Langsung ke konten utama

Es Dawet di Ploso ini Mampu Capai 400 hingga 500 Porsi Setiap Harinya

Suasana jualan dawet susu milik Yoga Pratama saat sore hari, Senin (17/07/2023). Foto : (Qotrun Nada/Reporter)

Kudus, Suara Terkini Muria
- Inovasi baru di bidang kuliner terus berkembang, salah satu warga Banjarnegara ini juga melakukan inovasi dengan jualannya yaitu dawet. Pria yang bernama Yoga Pratama itu mengaku dawet yang ia padukan dengan susu Ultra High Temperature (UHT) memiliki cita rasa yang unik dan enak, hal itu yang kemudian menjadikan dawet susu ini sebagai minuman tradisional yang banyak gemari orang.


Pria yang lebih akrab di sapa Yoga itu menceritakan bahwa dirinya telah berjualan dawet sejak 2017 silam, kemudian di 2019 jualannya mengalami penurunan omset karena covid-19. Alhasil Yoga kemudian membuat inovasi mengganti santai pada dawet dengan susu UHT, dan kini selain berjualan di daerah Ploso, Yoga telah membuka cabang di Desa Getas sebelah pabrik rokok tempatnya berproduksi setiap harinya.  


"Awalnya itu coba-coba dan lihat di YouTube inovasi-inovasi gitu, percobaan itu selaman enam bulan. Dan Alhamdulillah sekarang bisa mangkal disini, tidak seperti dulu yang harus keliling," tutur Yoga (17/07/2023).


Hasil inovasinya tersebut, kini dawet susu milik Yoga dalam waktu sehari bisa menghabiskan sekitar 400 hingga 500 porsi. Menurutnya masyarakat lebih suka dawet susu dari pada dawet santai pada umumnya. 


"Awalnya juga tidak menyangka bakal seperti ini, dan ini adalah bukti dari kegigihan dan ketekunan dalam berbisnis," ucapnya.


Tidak hanya berhenti disitu, kedepannya Yoga merencanakan untuk membuat varian dawet. Dirinya ingin mengganti gula merah pada dawet dengan powder coklat agar pecinta coklat dapat menikmati sensasi baru dan berbeda ini.


"Ini saya juga sedang melakukan planning untuk varian Milo, red Velvet, dan varian yang lain, agar dawet saya ini bisa tetap eksis di tengah banyaknya varian minum yang lain," terangnya.


Inovasi dawet susu ini telat ramai diburu oleh masyarakat sejak tiga bula yang lalu. Yoga berharap usaha dawetnya ini akan lebih banyak cabang dan franchise, sehingga dawet yang hanya dianggap sebagai minuman tradisional akan menjadi minuman yang memiliki banyak penggemar, tidak hanya dari kalangan orang tua.



Reporter : Nad

Editor : Renan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Mengenal lebih jauh nitisemito di museum kretek kudus

  Salah satu pengunjung yang terlihat tertarik memandangi patung nitisemito Mengenal lebih jauh sosok nitisemito di museum kretek kudus  Patung yang berada didalam museum kretek kudus tampak seperti bapak bapak mengenakan kacamata bulat dan corak patung itu sendiri berwarna abu abu tua,  patung setengah badan lelaki tua yang dipanggil Nitisemito itu berdiri anggun, dari jendela rumahnya, seolah memberi salam, dan menceritakan kisah pendek hidupnya. Posisinya di sebelah kiri pintu masuk, tempat pengunjung mengawali eksplorasi isi museum. Museum kretek kudus ini merupakan museum yang berada di Jl. Getas Pejaten No.155, Getas, Getas Pejaten, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.  Lokasi nya sangat strategis dan sangat mudah dijangkau untuk siapapun, jika kalian ingin memasuki museum kretek kudus kalian cukup hanya membayar Rp.4000/orang. Cukup murah dan sangat terjangkau untuk mahasiswa seperti saya yang uang nya masih pas pas an. Museum Rokok kretek kudus ini tidak ...

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...