Langsung ke konten utama

Inovatif, Olah Kentang Jadi Donat Kekinian

Taufik sedang melayani pembeli donat kentang yang memiliki tekstur lembut dan rasa yang lebih gurih. Foto : (Qotrun Nada/Reporter)



 Kudus, Suara Terkini Muria - Tidak seperti biasanya olahan donat hanya dari tepung, Taufik menjadikan kentang sebagai bahan utama membuat donat. Pria berusia 45 tahun itu memerlukan waktu dua tahun untuk melakukan percobaan agar mendapatkan donat dengan cita rasa yang enak.

Bisnis donat pertama kali dijalani Taufik dari tahun 2019, awalnya ia membuat donat dengan olahan biasa. Tetapi seiring berjalannya waktu Taufik melakukan percobaan agar donat yang dibuatnya berbeda dengan cita rasa yang unik, maka dibuatlah donat dengan bahan utama kentang. Menurutnya, donat kentang memiliki rasa yang lebih gurih dan lembut.

"Kalau yang pecinta donat, kemudian mencoba donat kentang ini saya yakin pasti langsung jatuh cinta. Karena donat kentang itu memiliki tekstur yang berbeda," terang Taufik (10/07/2023).

Lebih lanjutnya, Taufik menjelaskan bahwa membuat donat kentang seperti membuat donat pada umunya, bedanya bahan baku utama yang dipakai berupa kentang yang telah direbus kemudian dihaluskan. Sedangkan harga yang dipatok untuk donat kentang terbilang murah, yaitu Rp 1500 hingga Rp 5000 tergantung pesanan.

"Kalau di rumah itu saya juga jualan online, dan alhamdulillah banyak pembeli yang suka dengan donatnya, mungkin karena unik dan berbeda dari biasanya," ucapnya.

Uniknya donat yang buat Taufik tidak hanya bertopik coklat saja, tetapi ia memodifikasi dengan membuat donat karakter dari tokoh kartun. Sehingga hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi donat buatan Taufik, agar semakin banyak pembeli.

"Kalau toping meses itu saya bandrol mulai 2000 rupiah, kalau yang toping coklat itu mulai 2500 rupiah ke atas, kalau ukuran donat tergantung permintaan pembeli juga, mau kecil atau besar ada," terangnya.

Sementara itu, Faizatul Aliyah mengaku kali pertama menyicipi donat kentang, walaupun harganya terbilang murah tetapi rasanya tidak mengecewakan. Menurutnya inovasi semacam ini harus terus dilakukan untuk pengembangan kuliner, khususnya donat.

"Enak donatnya, rasanya tidak bikin eneg dan cocok sebagai teman ngobrol," terangnya.

Lebih lanjutnya, Faiza (sapaan akrabnya) merasa tertarik dengan olahan donat dari kentang, baginya ini bentuk dari kreativitas yang harus ditiru oleh generasi muda lainnya. Sehingga keberadaan kuliner di Indonesia juga dapat terus mengikuti trend zaman dengan melakukan inovasi.


Reporter : Nad
Editor : Nanda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Mengenal lebih jauh nitisemito di museum kretek kudus

  Salah satu pengunjung yang terlihat tertarik memandangi patung nitisemito Mengenal lebih jauh sosok nitisemito di museum kretek kudus  Patung yang berada didalam museum kretek kudus tampak seperti bapak bapak mengenakan kacamata bulat dan corak patung itu sendiri berwarna abu abu tua,  patung setengah badan lelaki tua yang dipanggil Nitisemito itu berdiri anggun, dari jendela rumahnya, seolah memberi salam, dan menceritakan kisah pendek hidupnya. Posisinya di sebelah kiri pintu masuk, tempat pengunjung mengawali eksplorasi isi museum. Museum kretek kudus ini merupakan museum yang berada di Jl. Getas Pejaten No.155, Getas, Getas Pejaten, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.  Lokasi nya sangat strategis dan sangat mudah dijangkau untuk siapapun, jika kalian ingin memasuki museum kretek kudus kalian cukup hanya membayar Rp.4000/orang. Cukup murah dan sangat terjangkau untuk mahasiswa seperti saya yang uang nya masih pas pas an. Museum Rokok kretek kudus ini tidak ...

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...