama

Desa Wisata Rahtawu, Pesona Alam yang Memikat wisatawan

Potret Tugu Selamat Datang Desa Rahtawu. Foto (Nor Rohim/Reporter)


Kudus, Suara Terkini Muria - Desa Rahtawu, sebuah desa yang terletak di kecamatan Gebog Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kini telah menjadi primadona bagi para wisatawan yang mencari pengalaman unik dalam mengeksplorasi keindahan alam di Kudus. Dengan sejumlah daya tarik yang menawan, Desa Wisata Rahtawu telah berhasil menarik perhatian para pengunjung dari berbagai kalangan. Jumat, (07/07/2023)

Desa Wisata Rahtawu menawarkan pengalaman yang mempesona bagi para wisatawan yang ingin melihat kehidupan masyarakat pedesaan yang kaya akan warisan budaya. Desa ini terkenal dengan keramahan penduduknya yang masih menjalankan tradisi-tradisi khas Jawa, seperti seni tari, musik gamelan, dan kerajinan tangan yang berusia ratusan tahun. 

Selain budaya yang kaya, Desa Wisata Rahtawu juga menawarkan pesona alam yang menakjubkan. Dikelilingi oleh sawah yang hijau dan perbukitan yang mempesona, desa ini merupakan tempat yang ideal bagi wisatawan yang mencari ketenangan dan keindahan alam. Para pengunjung dapat menjelajahi desa dengan bersepeda atau berjalan kaki melewati jalan-jalan kecil yang menyeberangi persawahan yang menghijau. Mereka juga dapat menikmati panorama yang menakjubkan dari puncak bukit di sekitar desa, yang menyajikan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler.

Desa Wisata Rahtawu juga menyediakan berbagai fasilitas penginapan yang nyaman, mulai dari homestay yang dikelola oleh warga setempat hingga vila-vila mewah dengan pemandangan alam yang menakjubkan. Wisata kuliner juga tidak boleh dilewatkan, dengan aneka hidangan tradisional yang menggugah selera seperti nasi pecel, soto, dan makanan khas Jawa lainnya yang dapat dinikmati di warung-warung makan yang tersebar di sepanjang desa.

Dalam beberapa tahun terakhir, Desa Wisata Rahtawu telah meluncurkan sejumlah program pengembangan pariwisata untuk meningkatkan kualitas dan daya tariknya. Pemerintah setempat bersama masyarakat desa bekerja sama untuk menjaga keaslian budaya dan alam, sambil meningkatkan fasilitas dan layanan untuk para pengunjung. Peningkatan ini terbukti sukses, dengan jumlah kunjungan wisatawan yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Dengan keindahan budaya dan alamnya, Desa Wisata Rahtawu menjadi destinasi unggulan di wilayah ini. Kami berkomitmen untuk menjaga keaslian budaya kami sambil memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung," kata Didik Aryadi, Kepala Desa Rahtawu.

Desa Wisata Rahtawu di Kudus adalah contoh yang inspiratif tentang bagaimana sebuah desa mampu memanfaatkan kekayaan budaya dan alamnya untuk meningkatkan perekonomian lokal dan memperkenalkan warisan budaya kepada wisatawan. Diharapkan, desa ini akan terus berkembang dan menjadi tujuan wisata yang semakin populer di masa depan, mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat identitas budaya lokal.

"Desa Rahtawu ini masih asri dan terjaga alam nya sehingga ketika saya kesini udara nya sangat sejuk untuk dinikmati", ucap hery irawan Salah satu pengunjung dari jepara.

Reporter: Rohim
Editor: Maidah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...