Langsung ke konten utama

Dulu Ramai Pengunjung, Kini Pantai Pailus Jepara Sepi Hampir Terbengkalai

 

Suasana Pantai Pailus yang sepi dan tenang.
Foto: Maidah

Jepara, Suara Terkini Muria- Pantai yang pernah menjadi destinasi favorit para wisatawan kini terlihat sunyi dan hampir terbengkalai, tak lagi menjadi primadona pariwisata. Eksotisme lepas pantainya yang dahulu memikat hati ribuan pengunjung kini hanya menjadi saksi bisu keindahan yang hampir terlupakan.

Pantai Pailus, yang terletak di Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, dahulu adalah surga bagi para pecinta pantai dan fotografi alam. Pasir putihnya yang lembut, air laut yang jernih, serta ombaknya yang mempesona pernah menjadi daya tarik tak terbantahkan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, keindahan pantai ini perlahan menghilang dari peredaran pariwisata.

Beberapa faktor menjadi penyebab menurunnya jumlah pengunjung ke pantai ini. Salah satunya adalah aksesibilitas yang terbatas. Meskipun pantai ini sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa, akses jalan menuju pantai ini memprihatinkan, dengan banyaknya lubang-lubang besar dan medan yang tidak ramah kendaraan. Hal ini membuat wisatawan enggan untuk berkunjung, khususnya mereka yang menggunakan kendaraan pribadi.

Bagas pamungkas Sebagai salah satu wisatawan Pantai Pailus mengatakan “ dulu waktu zaman saya SMA kesini tuh rame banget, apalagi saat sore sambil menikmati sunset. Dulu saking banyaknya pengunjung sampai banyak pengamen disini. Tapi gara-gara airnya yang sekarang jadi keruh dan banyaknya sampah yang berserakan mungkin itu yang menyebabkan berkurangnya pengunjung”. Ujarnya ketika diwawancarai oleh tim suara terkini muria pada selasa, (18/7/2023).

Selain itu, minimnya fasilitas pendukung juga menjadi kendala. Pantai ini hanya memiliki beberapa warung kecil yang berjualan makanan dan minuman, tetapi fasilitas kamar mandi yang layak dan tempat berteduh yang memadai hampir tidak ada. Akibatnya, para wisatawan merasa tidak nyaman dan kesulitan untuk berlama-lama menikmati pantai tersebut.

Ida pemilik warung kecil mengaku pendapatannya dulu hingga kini jauh berbeda. Dirinya mengatakan “ penjualan sangat beda sekali mbak, dulu pas masih ramai pendapatan perharinya bisa sampai bikin warung cabang kedua. Kalau sekarang hanya cukup untuk makan sehari-harinya saja”.

Masalah lingkungan juga ikut menyumbang pada kelesuan pantai ini. Sampah yang berserakan di beberapa sudut pantai menunjukkan bahwa penanganan limbah belum dilakukan dengan baik. Terumbu karang yang mengelilingi pantai juga mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab.

Pemerintah setempat dan pihak-pihak terkait telah berupaya untuk memulihkan dan menghidupkan kembali keindahan pantai yang hampir terlupakan ini. Rencana untuk memperbaiki akses jalan dan membangun fasilitas pendukung telah diusulkan, namun masih perlu dukungan lebih lanjut dari pihak swasta dan masyarakat.

Pantai Pailus merupakan bagian berharga dari kekayaan alam Jepara. Untuk mengembalikan pesonanya dan menjadikannya destinasi wisata yang menarik, kolaborasi dari berbagai pihak diperlukan. Dengan upaya bersama, diharapkan eksotisme lepas pantai ini dapat kembali berbicara, menyapa wisatawan, dan menyongsong masa depan yang lebih cerah.


Reporter: Maidah

Editor: Hasna

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Mengenal lebih jauh nitisemito di museum kretek kudus

  Salah satu pengunjung yang terlihat tertarik memandangi patung nitisemito Mengenal lebih jauh sosok nitisemito di museum kretek kudus  Patung yang berada didalam museum kretek kudus tampak seperti bapak bapak mengenakan kacamata bulat dan corak patung itu sendiri berwarna abu abu tua,  patung setengah badan lelaki tua yang dipanggil Nitisemito itu berdiri anggun, dari jendela rumahnya, seolah memberi salam, dan menceritakan kisah pendek hidupnya. Posisinya di sebelah kiri pintu masuk, tempat pengunjung mengawali eksplorasi isi museum. Museum kretek kudus ini merupakan museum yang berada di Jl. Getas Pejaten No.155, Getas, Getas Pejaten, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.  Lokasi nya sangat strategis dan sangat mudah dijangkau untuk siapapun, jika kalian ingin memasuki museum kretek kudus kalian cukup hanya membayar Rp.4000/orang. Cukup murah dan sangat terjangkau untuk mahasiswa seperti saya yang uang nya masih pas pas an. Museum Rokok kretek kudus ini tidak ...

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...