Langsung ke konten utama

Festival Plumpatan Haul RM. Datuk Singoproyo Adipati Citrosumo 2, Angkat Beberapa Unsur

Penampilan Festival Hadroh dari peserta. Foto : Aisyah Hasna


Kudus, Suara Terkini Muria - Festival Plumpatan yaitu rangkaian acara dari Haul RM. Datuk Singoproyo Adipati Citrosumo 2. Kegiatan ini berjalan selama 3 hari yaitu mulai tanggal 7 – 9 Juli 2023 bertempatan di Desa Gondang Manis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. 

Terdapat beberapa rangkaian acara yang ikut memeriahkan festival tersebut, diantaranya Festival Hadroh, pengobatan alternatif, lomba mewarnai, lomba hafalan doa dan surat pendek, lomba albarjanji dan puncaknya yaitu kirab. Pada hari pertama festival plumpatan ini diisi dengan pembukaan dan festival hadroh. Sedangkan pada hari kedua terdapat pengobatan alternatif dan beberapa lomba. 

Haul RM. Datuk Singoproyo Adipati Citrosumo 2 mengangkat beberapa unsur pendidikan, sosial, kebudayaan dan ekonomi. Kegiatan ini dibuat sederhana namun meriah, karena persiapan waktunya yang singkat. 

Muhammad Zihrul Abdul Naim, selaku Ketua Panitia ungkapkan bahwa persiapan kegiatan ini dilalukan dengan tempo sangat singkat. Meskipun demikian, tujuan utamanya tak lain untuk membahagiakan panitia dan masyarakat sekitar supaya tidak melupakan sejarah yang ada. 

“Persiapan kegiatan ini hanya dilakukan selama 1 bulan lebih sedikit. Meskipun demikian, kita membuatnya dengan sesederhana dan semeriah mungkin yang mana panitia maupun masyarakat senang dengan kegiatan itu. Terlepas dari itu, kita juga mengedukasikan supaya mereka para generasi muda sekarang untuk tidak melupakan sejarah,” ujarnya pada Jum’at, (07/07/2023) 

Sedangkan untuk festival hadroh ini  bersifat umum dan free htm. Kuota peserta dari festival hadroh ini maksimal 10 grup dan anggota pergrup maksimal 15 orang. Meskipun bersifat umum, namun mereka memprioritaskan warga desa setempat terlebih dahulu yang mengikutinya. Karena terdapat banyak masjid maupun mushola dan memiliki jamiyyah rebana semua diberdayakan. 

“Sifat dari lomba ini memanglah umum, namun kita berusaha untuk memprioritaskan warga sekitar terlebih dahulu. Hal tersebut kami lakukan karena di Gondang Manis ini terdapat  banyak masjid maupun mushola dan setiap tersebut memiliki jamiyyah rebana semua yang diberdayakan,” tambahnya. 

Kegiatan ini bisa berjalan dengan sedemikian rupa karena tak lain adanya kerjasama dengan beberapa stakeholder, mengambil proposal dari beberapa perusahaan dan juga ada beberapa donatur tetap.

“Jadi kita memang mengupayakan dengan sedemikian rupa karena terdapat pesan dari P3B Menara yaitu Gus Nayin Najib acara haul jangan sampai mengemis dana. Kemudian kita buatlah kerjasama dari masyarakat yaitu berupa sodaqoh melalui blangko arwah, baru setelah itu  mendoakan para arwah tersebut,” ujarnya. 

Harapan kedepan bisa lebih baik lagi dan berusaha untuk menggait masyarakat yang budayanya sudah beda. Selain itu menanamkan kembali budaya yang ditinggalkan mbah datuk yang kini sudah agak pudar. Maka dari itu diangkatlah beberapa unsur tersebut supaya mengenalkan kembali kepada generasi muda dengan budaya, sejarah, dan asal usul desa.

Reporter: Hasna
Editor: Maidah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...

Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam

  Menikmati pemandangan alam hijau dari astana hinggil Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam Astana Hinggil Jepara merupakan destinasi wisata menarik yang terletak di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas mencapai 10 hektar, tempat wisata ini berada di lereng Gunung Muria dengan ketinggian antara 600 hingga 700 meter di atas permukaan laut. Pemandangan pegunungan yang hijau dan masih alami membuat Astana Hinggil Jepara menjadi tempat liburan yang sempurna bagi keluarga, teman, maupun pasangan Anda. Diresmikan pada Februari 2022 lalu, tempat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan, terutama saat akhir pekan dan hari libur nasional.  Astana Hinggil Jepara dilengkapi dengan berbagai fasilitas wisata yang mendukung. Salah satunya adalah spot-spot foto yang hits dan instagramable. Tempat ini cocok untuk mengabadikan momen indah Anda dalam berbagai foto yang menarik untuk dibagikan di media sosial. A...

Cita Rasa Pecel Pakis Khas Colo

  Penampakan pecel pakis dengan bakwan. Foto : (istimewa) Kudus, Suara Terkini Muria - Pecel pakis khas Colo, hidangan lezat yang terkenal dari Jawa Tengah, Kudus tepatnya berada di Desa Colo kawasan muria. Pecel pakis terus memikat lidah para pecinta kuliner di seluruh negeri. Dengan cita rasa khasnya yang gurih, pedas, dan segar, pecel khas Colo menjadi primadona dalam dunia kuliner Indonesia. Pecel pakis khas Colo memikat perhatian dengan sambal kacangnya yang sangat istimewa. Terbuat dari bahan-bahan segar seperti kacang tanah, cabe rawit, bawang putih, gula merah, garam, dan air jeruk nipis, sambal kacang ini memberikan sentuhan rasa yang tak terlupakan. Rempah-rempah pilihan yang digunakan dalam sambal kacang ini memberikan aroma dan cita rasa yang khas, menjadikan pecel pakis khas Colo begitu istimewa. Hidangan ini terdiri dari beragam sayuran segar seperti kubis, kecambah, daun kemangi, bayam, dan sayuran lainnya yang direbus atau dikukus dengan sempurna. Kemudian, sayuran...