Langsung ke konten utama

Feature Kisah: Mahasiswa Teladan

Jarwani saat wisuda tahun 2023 (Izza)

 


Kudus, Suara Terkini Muria- Namanya Jarwani Linda Listik Safitri, namun ia kerap dipanggil Mbak Jar. Katanya selama masa kuliah waktu tidak dapat diputar dua kali, maka baginya mahasiswa yang lulus 3,5 tahun dengan menyandang gelar cumlade itu memkasimalkan waktunya. 

Begitulah hal yang dilakukan jarwani 22 alumni Mahasiswa IAIN Kudus 2023  lulusan kemarin  yang membuatnya disiplin dalam memanage waktu, karena ketika ia masih menjadi mahasiswa sedang menyandang sebagai ketua HMPS KPI sekaligus bekerja secara freelance.

Selama masa perkuliahan pelan-pelan Ia belajar menggunakan skala prioritas yaitu urgensi posisi dan waktu. Nah mulai dari situlah ia paham bahwa memanage waktu itu bukan langsung secara instan akan tetapi butuh kesabaran dan harus dilakukan secara disiplin di setiap harinya. Menurutnya lebih baik dikerjakan sedikit demi sedikit namun konsisten, dari pada harus berlari di ujung waktu.

“ Jujur, kalau ditanya tidak keteteran atau sempoyongan, saya juga pernah ada di faseitu. Tapi saya belajar untuk bisa lebih memanajemen diri dengan melakukan skala prioritas” kata Jarwani 

Skala prioritas telah diatur Jarwani mulai urgensi, posisi dan waktu. Hal apa yang perlu dilakukan dan seberapa penting hal tersebut untuk mendapatkan penyelesaian, kelompok ini masuk dalam urgensi dalam manajemen Jarwani. Posisi, pada suatu waktu bagaimana ia memosisikan dirinya supaya tujuan yang ia prioritaskan tidak tergeser. 

Paling akhir baginya adalah waktu, membuat to do list yang artinya menerapkan hal pertama yang ia lakukan merupakan tidak efektif. Baginya ada satu yang dapat memaksa semangatnya untuk segera melakukan apa yang ada di depan mata. Mengerjakan sesuai deadline. 

Jarwani mengatur kehidupan sedemikian rupa mulai dari metode belajar, hubungan pertemanan hingga gaya belajar. Keseimbangan yang ia bangun membantunya menempuh 3,5 tahun dengan sandang cumlade. 

Namun bukan sekedar metode belajar semata, ada bagian terpenting setidaknya bagi Jarwani mampu dianggap mahasiswa teladan. Berupa pertemanan yang dapat mempengaruhi pola belajarnya. Ia tahu bahwa memiliki pertemanan yang fokus pada hal postive akan membantunya mengarah pada hal positiv juga. 

Jarwani mengungkapkan bahwa  relasi pertemanan dapat  menyebabkan kebaikan dan kejahatan secara bersamaan. Artinya, jika kita berteman dengan orang baik, kita juga menjadi orang baik, dan sebaliknya, jika kita berteman dengan orang jahat, kita juga menjadi orang jahat. Dari keinginan untuk menjadi sahabat inilah yang disebut persahabatan berkembang. 

Persahabatan bekerja untuk mahasiswa dengan cara yang sama seperti fase masa kanak-kanak, yaitu memberikan kesempatan untuk belajar bagaimana mengelola perilaku sosial, mengembangkan keterampilan dan minat yang sesuai dengan usia, dan berbagi masalah dan perasaan yang sama. Kualitas  relasi pertemanan pada masa remaja memang sangat penting untuk diperhatikan. 

Kualitas relasi  pertemanan masa remaja lebih besar pengaruhnya terhadap perkembangan psikologis mahasiswa, jumlah pertemanan, atau kestabilan pertemanan. Berteman dalam dunia perkuliahan seperti pisau bermata dua, ada manfaat dan tidaknya. Artinya, kita bisa saja menjadi lebih baik atau stuck. 

Jarwani memiliki pandangan pada hal yang perlu dilakukan dalam membangun pertemanan di dunia kampus adalah sebelum itu lakukan proteksi diri/ membangun batasan diri. Apa yang perlu dilakukan dan apa yang tidak. Kemudian, mau modelnya dengan konsep pertemanan jangan ada kata rugi, kita harus tahu apa yang bisa menjadi jaminan kita agar dapat menjadi teman seseorang. Contoh sederhana, kesetiaan dan ketersediaan diri. Kemudian, pahami tujuan kita ingin mencari teman. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Mengenal lebih jauh nitisemito di museum kretek kudus

  Salah satu pengunjung yang terlihat tertarik memandangi patung nitisemito Mengenal lebih jauh sosok nitisemito di museum kretek kudus  Patung yang berada didalam museum kretek kudus tampak seperti bapak bapak mengenakan kacamata bulat dan corak patung itu sendiri berwarna abu abu tua,  patung setengah badan lelaki tua yang dipanggil Nitisemito itu berdiri anggun, dari jendela rumahnya, seolah memberi salam, dan menceritakan kisah pendek hidupnya. Posisinya di sebelah kiri pintu masuk, tempat pengunjung mengawali eksplorasi isi museum. Museum kretek kudus ini merupakan museum yang berada di Jl. Getas Pejaten No.155, Getas, Getas Pejaten, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.  Lokasi nya sangat strategis dan sangat mudah dijangkau untuk siapapun, jika kalian ingin memasuki museum kretek kudus kalian cukup hanya membayar Rp.4000/orang. Cukup murah dan sangat terjangkau untuk mahasiswa seperti saya yang uang nya masih pas pas an. Museum Rokok kretek kudus ini tidak ...

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...