Langsung ke konten utama

Kemacetan Lalu Lintas Akibat Proyek Pembangunan Jala


Suasana  kemacetan lalu lintas akibat proyek pembangunan jalan. Foto: Nur Maidah (5/7/2023)


Kudus, Suara Terkini Muria- Kemacetan lalu lintas di Desa Tanjung, Kecamatan Jati, kabupaten Kudus tengah terjadi pada Rabu (5/7/2023). Kemacetan terjadi pada jalur sebelum klenteng hingga depan pabrik Colombo . Setiap harinya, banyak kendaraan roda empat seperti mobil dan truk angkutan terjebak dalam antrian panjang yang mengganggu mobilitas dan menambah waktu perjalanan.

Faktor utama yang menyebabkan kemacetan ini adalah adanya pembangunan jalan yang belum kelar. Pembangunan jalan ini dilakukan guna menanggulangi terjadinya banjir yang terus-terusan menerjang ketika hujan tiba. Kondisi ini banyak dikeluhkan para pengguna jalan, pasalnya banyak memakan waktu perjalanan bagi mereka pengguna jalan.

Pada sisi kanan jalan terpasang beton yang menutupi satu hingga dua ruas jalan. Disepanjang jalan juga terdapat alat berat dan pekerja proyek sedang melakukan pekerjaannya masing-masing. Dampaknya, banyak pengendara mengalami antrean laju kendaraan mereka.

Selain ruas jalan yang sempit, aktivitas warga untuk  keluar masuk klenteng dan pom bensin juga tersendat. Hal ini mengakibatkan lamanya proses pemotongan jalan ketika mau masuk ke Klenteng maupun Pom Bensin. 

Menurut Ifah sebagai salah satu pengendara motor, kemacetan biasanya terjadi saat jam-jam keluar masuk pabrik. Dirinya mengatakan 

“ Jalanan ini biasanya  macet saat jam-jam masuk dan keluar pabrik. Seperti jam 07.00 pagi, jam 12.00 siang dan jam 16.00 sore. Karna jam itu biasanya keluar dan masuknya para pekerja pabrik. Tidak hanya pekerja pabrik seperti saya juga yang tiap harinya pulang jam 16.00 sore rada kesal ketika harus melewati padetnya kendaraan yang tiap harinya macet”. Ujar Ifah selaku pengendara motor ketika diwawancarai oleh tim suaraterkinimuria pada Rabu,5 Juli 2023.

Warga setempat berharap proyek pembangunan jalan ini cepat selesai. Pasalnya banyak diantara mereka mengeluh akibat cuaca panas yang disertai banyaknya polusi karna harus antre dibelakang kendaraan roda empat. Selain itu, pengeluaran bensin juga lebih bnayak daripada biasanya.

Salah satu pekerja proyek yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, “kami memahami ketidaknyamanan yang dialami oleh warga dan pengendara selama ini. Kami sedang bekerja keras untuk proyek ini dan secepat mungkin akan selesai. Kami usahakan”.

Kendati demikian, proyek pembangunan jalan raya ini tetap menunjukkan bahwa kemacetan lalu lintas sementara dapat menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan selama periode pembangunan infrastruktur.


Reporter: Mai

Editor : Aisyah Hasna 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...