Langsung ke konten utama

Kolaborasi Suara Nahdliyyin Dengan Pusdatin Kemendikbudristek Republik Indonesia, Gelar Sosialisasi Digital Leadership Bagi Kaum Millennial

 
Para narasumber dalam Sosialisasi Digital Leadership bagi Kaum Millennial. Foto : (Aisyah Hasna/Reporter)


Kudus, Suara Terkini Muria – Seperti yang kalian ketahui bahwa kini hampir seluruh sistem menggunakan digital. Menggunakan sistem digital tentu dapat mempermudah dalam banyak hal. Namun dengan adanya pengaruh digital tentu ada sisi positif maupun negatifnya. 

Sosialisasi digital leadership bagi kaum millennial, kini dikemas dengan epic melalui kolaborasi media pemberitaan online Suara Nahdliyyin dengan Pusdatin Kemendikbudristek RI. Kegiatan ini di mulai pada pukul 13.00 WIB di Pondok Muslimat NU (Mbah Musminah) Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus pada Jum’at, (14/07/2023).

Kegiatan ini cukup menarik perhatian, pasalnya peserta yang mengikutinya kurang lebih ada 110 peserta. Tak hanya itu, kegiatan tersebut mengundang tiga narasumber hebat yakni Kepala Pusdatin Kemendikbudristek RI M. Hasan Chabibie, Pimpinan redaksi (pimred) Suara Nahdliyyin sekaligus staf pengajar MA TBS Rosidi, dan Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UMK Ristiyani. 

Moh. Qomarul Adib, Selaku Pimpinan Umum Suara Nahdilyyin ungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama dengan Kemendikbudristek Republik Indonesia dalam rangka Sosialisasi Digital Leadership Bagi Kaum Millennial. Selain itu juga menyampaikan bahwa era sekarang merupakan era transformasi digital bagi kalangan generasi muda.

“Era transformasi bisa disebut sebagai era informasi digital yang hampir setiap orang bersinggungan. Mungkin bagi kaum kita itu gadget bisa disebut sebagai setan gepeng, namum bagi kaum millennial ini sebagai sarana untuk mencerdaskan dan mencerahkan kita semua. Jadi bukan hanya sebatas terpengaruh oleh konten-konten yang ada dalam dunia digital tersebut,” tambahnya. 

Tujuan diadakannya kegiatan tersebut yaitu bagaimana pemanfaatan dunia digital itu dengan produktif, berbudaya, dan berharga. Sehingga dari situ tidak mudah untuk terpengaruh oleh konten negative. 
Sementara itu, Rosidi selaku Pimred Suara Nahdliyyin mengungkapkan bahwa generasi manusia ini dibagi menjadi 5 yakni Generasi baby boomers (1946-1965), Generasi x atau baby bust (1965-1980), Generasi Y atau milenial (1981-1994), Generasi Z (1995-2010, dan yang terakhir Generasi alpha (2015-2035). Dari 5 generasi ini tentu memiliki karakter berbeda-beda. 

“Generasi ini dibagi menjadi 5 yakni Generasi baby boomers (1946-1965) Angka kelahiran ketika setelah berakhirnya perang dunia II, Generasi x atau baby bust (1965-1980) Penurunan angka kelahiran dibanding generasi sebelumnya karena ada KB, Generasi Y atau milenial (1981-1994) Lahir ketika teknologi telah maju seperti adanya smartphone, Generasi Z (1995-2010) Dipengaruhi oleh computers, laptop, gawai dan internet yang mana tidak bisa hidup tanpa wifi atau kuota, dan yang terakhir Generasi alpha (2015-2035) tidak bisa lepas dari gawai dan hidup dimanjakan oleh fasilitas orang tua,” jelasnya. 

Tak hanya itu , Rosidi ini juga menambahkan bahwa banyak diantara kita takluk dengan internet. Maksud dari itu dicontohkan seperti ketika anak menangis kemudian disuguhi gadget. Jadi perlu adanya batasan penggunaan gadget. 

Berbeda halnya dengan Ristiyani, selaku Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UMK ini tekankan untuk mencoba hal-hal sederhana dengan gunakan teknologi. Karena melalui digital juga dapat menghasilkan uang. 

“ Lakukan apa saja hal positif, seperti halnya digital interpreneur kuncinya yaitu konsisten. Karena sekarang ini harus pintar memanfaatkan sekitar dengan digital,” tambahnya. 


Reporter : Aisyah Hasna
Editor : Nad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...