Langsung ke konten utama

Keajaiban Pemandangan Waduk Gembong Mewarnai Sore yang Indah


Keindahan waduk gembong di sore hari.
Foto (nanda)


Pati, Suara terkini muria- Waduk Gembong yang masih ada di kawasan gunung Muria, salah satu destinasi wisata alam yang terkenal di Indonesia, kembali menyajikan pemandangan yang memukau pada sore hari. Para pengunjung yang datang ke waduk tersebut disuguhi keindahan alam yang luar biasa dan nuansa romantis yang tak terlupakan.

Pada sore hari ini, sinar matahari yang memasuki fase senja melukiskan langit dengan warna-warni indah yang terpancar di permukaan waduk. Keemasan sinar matahari yang perlahan meredup menciptakan suasana yang menenangkan dan damai.

Di sekitar waduk, pepohonan hijau dan perbukitan yang memagari area waduk memberikan sentuhan alami yang memperindah pemandangan. Bayangan pepohonan dan gunung-gunung di kejauhan menciptakan kesan yang mempesona.

Saat matahari semakin merunduk di ufuk barat, warna langit berubah menjadi nuansa kemerahan yang memikat hati. Pantulan cahaya matahari di air waduk menciptakan kilauan yang memukau dan memantulkan keajaiban alam yang ada di sekitarnya.

Para pengunjung tak hanya bisa menikmati pemandangan alam yang menakjubkan, tetapi juga melakukan berbagai aktivitas rekreasi di sekitar waduk. Beberapa di antaranya adalah berjalan-jalan di tepi waduk sambil menikmati semilir angin sore, memancing ikan di perairan yang tenang, atau sekadar duduk santai sambil menikmati keindahan pemandangan.

Pengelola wisata, Agus mengatakan Waduk Gembong ramai wisatawan tiap momen libur panjang. Sebagian pengunjungnya dari luar Kabupaten Pati. "Hari ini lumayan ramai. Ramainya Sabtu dan Minggu, ada sekitar seribuan pengunjung dari mana-mana," kata Agus di lokasi, Jumat (12/7/2023).

Dia mengatakan, wisatawan di Waduk Gembong dipungut biaya masuk dan parkir yang murah meriah."Rp 1 ribu, sepeda motor Rp 2 ribu per motor. Biasanya buka jam 7 sampai lepas pengunjung sore hari," jelas Tono.

Salah satu wisatawan, Bapak budi, mengaku baru sekali ini berkunjung ke Waduk Gembong. Menurutnya, pemandangan di waduk ini indah karena berlatar Pegunungan Muria yang menjulang."Bagus ya, suasana adem, spot foto dari waduk latar belakang Pegunungan Muria," kata Budi di lokasi.

Manajer Waduk Gembong, Bapak Iwan Susanto, mengatakan, "Kami senang melihat antusiasme masyarakat yang terus berkunjung ke Waduk Gembong, terutama pada saat sore hari. Kami berusaha untuk menjaga keaslian dan keindahan alam di sekitar waduk agar tetap terjaga dan bisa dinikmati oleh generasi mendatang."

Tak heran jika Waduk Gembong menjadi destinasi favorit untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, pasangan, atau bahkan untuk kegiatan rekreasi sendiri. Keindahan alamnya yang memukau dan ketenangan yang ditawarkannya menjadikan waduk ini sebagai tempat yang sempurna untuk melarikan diri dari kesibukan kota dan menikmati momen indah dengan alam.

Bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan Waduk Gembong saat sore hari, diharapkan tetap menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Jaga sampah pada tempatnya dan hindari tindakan yang dapat merusak lingkungan sekitar.

Dengan keindahan alam yang memukau, Waduk Gembong siap menyambut pengunjung dari berbagai penjuru dunia untuk menikmati pesona yang tak terlupakan. Sore hari yang indah di Waduk Gembong akan selalu menjadi pengalaman yang menggetarkan hati dan meninggalkan kenangan yang tak terlupakan bagi siapa pun yang mengunjunginya.

Reporter: Nanda
Editor: Maidah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...

Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam

  Menikmati pemandangan alam hijau dari astana hinggil Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam Astana Hinggil Jepara merupakan destinasi wisata menarik yang terletak di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas mencapai 10 hektar, tempat wisata ini berada di lereng Gunung Muria dengan ketinggian antara 600 hingga 700 meter di atas permukaan laut. Pemandangan pegunungan yang hijau dan masih alami membuat Astana Hinggil Jepara menjadi tempat liburan yang sempurna bagi keluarga, teman, maupun pasangan Anda. Diresmikan pada Februari 2022 lalu, tempat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan, terutama saat akhir pekan dan hari libur nasional.  Astana Hinggil Jepara dilengkapi dengan berbagai fasilitas wisata yang mendukung. Salah satunya adalah spot-spot foto yang hits dan instagramable. Tempat ini cocok untuk mengabadikan momen indah Anda dalam berbagai foto yang menarik untuk dibagikan di media sosial. A...

Cita Rasa Pecel Pakis Khas Colo

  Penampakan pecel pakis dengan bakwan. Foto : (istimewa) Kudus, Suara Terkini Muria - Pecel pakis khas Colo, hidangan lezat yang terkenal dari Jawa Tengah, Kudus tepatnya berada di Desa Colo kawasan muria. Pecel pakis terus memikat lidah para pecinta kuliner di seluruh negeri. Dengan cita rasa khasnya yang gurih, pedas, dan segar, pecel khas Colo menjadi primadona dalam dunia kuliner Indonesia. Pecel pakis khas Colo memikat perhatian dengan sambal kacangnya yang sangat istimewa. Terbuat dari bahan-bahan segar seperti kacang tanah, cabe rawit, bawang putih, gula merah, garam, dan air jeruk nipis, sambal kacang ini memberikan sentuhan rasa yang tak terlupakan. Rempah-rempah pilihan yang digunakan dalam sambal kacang ini memberikan aroma dan cita rasa yang khas, menjadikan pecel pakis khas Colo begitu istimewa. Hidangan ini terdiri dari beragam sayuran segar seperti kubis, kecambah, daun kemangi, bayam, dan sayuran lainnya yang direbus atau dikukus dengan sempurna. Kemudian, sayuran...