Langsung ke konten utama

Grebeg Besar Demak Membawa Berkah Bagi Penjual Gerabah


Grebeg Besar Demak Membawa Berkah Bagi Penjual Gerabah, foto(nanda)


Demak, Suara Terkini Muria - Pada hari Minggu, warga Demak kembali merayakan tradisi tahunan yang tak terlupakan, yakni Grebeg Besar Demak. Acara yang digelar setiap tahun ini berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung yang memadati kawasan sekitar pusat kota. Tidak hanya menjadi perayaan budaya yang meriah, Grebeg Besar Demak juga membawa berkah bagi para penjual gerabah yang berjualan di sekitar lokasi acara.

Grebeg Besar Demak merupakan festival yang diadakan untuk memperingati hari lahirnya kerajaan Islam Demak, sebuah kerajaan yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Indonesia pada abad ke-15. Festival ini diisi dengan berbagai kegiatan budaya dan tradisional, termasuk prosesi kirab keliling kota oleh ratusan warga setempat.

Salah satu kelompok yang merasakan manfaat dari Grebeg Besar Demak adalah para penjual gerabah yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Mereka memanfaatkan momen ini untuk mempromosikan produk gerabah khas Demak yang terkenal dengan keindahan dan kualitasnya.

"Setiap tahun, kami menunggu Grebeg Besar Demak dengan harapan bisa meningkatkan penjualan gerabah kami. Acara ini merupakan kesempatan emas untuk menarik perhatian pengunjung yang datang dari berbagai daerah," kata Slamet, salah satu penjual gerabah pada Rabu, (05/07/2023)

Dengan kehadiran ribuan pengunjung yang berdatangan, para penjual gerabah berhasil memperoleh keuntungan yang signifikan selama festival berlangsung. Permintaan akan gerabah Demak meningkat drastis, baik dari pengunjung lokal maupun wisatawan yang sengaja datang untuk menyaksikan Grebeg Besar Demak.

"Pasar gerabah kami selalu ramai saat Grebeg Besar Demak. Saya bahkan harus menambah stok gerabah demi memenuhi permintaan pelanggan," tambah Slamet dengan senyuman.

Tidak hanya penjualan gerabah, Grebeg Besar Demak juga memberikan dampak positif bagi industri kerajinan lokal. Para penjual makanan dan minuman tradisional juga mengalami peningkatan penjualan yang signifikan selama acara berlangsung.

Pemerintah setempat pun memberikan apresiasi atas keberhasilan acara ini dalam mendukung perekonomian lokal. "Grebeg Besar Demak tidak hanya menjadi perayaan budaya yang berharga, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Kami berharap tradisi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi semua pihak," ujar Budi Santoso, Bupati Demak.

Dengan berakhirnya Grebeg Besar Demak tahun ini, para penjual gerabah dan industri kerajinan lokal lainnya akan terus bersemangat menghadapi tantangan dan kesempatan baru untuk mengembangkan usaha mereka. Grebeg Besar Demak telah membuktikan bahwa kegiatan budaya dan tradisional tidak hanya


Reporter : Nafi

Editor : Aisyah Hasna 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...