Langsung ke konten utama

Dulunya Jualan Sate Keliling, Kini Khosina Telah Menetap dan Raaih Penghasilan Jutaan.

 

Khosina sedang melumuri sate miliknya ( Izza) 




Kudus, Suara Terkini Muria- Kisah inspiratif seorang wanita bernama Khosina telah menghebohkan masyarakat setempat. Setelah bertahun-tahun menjalani profesi sebagai pedagang sate keliling, Khosina berhasil meraih kesuksesan finansial yang luar biasa dan saat ini menetap dengan penghasilan jutaan rupiah.

Dulunya dikenal sebagai seorang pedagang sate keliling yang rajin berkeliling kampung, Khosina menjalani hidup dengan penuh dedikasi dan semangat. Dia tidak pernah mengeluh meskipun harus bekerja keras di bawah terik matahari dan menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usahanya.

Khosinah telah merintis usaha bareng suaminya sejak 1999 dengan dimulai berjualan keliling menggunakan grobak sate warna biru miliknya. Pekerjaan yang sudah lama ia geluti itu telah membuahkan hasil dengan sate miliknya selalu ludes sebelum jam tutup.

“Sebelum menetap di sini, dulu saya sama suami bekerja keliling. Setidaknya itu seperti promosi dan memperkenalkan sate milik saya bahwa ini loh sate ayam yang murah meriah tapi lezat, “ jelas Khosinah.

Sate miliknya memang selalu menjadi incaran para pekerja yang sebelum berangkat sebagai bekal makan siang atau sarapan. Tak ayal sebelum jam tutup, Khosinah mengaku sate miliknya ludes dan sama sekali tidak meninggalkan satu tusuk pun. 

“Mulai buka itu sekitar jam tujuh pagi hingga sebelas siang, karena alhamdulillah banyak yang suka, akhirnya jam 9 udah habis.” Jelasnya.
 
Kebanyakan orang jual sate selalu sore hari hingga malam hari, itulah Khosinah lebih memilih sengaja buka pagi sebab ini merupakan triknya. Memanfaatkan momen tersebut, Khosina dengan cerdik mengembangkan usahanya. Ia membuka gerai sate permanen di Jalan R.A Kartini dan berhadapan dengan kantor Suara Merdeka. 

Dengan semangat yang tak pernah padam, Khosina tidak hanya mempertahankan kualitas sate yang terkenal, tetapi juga mengembangkan menu-menu baru yang inovatif dan menarik. Selain sate ayam dan sate kambing, Khosina juga menyediakan sate seafood dan sate sayuran yang menggugah selera.

Keberhasilan Khosina dalam mengembangkan usahanya tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Kini, gerai sate Khosina telah menjadi salah satu tempat favorit masyarakat untuk menikmati hidangan sate yang lezat dan berkualitas.

Penulis: Izza

Editor : Rohim

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Mengenal lebih jauh nitisemito di museum kretek kudus

  Salah satu pengunjung yang terlihat tertarik memandangi patung nitisemito Mengenal lebih jauh sosok nitisemito di museum kretek kudus  Patung yang berada didalam museum kretek kudus tampak seperti bapak bapak mengenakan kacamata bulat dan corak patung itu sendiri berwarna abu abu tua,  patung setengah badan lelaki tua yang dipanggil Nitisemito itu berdiri anggun, dari jendela rumahnya, seolah memberi salam, dan menceritakan kisah pendek hidupnya. Posisinya di sebelah kiri pintu masuk, tempat pengunjung mengawali eksplorasi isi museum. Museum kretek kudus ini merupakan museum yang berada di Jl. Getas Pejaten No.155, Getas, Getas Pejaten, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.  Lokasi nya sangat strategis dan sangat mudah dijangkau untuk siapapun, jika kalian ingin memasuki museum kretek kudus kalian cukup hanya membayar Rp.4000/orang. Cukup murah dan sangat terjangkau untuk mahasiswa seperti saya yang uang nya masih pas pas an. Museum Rokok kretek kudus ini tidak ...

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...