Langsung ke konten utama

Kisah Tukang Becak di Kudus, Kadang Sepi Penumpang

 

Sudiran, tukang becak yang tetap semangat bekerja walau usianya tidak lagi muda. Foto : (Qotrun Nada/Reporter)


Kudus, Suara Terkini Muria - Kisah pilu ini dibagikan oleh salah satu tukang becak yang setiap harinya mengkal di Pasar Kliwon, Kudus bernama Sudiran. Diusianya yang sudah tua, yaitu 66 tahun Sudiran masih semangat dalam mencari nafkah dari jam enam pagi hingga jam satu siang. 

Disaat Sudiran menunggu penumpangnya, ia menceritakan awal mula menjadi tukang becak dari tahun 1995 saat dirinya masih terbilang muda. Dahulu ketika masih memiliki tenaga yang kuat ia bisa beroperasi hingga sore hari dan membawa penghasilan yang besar. Tetapi semakin tahun ke tahun banyak dari masyarakat lebih memilih transportasi lain, seperti angkutan dan ojek online, dari mulai situlah profesinya sebagai tukang becak semakin tidak diminati oleh penumpang. 

"Awalnya saya itu tukang bangunan, ketika tahun 1995 melihat tukang becak sangat menjanjikan saya kemudian alih profesi jadi tukang becak. Tapi sekarang harus kalah dengan kendaraan bermotor, ya harus tetap disyukuri saja," ucap Sudiran, Jumat (07/07/2023).

Rata-rata setiap harinya Sudiran dapat mengantongi uang Rp 50.000 hingga Rp 60.000, tetapi tidak jarang ia hanya membawa pulang Rp 30.000 itu pun hanya bisa untuk makan dan minum. Sedangkan area tempat beroperasi ada di Pasar Kliwon, Mlati, Loram, Kaliputu, dan sekitarnya. 

"Kadang ada penumpang yang hanya memberi Rp 50.000 atau Rp 7000, ya mau tidak mau diterima saja soalnya tidak ada penumpang lagi. Kadang sepi penumpang, jadi mau dibayar berapa pun harus diterima," ucap pria yang beralamat di Bulung Kulon itu. 

Walaupun keadaan yang memilukan, Sudiran tetap merasa bersyukur karena ia percaya bahwa setiap orang telah mendapat rezeki dan kenikmatan dari Tuhan, sehingga ia tidak pernah merasa iri dengan siapapun. Semangat mudanya walaupun diusia tua tidak menghentikan Sudiran untuk mengayuh sepeda becaknya kemanapun dan kapanpun penumpang menghendaki.

Disaat banyaknya ojek online membuat Sudiran sempat berpikir untuk alih profesi dan mengganti becaknya dengan kendaraan motor, tetapi melihat keadaan ekonomi yang sulit membuat Sudiran harus mengurungkan niatnya. Ia hanya bisa berharap kejayaan tukang becak bisa kembali kali seperti ditahun 1995 lalu.

"Kalau niatan pakai motor sebenarnya sejak dulu, tapi kan setidaknya butuh lima hingga enam juga untuk modifikasi becak ini," terangnya.

Terkadang sepinya penumpang membuat Sudiran dan kawan seprofesi harus sabar menunggu, apalagi ditambah jika keadaan tubuh yang tidak sehat. Walaupun begitu, Sudiran tetap menjaga kesehatan di saat usianya tidak muda lagi.

Reporter : Nad
Editor : Maidah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...