Potret jarwani saat wisuda
Tgl 4 ikiloh
Jarwani,Mahasiswa berprestasi dalam bidang konseling dan berorganisasi
Mahasiawa Berprestasi dalam bidang Konseling & Berorganisasi
Begitulah hal yang dilakukan jarwani 22 alumni Mahasiswa IAIN Kudus 2023 lulusan kemarin yang membuatnya disiplin dalam memanage waktu, karena ketika ia masih menjadi mahasiswa sedang menyandang sebagai ketua HMPS KPI sekaligus bekerja secara free- lance. Selama masa perkuliahan pelan-pelan Ia belajar menggu- nakan skala prioritas yaitu urgensi posisi dan waktu. Nah mulai dari situlah ia paham bahwa mema- nage waktu itu bukan langsung secara instan akan tetapi butuh kesabaran dan harus dilakukan secara disiplin di setiap harinya. Menurutnya lebih baik dikerjakan sedikit demi sedikit namun kon- sisten, dari pada harus berlari di ujung waktu.
Jujur, kalau ditanya tidak keteteran atau sempoyongan, saya juga pernah ada di fase itu. Tapi saya belajar untuk bisa lebih mem- anajemen diri dengan melakukan skala prioritas.ujarnya.
terdapat 3 hal skala pri- oritas yaitu urgensi, posisi, dan waktu. yang pertama Urgensi itu kepentingannya, apakah memang sangat-sangat perlu dilakukan saat itu juga dan impact-nya apa untuk
QUOTE
Waktu tidak bisa diputar 2 kali, dan kita tidak pernah tahu seberapa banyak kita diberiwaktu, maka lakukanlah sebaik-baiknya aktivitas.
memilih hal tersebut. suatu hari pernah mening- galkan kegiatan organisasi untuk kuliah karena memang merasa sangat butuh perkuliahan terse- but, dan dari dilain haripun pernah meninggalkan perkuliahan karena ada tanggung jawab organisasi yang tidak bisa ditinggal. Namun memang sejauh ini, karena organisasi yang digeluti adalah organ- isasi basis pengembangan kreativitas prodi, jadi dosen tidak terlalu mempermasalahkan itu asal- kan bertanggung jawab terhadap tugasnya sebagai mahasiswa. yang kedua posisi, apakah keberadaan, jika sangat dibutuhkan sehingga tidak bisa digan- ti? Nah, melanjutkan dari alasan itu selalu bisa izin dari dua hal tersebut, baik dalam kuliah ataupun organisasi. Ia akan memprioritaskan posisi atau kondisi yang dibutuhkan. Ketika dalam proses mengerjakan skripsi, Ia masih menjadi ketua or- ganisasi namun dari itu memiliki tanggung jawab mengerjakan skripsi. Maka, ketika ada jadwal me- dia partner/event organisasi, Ia lebih mempriori- taskan organisasi karena memang dibutuhkan di sana. Namun masih merasa bertanggung jawab se- bagai mahasiswa, maka tetap mengerjakan skripsi, biasanya dilakukan ketika malam dan melakukan bimbingan secara rutin sesuai yang dijadwalkan dosen pembimbing. selanjutnya yang ketiga wak- tu, hal ini memang perlu dipahami. Jadi dari pada membuat to do list, lebih baik lakukan pekerjaan yang mendekati. Bukan berarti menunda-nunda

Komentar
Posting Komentar