Langsung ke konten utama

Kembali Merangkak Lagi Usai Pandemi, Usaha Kedai Bu Jus Raih Omset 1 Juta Perharinya

 

Terlihat pegawai sedang membuatkan es untuk pelanggan.
 Foto : Hasna


Kudus, Suara Terkini Muria – Usai pandemi yang berjalan kurang lebih 2 Tahun, kedai dengan konsep sederhana ini ternyata miliki banyak peminat. Kedai yang dikenal dengan sebutan Bu Jus ini tuai banyak menjual beragam jenis minuman instan. 

Kedai Bu Jus ini sudah buka mulai tahun 2004 hingga sekarang. Sedangkan pelanggannya ini kebanyakan dari pihak anak sekolah maupun pondok. Kedai ini terletak di Jalan KH Moh. Arwani Amin, Pejaten, Krandon, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus. 

Pemberian nama Bu Jus ini berasal dari para pembeli, yang mana dulunya memang sempat berjualan es jus buah. Namun seiring berjalannya waktu diganti dengan minuman praktis yang cepat dalam pembuatannya, jadi tidak membutuhkan banyak waktu. 

Casnifah, selaku Owner Kedai Bu Jus mengungkapkan bahwa berjualan jus ini membutuhkan banyak waktu. Sedangkan mayoritas pembeli ini memang dari kalangan siswa, mereka hanya memiliki waktu singkat untuk membeli makanan maupun minuman. 

“Dulu memang awalnya jualan jus buah, namun berjualan jus buah itu membutuhkan banyak waktu. Maksudnya yaitu buah tersebut harus dikupas terlebih dahulu, kemudian dipotong dan baru diblender dengan alat. Jadi membutuhkan banyak waktu untuk membuatnya, sementara siswa yang yang hendak beli ini hanya memiliki waktu singkat,” Tambahnya saat diwawancara pada Kamis, (20/07/2023)

Minuman praktis yang dijual ini seperti pop ice, good day, nutrisari, tea jus, hilo, es campur dan masih banyak lagi. Kisaran harganya yaitu mulai dari 1.500 ribu rupiah hingga kurang lebih 4.000 ribu rupiah. Tak hanya jual es saja, kedai bu jus ini juga menyediakan mie, nasi telor dan aneka gorengan juga. 

Meskipun kedai ini dinilai sederhana, namun selalu ramai dengan pembeli. Pasalnya selain harganya yang murah, penyajiannya juga bersih. Jadi tak hanya undang anak-anak sekolah sekitar saja, tapi juga berhasil menarik orang sekitar untuk mampir juga. 

“Pelanggannya memang hampir 90% anak banat sedangkan 10% nya pembeli lain. Namun saat pandemic penjualan dari kedai ini seolah mati, bahkan pernah dalam seharinya hanya mendapatkan penghasilan senilai 8.500 ribu rupiah saja. Tak hanya itu, pegawai juga sampai saya liburkan,” ujarnya. 

Usai pandemic kini kedai bu jus kembali merangkak lagi seperti semula. Kini kedai bu jus dalam perharinya mampu raih omset kotor senilai 1 juta rupiah. 

Sementara itu Linda Safitri, selaku pelanggan setia kedai bu jus ini menambahkan bahwa ia sangat betah untuk sekedar mampir disana. Hal tersebut dikarenakan selain harganya yang low burget juga pelayanannya yang ramah. 

Harapan kedepannya untuk Kedai Bu Jus ini yaitu semoga bisa lebih maju lagi dan mampu menjualkan beraneka ragam minuman yang digemari anak sekolah pada masa kini. Selain itu juga dapat lebih besar lagi usaha tersebut. 

Reporter: Hasna
Editor: Maidah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...

Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam

  Menikmati pemandangan alam hijau dari astana hinggil Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam Astana Hinggil Jepara merupakan destinasi wisata menarik yang terletak di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas mencapai 10 hektar, tempat wisata ini berada di lereng Gunung Muria dengan ketinggian antara 600 hingga 700 meter di atas permukaan laut. Pemandangan pegunungan yang hijau dan masih alami membuat Astana Hinggil Jepara menjadi tempat liburan yang sempurna bagi keluarga, teman, maupun pasangan Anda. Diresmikan pada Februari 2022 lalu, tempat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan, terutama saat akhir pekan dan hari libur nasional.  Astana Hinggil Jepara dilengkapi dengan berbagai fasilitas wisata yang mendukung. Salah satunya adalah spot-spot foto yang hits dan instagramable. Tempat ini cocok untuk mengabadikan momen indah Anda dalam berbagai foto yang menarik untuk dibagikan di media sosial. A...

Cita Rasa Pecel Pakis Khas Colo

  Penampakan pecel pakis dengan bakwan. Foto : (istimewa) Kudus, Suara Terkini Muria - Pecel pakis khas Colo, hidangan lezat yang terkenal dari Jawa Tengah, Kudus tepatnya berada di Desa Colo kawasan muria. Pecel pakis terus memikat lidah para pecinta kuliner di seluruh negeri. Dengan cita rasa khasnya yang gurih, pedas, dan segar, pecel khas Colo menjadi primadona dalam dunia kuliner Indonesia. Pecel pakis khas Colo memikat perhatian dengan sambal kacangnya yang sangat istimewa. Terbuat dari bahan-bahan segar seperti kacang tanah, cabe rawit, bawang putih, gula merah, garam, dan air jeruk nipis, sambal kacang ini memberikan sentuhan rasa yang tak terlupakan. Rempah-rempah pilihan yang digunakan dalam sambal kacang ini memberikan aroma dan cita rasa yang khas, menjadikan pecel pakis khas Colo begitu istimewa. Hidangan ini terdiri dari beragam sayuran segar seperti kubis, kecambah, daun kemangi, bayam, dan sayuran lainnya yang direbus atau dikukus dengan sempurna. Kemudian, sayuran...