Langsung ke konten utama

KOPLING Hajar Maulana

 

Kopi Healing(Kopling) saat di datangi ketua Vespa Kudus, Foto(nanda)


Kudus, Suara Terkini Muria - Sebuah kisah inspiratif datang dari seorang pemuda bernama Hajar Maulana yang telah sukses menemukan hobi baru yang mengantarkannya pada kesuksesan dalam berjualan kopi keliling dengan menggunakan vespa kesayangannya. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Hajar mampu menginspirasi banyak orang dengan kisah perjalanan dan kesuksesannya yang luar biasa.


Hajar Maulana, seorang pria berusia 20 tahun, awalnya hanya seorang pecinta kopi yang gemar mencicipi berbagai jenis kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Ia sering menghabiskan waktu luangnya dengan mengunjungi kedai-kedai kopi untuk menikmati secangkir kopi yang nikmat sambil menelusuri buku-buku tentang kopi.


Namun, semangatnya terhadap kopi tidak hanya berhenti pada tahap itu. Hajar merasa bahwa minat dan pengetahuannya tentang kopi bisa dijadikan lebih dari sekadar hobi. Dalam sebuah momen pencerahan, ia mendapatkan ide untuk berbagi kegemarannya dengan orang lain dan pada saat yang sama menghasilkan pendapatan dari hobinya.


Dengan berbekal semangat yang membara, Hajar memutuskan untuk membuka usaha berjualan kopi keliling. Namun, ia tidak menggunakan kendaraan biasa seperti sepeda atau mobil. Hajar memiliki vespa yang telah menjadi bagian dari hidupnya selama beberapa tahun terakhir. Vespa tersebut memiliki nilai sentimental yang tinggi bagi Hajar, karena diberikan oleh kakaknya.


Dalam perjalanan usahanya, Hajar melihat vespa kesayangannya sebagai kendaraan yang cocok untuk berjualan kopi keliling. Vespa tersebut telah dimodifikasi sedemikian rupa, dengan menambahkan kotak penyimpanan untuk menyimpan perlengkapan kopi dan alat-alat barista. Desain vespa yang unik dan modifikasi yang dilakukan membuatnya menarik perhatian banyak orang.


Saat nongkrong, Lana kepincut dengan keberadaan tukang kopi keliling di sana. Ia pun memutuskan berjualan serupa di Jalan sudirman, namun mencari lapak yang berjauhan dengan penjual kopi yang sudah ada.


"Tadinya mah di sini cuma nongkrong doang, pengen menenangkan diri lah istilahnya mah a. Terus lihat orang-orang yang nongkrong ke sini kan banyak, tapi yang jualan sedikit. Akhirnya ya udah, saya mutusin buat jualan kopi juga di sini. Kebetulan waktu itu lagi nunggu lamaran kerja, jadi sambil nunggu ya sambil jualan aja pikir saya," ucapnya.


Tak lama setelah memulai usahanya, Hajar Maulana mulai menarik minat pelanggan dengan kopi-kopi pilihan berkualitas tinggi yang ia sediakan. Dengan ciri khasnya yang ramah dan penuh keceriaan, Hajar mampu menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi para penikmat kopi yang datang ke gerobak kopi kelilingnya.


Kesuksesan Hajar tidak berhenti di situ. Melalui media sosial dan mulut ke mulut, kabar tentang kopi enak dan gerobak kopi unik Hajar menyebar dengan cepat. Beberapa selebgram dan influencer lokal pun tertarik dengan konsep yang diusung oleh Hajar dan membagikan pengalaman mereka di media sosial, semakin meningkatkan popularitas gerobak kopi kelilingnya.


Kini, Hajar Maulana menjadi inspirasi bagi banyak orang yang ingin mengikuti passion mereka dan membangun usaha dari hobi mereka sendiri. Ia membuktikan bahwa dengan semangat, dedikasi, dan sedikit kreatif.



Editor : Eka Uswa

Reporter : Nanda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Mengenal lebih jauh nitisemito di museum kretek kudus

  Salah satu pengunjung yang terlihat tertarik memandangi patung nitisemito Mengenal lebih jauh sosok nitisemito di museum kretek kudus  Patung yang berada didalam museum kretek kudus tampak seperti bapak bapak mengenakan kacamata bulat dan corak patung itu sendiri berwarna abu abu tua,  patung setengah badan lelaki tua yang dipanggil Nitisemito itu berdiri anggun, dari jendela rumahnya, seolah memberi salam, dan menceritakan kisah pendek hidupnya. Posisinya di sebelah kiri pintu masuk, tempat pengunjung mengawali eksplorasi isi museum. Museum kretek kudus ini merupakan museum yang berada di Jl. Getas Pejaten No.155, Getas, Getas Pejaten, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.  Lokasi nya sangat strategis dan sangat mudah dijangkau untuk siapapun, jika kalian ingin memasuki museum kretek kudus kalian cukup hanya membayar Rp.4000/orang. Cukup murah dan sangat terjangkau untuk mahasiswa seperti saya yang uang nya masih pas pas an. Museum Rokok kretek kudus ini tidak ...

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...