Langsung ke konten utama

Lapangan Rendeng: Ruang Hijau Multifungsi yang Menyegarkan di Tengah Kota Kretek

 

Suasana lapangan rendeng sore hari
Foto: mai


Kudus, Suara terkini muria- Lapangan Rendeng terletak di depan gedung Djarum Kota Kudus, Sebuah inisiatif perkotaan yang luar biasa, Lapangan Rendeng, dibuka untuk umum di tengah keramaian Kota Kretek. Lapangan ini diharapkan menjadi sebuah oase hijau yang menyegarkan di tengah-tengah gemerlap beton kota. 

Lapangan Rendeng ini yang lokasinya sangat luas dan dirancang sebagai ruang terbuka publik yang multifungsi. Taman ini menyediakan area rerumputan yang luas yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, seperti piknik keluarga, bermain dengan hewan peliharaan, yoga, dan acara budaya serta seni komunitas.

Selain itu, di sela sela trotoar Lapangan Rendeng terdapat beberapa pedagang kaki lima yang setiap harinya berjualan disana. Mereka berjualan mulai dari dini hari hingga malam hari. Diantara pedangan yang berjualan seperti pedagang pentol, angkringan, bakso-baksoan, dan lain sebagainya.

Sutarno sebagai salah penjual makanan mengaku dagangannya laris pas ada-ada acara dirinya mengatakan “ disini ramai pengunjung sih mbak, biasanya ramai pas ada acara permainan olahraga seperti sepak bola atau futsal kayak gitu jadi yang beli juga lumayan banyak”. Ujar sutarno ketika diwawancarai oleh tim suaraterkinimuria pada Jum'at (21/7/2023).

Lapangan Rendeng juga dilengkapi dengan fasilitas ramah lingkungan, termasuk sistem pengolahan air hujan dan instalasi energi surya untuk memastikan penggunaan sumber daya yang berkelanjutan. Ini sejalan dengan upaya Kota Kretek untuk menjadi kota yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Reaksi dari masyarakat terhadap adanya Lapangan Rendeng sangat positif. Warga mengakui hal ini membawa manfaat besar bagi kualitas hidup mereka. Sebagai salah satu daerah perkotaan yang lumayan padat di negara ini, ketersediaan ruang terbuka hijau yang luas seperti ini adalah hal yang langka dan sangat dinantikan.

Selain itu, para pengusaha lokal juga melihat potensi ekonomi dari Lapangan Taman Sentral. Beberapa pedagang kaki lima telah mendirikan stan makanan dan minuman di sekitar taman, menawarkan makanan sehat dan segar kepada pengunjung.

Diharapkan bahwa Lapangan Taman Sentral ini akan menjadi model bagi proyek serupa di kota-kota lain di negara ini dan menjadi bukti nyata bahwa keseimbangan antara perkembangan perkotaan dan lingkungan alami dapat dicapai melalui kerjasama dan komitmen bersama.

Reporter : Maidah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...