Langsung ke konten utama

Fatayat NU Kudus, Hidupkan Semangat Organisasi Remaja Mijen Kaliwungu Kudus

 
Foto bersama anggota Fatayat NU Mijen. Foto : (Nor Rohim/Reporter)


Kudus, Suara Terkini Muria - Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) kembali memperlihatkan kepeduliannya terhadap pembangunan generasi muda dengan menghidupkan semangat organisasi remaja di Mijen Kaliwungu, Kudus. Melalui berbagai kegiatan yang inspiratif dan memberdayakan, Fatayat NU berhasil membangkitkan semangat dan menggerakkan organisasi remaja setempat untuk berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan diri dan masyarakat.

Dalam rangka mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan semangat kebersamaan, Fatayat NU telah menginisiasi serangkaian kegiatan yang menggugah semangat para remaja Mijen Kaliwungu. Dalam beberapa bulan terakhir, mereka menyelenggarakan berbagai pelatihan, lokakarya, dan diskusi interaktif yang bertujuan untuk membantu remaja menemukan potensi dan bakat mereka serta mengasah kemampuan kepemimpinan.

Salah satu program unggulan Fatayat NU yang telah memotivasi para remaja adalah "Mijen Kaliwungu Youth Action". Program ini memberikan kesempatan bagi para remaja untuk mengembangkan proyek-proyek kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat setempat. Mereka didorong untuk merencanakan dan melaksanakan berbagai inisiatif seperti kegiatan sosial, kegiatan lingkungan, atau program pengembangan diri yang relevan dengan kebutuhan komunitas mereka.

Fatayat NU juga memberikan dukungan dan pendampingan kepada organisasi remaja di Mijen Kaliwungu. Mereka membantu dalam menyusun program kerja, melaksanakan pelatihan kepemimpinan, dan memberikan saran serta arahan bagi pengembangan organisasi tersebut. Dengan adanya dukungan ini, organisasi remaja di Mijen Kaliwungu semakin termotivasi untuk berperan aktif dalam mewujudkan visi dan misi mereka.

Selain itu, Fatayat NU juga berperan dalam membangun kebersamaan dan menjalin silaturahmi antarorganisasi remaja di Mijen Kaliwungu. Mereka mengadakan pertemuan rutin, diskusi, dan kegiatan kolaboratif agar para remaja dapat saling bertukar pengalaman, memperluas jaringan, serta meningkatkan solidaritas dalam mencapai tujuan bersama.

"Sebagai Ketua Fatayat NU, kami berkomitmen untuk memberdayakan perempuan muda dan organisasi remaja, termasuk di Mijen Kaliwungu Kudus. Kami percaya bahwa mereka memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat. Melalui berbagai kegiatan dan dukungan yang kami berikan, kami ingin membantu mereka menemukan dan mengembangkan bakat serta keterampilan kepemimpinan yang mereka miliki. Kami berharap bahwa semangat dan semangat kolaborasi ini akan terus membara dan membawa manfaat bagi remaja dan komunitas di Mijen Kaliwungu. Bersama-sama, kami dapat menciptakan masa depan yang lebih baik dan berdaya bagi generasi muda," ujar ketua Fatayat NU Mijen.

Dengan semangat yang membara, Fatayat NU telah berhasil memotivasi dan menggerakkan organisasi remaja di Mijen Kaliwungu untuk menjadi agen perubahan yang aktif dalam memajukan diri sendiri dan masyarakat. Melalui berbagai program dan dukungan yang diberikan, Fatayat NU memberikan dorongan yang kuat bagi remaja Mijen Kaliwungu untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik.


Reporter : Rohim
Editor : Nad 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...