Langsung ke konten utama

Launching Perdana AJIP, Terapkan 7 Langkah Pembelajaran yang Berbeda Dari Lainnya

 

Peserta pelatihan Ajip sedang mendengarkan materi. Foto : Hasna

Kudus, Suara Terkini Muria - AJIP (Ayo Ngaji Pegon) launching untuk pertama kalinya setelah melalui berbagai tahapan. Program Ajip ini memberikan kontribusi kepada anak-anak belajar Pegon dengan cepat dan tepat. 

Metode pembelajaran Ajip ini berbeda dengan yang lainnya. Susunan metode yang disampaikan oleh Ajip ini, tak lain untuk menambah minat dalam belajar pegon lebih cepat dan menyenangkan. Kemudian setelah itu, metode yang telah tersusun tersebut disalurkan kepada pemilik unit bimbel AHE (Anak Hebat) diseluruh Indonesia.

Peserta yang mengikuti ini ada 33, sedangkan yang mereka merupakan para pemilik sekaligus pelatih unit bimbel. Pelatihan baca tulis Pegon ini perdana ada di Kudus dan menjadi daya tarik tersendiri dengan  7 strategi tersebut.

Muhammad Rozikan, selaku Founder Bimbel Ajip mengungkapkan bahwa terdapat 7 strategi yang telah dikembangkan  yaitu berdoa, ice breaking, repetisi, pembacaan modul baru, evaluasi, menulis dan game. Tujuan dari 7 strategi tersebut tak lain supaya peserta didik dapat merasa senang dan pembelajarannya bisa masuk. 

"Jadi kami memang memiliki 7 strategi yang menjadi pembeda dari yang lainnya, strategi tersebut diantaranya berdoa, ice breaking, repetisi, pembacaan modul baru, evaluasi, menulis dan game. 7 strategi ini gunanya untuk menarik perhatian anak yang mana mereka senang terlebih dahulu, ketika sudah senang maka pembelajaran akan lebih mudah diterima oleh anak-anak," ujarnya saat diwawancarai pada Minggu, (09/07/2023)

Pelatihan baca tulis Pegon oleh Mitra bimbel Ajip ini akan dilaksanakan sebanyak dua kloter. Sedangkan kini yang terlaksana kloter pertama. 

" Mulanya berawal dari eksperiment di bimbel sendiri yaitu di Desa Tanjung. Kemudian frainchise bimbel yaitu mengembangkan baca tulis Pegon yang mungkin belum ada disebelumnya. Setelah melalui tahapan tersebut mencoba mengekperimenkan ternyata bisa," tambahnya.

Harapannya yaitu semoga metode yang dibuat dapat bermanfaat bagi seluruh anak-anak yang mau belajar pegon secara tepat dan cepat. Kemudian nantinya dapat diterima oleh masyarakat secara luas. 

Kemudian Fitria, selalu guru unit Ajip yang bertempatan di Jepara mengungkapkan ketertarikannya pada pembelajaran pegon yang dilakukan oleh bimbel Ajip tersebut.

 Hal tersebut karena menurutnya, strategi belajar yang ditawarkan  berbeda dari yang lainnya dan dinilai akan menarik bagi anak.

“Selain ada pembelajaran, ada pula permainan dan menyanyi bersama. Tak hanya itu di Ajip juga terdapat modul panduan pembelajaran, kartu gambar, dan media belajar yang menarik. Saya merasa kalau metode ini akan lebih mudah untuk diterima baik guru maupun anak,” tambahnya

Reporter : Hasna

Editor : Nanda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...

Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam

  Menikmati pemandangan alam hijau dari astana hinggil Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam Astana Hinggil Jepara merupakan destinasi wisata menarik yang terletak di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas mencapai 10 hektar, tempat wisata ini berada di lereng Gunung Muria dengan ketinggian antara 600 hingga 700 meter di atas permukaan laut. Pemandangan pegunungan yang hijau dan masih alami membuat Astana Hinggil Jepara menjadi tempat liburan yang sempurna bagi keluarga, teman, maupun pasangan Anda. Diresmikan pada Februari 2022 lalu, tempat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan, terutama saat akhir pekan dan hari libur nasional.  Astana Hinggil Jepara dilengkapi dengan berbagai fasilitas wisata yang mendukung. Salah satunya adalah spot-spot foto yang hits dan instagramable. Tempat ini cocok untuk mengabadikan momen indah Anda dalam berbagai foto yang menarik untuk dibagikan di media sosial. A...

Cita Rasa Pecel Pakis Khas Colo

  Penampakan pecel pakis dengan bakwan. Foto : (istimewa) Kudus, Suara Terkini Muria - Pecel pakis khas Colo, hidangan lezat yang terkenal dari Jawa Tengah, Kudus tepatnya berada di Desa Colo kawasan muria. Pecel pakis terus memikat lidah para pecinta kuliner di seluruh negeri. Dengan cita rasa khasnya yang gurih, pedas, dan segar, pecel khas Colo menjadi primadona dalam dunia kuliner Indonesia. Pecel pakis khas Colo memikat perhatian dengan sambal kacangnya yang sangat istimewa. Terbuat dari bahan-bahan segar seperti kacang tanah, cabe rawit, bawang putih, gula merah, garam, dan air jeruk nipis, sambal kacang ini memberikan sentuhan rasa yang tak terlupakan. Rempah-rempah pilihan yang digunakan dalam sambal kacang ini memberikan aroma dan cita rasa yang khas, menjadikan pecel pakis khas Colo begitu istimewa. Hidangan ini terdiri dari beragam sayuran segar seperti kubis, kecambah, daun kemangi, bayam, dan sayuran lainnya yang direbus atau dikukus dengan sempurna. Kemudian, sayuran...