Langsung ke konten utama

JQH Asy Syauq Salah Satu UKM Yang Diminati Mahasiswa IAIN Kudus


Suasana latihan rebana jqh asy-syauq. Foto (Erna/reporter)


Kudus, Suara Terkini Muria - 4 juli 2023, Jqh Asy-Syauq salah satu UKM di bawah naungan IAIN Kudus, UKM JQH berdiri pada tanggal 23 Maret 1996 di mana di kala itu para mahasiswa IAIN Kudus yang menyukai seni rebana berkumpul dan membuat komunitas yang awalny tanpa nama di STAIN kidis kala itu dan ahirnya di ubah menjadi JQ ayu Jam'iyyatul Qurro'. Awalnya UKM JQ tidak memiliki nama dan logo, setelah menerima study banding dari UIN Walisongo Semarang kala itu JQH Al-Fasya UIN Walisongo Semarang pada tahun 2007 yang datang untuk mengunjungi JQ STAIN Kudus pada waktu itu membuat para pengurus jq berpikir untuk memberikan sebuah nama dan membuat sebuah logo. Ada beberapa usulan nama waktu itu namun waktu itu terpilih lah nama Asy-Syauq. Dan akhirnya di resmikan menjadi UKM JQ ASY-SYAUQ. Dan karena anak anak Reban banyak yang menghafal Alqur'an pada tahun 2009 akhirnya dari nama JQ Asy-Syauq diubah menjadi JQH ASY-SYAUQ. JQH ASY-SYAUQ merupakan UKM yang menaungi 5 Seni Islam yaitu Rebana, Tilawah, Tahfidz, Rebana, Qurro' dan Kaligrafi. Akan tetapi yang lebih mendominan yaitu divisi rebana dalam UKM JQH ASY-SYAUQ dimana terbagi menjadi 4 grup Hadroh, awalnya grup rebana ini hanya terdiri dari beberapa mahasiswa yang menyukai rebana dan mendapatkan undangan dari luar kampus. Namun bingung karena belum memiliki nama untuk grup tersebut dan diadakan forum untuk membahas hal tersebut dengan para alumni dan ahirnya agar lebih mudah nama grup rebana tersebut yaitu ASY-SYAUQ itu sendiri.


Seseorang yang paling berpengaruh dalam proses berdirinya UKM JQH ASY-SYAUQ yaitu bapak Ahmad Mushofa atau sering di panggil Gus Shoffa. Adalah seorang alumni dan juga oemcipta lagu dari album Asy-Syauq dan mahbubee. Yang man abeliau merupakan seseorang yang cukup di kenal di JQH sebagai penasihat jqh Asy-Syauq. Seiring berjalannya waktu bukan hanya grup Hadroh laki-laki yang mendapat kak undangan dari luar kampus namun juga perempuan. Karen Asy-Syauq berarti kerinduan makan para alumni sepakat untuk menamai grup tersebu Laskar Mahbubee yaitu mahbubee yang berarti cinta. Setelah terbentuknya dia grup Hadroh tersebut. Namun tidak berhenti di situ saja UKM JQH ASY-SYAUQ pun menambah dua grup junior untuk undangan di dal kampus yaitu Jaqufa dan Jaqufi. Jaqufa merupakan adik-adik dari Asy-Syauq dan Jaqufi merupakan adik-adik dari laskar mahbubee yang nanti nya akan di naikkan menjadi member Asy-Syauq dan mahbubee melalui open recrutmen. Memilih aliran rebana kontemporer bertajuk bebas yang mana rumus rumus dari Asy-Syauq tidak dapat di jumpai di grup Hadroh lain, karena cirikhas yang ada dalam rumus ketukan itu sendiri hanya dapat di dengar dari grup Jqh Asy-Syauq.


Aganeda dalam UKM JQH sendiri yang paling terbesar yaitu Milad JQH. Pada tahun 2016 JQH owrtama kali menggebrak IAIN Kudus dengan acara milad secara besar-besaran karena sejak awal.pwriode kepemguypara pengurus sudah di tamankna maindsed bahwasanya jika membuat acara itu jangan setengah-setengah atau hanya gitu gitu aja, tapi buatlah acara yang bisa di kenang dan jug ameriah untuk merayakan hari lahir jqh. Dan sejak tahun 2016 itu hingg saat ini jqh selalu mengadakan acara milad yang tidak main-main namun benar-benar mengadakan acara dan merayakan hari lahir jqh Asy-Syauq dengan meriah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...

Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam

  Menikmati pemandangan alam hijau dari astana hinggil Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam Astana Hinggil Jepara merupakan destinasi wisata menarik yang terletak di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas mencapai 10 hektar, tempat wisata ini berada di lereng Gunung Muria dengan ketinggian antara 600 hingga 700 meter di atas permukaan laut. Pemandangan pegunungan yang hijau dan masih alami membuat Astana Hinggil Jepara menjadi tempat liburan yang sempurna bagi keluarga, teman, maupun pasangan Anda. Diresmikan pada Februari 2022 lalu, tempat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan, terutama saat akhir pekan dan hari libur nasional.  Astana Hinggil Jepara dilengkapi dengan berbagai fasilitas wisata yang mendukung. Salah satunya adalah spot-spot foto yang hits dan instagramable. Tempat ini cocok untuk mengabadikan momen indah Anda dalam berbagai foto yang menarik untuk dibagikan di media sosial. A...

Cita Rasa Pecel Pakis Khas Colo

  Penampakan pecel pakis dengan bakwan. Foto : (istimewa) Kudus, Suara Terkini Muria - Pecel pakis khas Colo, hidangan lezat yang terkenal dari Jawa Tengah, Kudus tepatnya berada di Desa Colo kawasan muria. Pecel pakis terus memikat lidah para pecinta kuliner di seluruh negeri. Dengan cita rasa khasnya yang gurih, pedas, dan segar, pecel khas Colo menjadi primadona dalam dunia kuliner Indonesia. Pecel pakis khas Colo memikat perhatian dengan sambal kacangnya yang sangat istimewa. Terbuat dari bahan-bahan segar seperti kacang tanah, cabe rawit, bawang putih, gula merah, garam, dan air jeruk nipis, sambal kacang ini memberikan sentuhan rasa yang tak terlupakan. Rempah-rempah pilihan yang digunakan dalam sambal kacang ini memberikan aroma dan cita rasa yang khas, menjadikan pecel pakis khas Colo begitu istimewa. Hidangan ini terdiri dari beragam sayuran segar seperti kubis, kecambah, daun kemangi, bayam, dan sayuran lainnya yang direbus atau dikukus dengan sempurna. Kemudian, sayuran...