Langsung ke konten utama

Disrupsi Informasi, PWI Gelar Seminar Kebangsaan


Saiful Annas selaku Ketua PWI sekaligus pengisi acara Seminar Kebangsaan sedang memberikan materi. 






Kudus, Suara Terkini Muria - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar Seminar Kebangsaan bertajuk "Menjaga Keutuhan NKRI di Tengah Diarupsi Informasi" sebagai respons atas perubahan dramatis dalam industri media dan jurnalisme yang sedang berlangsung. Seminar ini berlangsung selama  sehari dan dihadiri oleh puluhan wartawan, mahasiswa hingga pelajar yang ada di Kudus. (21/07)


Dalam pembukaan seminar, Ketua PWI, Saiful Annas menggaris bawahi urgensi perubahan dalam dunia jurnalisme. Ia menyatakan bahwa disrupsi merupakan tercabutnya kebenaran sehingga informasi yang beredar terbilanh tidak benar adanya. 


“Perlu digaris bawahi bahwa disrupsi merupakan tercabutnya akar kebenaran, “ jelas Saiful Annas selaku ketua PWI radar Muria sekaligus salah satu pengisi acara Seminar Kebangsaan. 


Annas, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa disrupsi informasi mencakup berbagai perubahan fundamental yang sedang terjadi dalam industri media, terutama seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan kemajuan internet. Perubahan ini tidak hanya mempengaruhi cara jurnalisme dilakukan, tetapi juga memengaruhi cara masyarakat mengakses dan mengonsumsi berita.


Seminar Kebangsaan "Disrupsi Informasi" ini berfungsi sebagai wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman serta mencari solusi bersama dalam menghadapi tantangan revolusi digital yang tak dapat dihindari. 


PWI berharap seminar ini dapat mendorong terciptanya upaya kolaboratif antara jurnalis, akademisi, pemerintah, dan industri teknologi guna memperkuat integritas dan relevansi informasi dalam era digital.


Acara ini ditutup dengan semangat kebersamaan dan kesepakatan untuk terus beradaptasi dan berinovasi guna tetap relevan dalam menyajikan informasi yang kredibel dan bermanfaat bagi masyarakat.


Penulis : Izza 

editor :

















 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Menikmati Sore di Pantai Sikembu Jepara

Suasana Matahari Terbenam di Pantai Sikembu Jepara(4/7/22). Foto: Renanda Jepara - Suara Terkini Muria , Matahari terbenam terlihat indah di Pantai Sekembu , Mulyoharjo, Jepara, Jawa Tengah. Selasa (4/7/22). Tak banyak yang tahu, pantai yang terletak di Kecamatan Mulyoharjo ini menghadirkan suasana yang berbeda dengan pantai-pantai lain yang ada di Jepara. Letaknya yang strategis dan dekat dengan pusat kota Jepara, menjadikan pantai ini mudah di jangkau oleh wisatawan.  Pantai Sikembu ini buka setiap hari, letaknya di dekat Kompi Angkutan Air Kodam Jepara. Menariknya tidak ada tarif masuk untuk menuju ke Pantai ini, namun fasilitas umum yang tersedia seperti toiltet dan tempat bilas cukup minim. Di pantai ini, para wisatawan dapat menikmati suasana pantai di kursi yang disediakan oleh pengelola pantai. Selain itu, mereka juga bisa menyantap snack yang tersedia di warung depat bibir pantai. Cukup terjangkau, hanya dengan 10 ribu rupiah wisatawan bisa menikmati pantai tanpa merasaka...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...