Suasana jual-beli di salah satu pemilik warung Desa Panjang, Kecamatan Bae
Foto: Nur Maidah (6/7/2023)
Kudus, Suara terkini muria - Harga bahan baku seperti bawang merah,cabai, dan bawang putih kini tengah mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Pasalnya banyak ibu-ibu yang kesulitan mengatur uang belanja mereka karena situasi ini. Para penjual dan pembeli kini sedang berusaha untuk berjuang menyesuaikan diri dengan kenaikan harga yang tengah dialami.
Kenaikan sejumlah bahan baku ini diakibatkan adanya faktor musim kemarau. Hal ini berdampak pada kualitas bahan yang kurang bagus dan gampang layu. Selain itu, naiknya harga sembako juga dipengaruhi oleh rendahnya nilai mata uang.
Dampak dari kenaikan sejumlah harga sembako ini banyak dirasakan masyarakat dengan pendapatan rendah. Mereka harus mengalokasikan sebagian besar pendapatan mereka hanya untuk membeli makanan, meninggalkan sedikit ruang untuk kebutuhan lainnya seperti pendidikan dan kesehatan.
Suwondo sebagai pedagang di salah satu warung yang berlokasi di Desa Panjang, Kecamatan Bae dirinya mengatakan “ banyak ibu-ibu yang sedikit kesal akibat kenaikan bahan baku ini mbak. Seperti bawang-bawangan yang biasanya harganya 31.000 Rupiah kini menjadi 35.000 Rupiah”. Kata Suwondo kepada tim suaraterkinimuria ketika diwawancarai pada Kamis, (6/7/2023).
“ Saya radak kesulitan mengatur uang belanja karena adanya peningkatan sejumlah harga sembako ini. Walaupun seribu, dua ribu naiknya, bagi ibu-ibu tuh sangat berarti kan ya. Apalagi masih banyak kebutuhan lain juga yang harus diutamakan”. Ujar Ulil sebagai ibu-ibu muda pembeli.
Ulil berharap walaupun harganya naik seribu, dua ribu agar cepat normal kembali. Pasalnya banyak kebutuhan lain juga yang harus diutamakan. Namun dirinya tidak begitu sedih, karena dirinya percaya bahwa rezeki sudah ada yang mengatur.
Walaupun seperti itu bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat sambal seperti cabai, bawang merah,bawang putih, dan tomat masih menjadi primadona karena biasanya paling dicari oleh ibu-ibu.
Pembeli memang mengeluh karena harus mengeluarkan budget lebih tiap belanja, tapi nyatanya mereka tidak mengurangi stok belanja seperti hari-hari sebelumnya. Para penjual sayur berharap agar pemerintah untuk tidak menaikkan terus harga barangnya. Karena kasihan para pedagang kecil jika harus melambung harganya.
Editor : Erna
Reporter : Maidah

Komentar
Posting Komentar