Langsung ke konten utama

Lestarikan Budaya Lokal, Aris Yuni Astuti Modifikasi Baju Adat Kudus

 

Sosok Aris Yuni Astuti, desainer Kudus yang telah mengenalkan baju adat Kudus lewat modifikasinya.
Foto : (Qotrun Nada/Reporter)

Kudus, Suara Terkini Muria - Modifikasi baju adat selalu digencarkan oleh beberapa penggiat fashion, begitu juga yang dilakukan oleh sosok perempuan yang beralamat di Desa Ploso Kecamatan Jati, Kudus. Ia melakukan modifikasi untuk tetap mempertahankan baju adat Kudus agar mendapatkan minat dari masyarakat, khususnya generasi muda.

Sosok perempuan yang kerap disapa Yuni itu tertarik dengan baju adat Kudus sejak 2013 silam, Yuni sering menampilkan baju adat Kudus setiap ada pergelaran fashion baik dalam lingkup wilayah maupun nasional. Menurut pengakuannya baju adat Kudus memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh baju adat lainnya, hal itu dapat dilihat dari pemakaian caping kalo.

"Sebelumnya memang saya itu berada di fashion anak muda, terus melihat baju adat Kudus udus ini kok malah tidak mendapat tempat di hati anak muda, paling baju adat Kudus itu dipakai saat pagelaran Tari Kretek atau waktu perayaan kemerdekaan Indonesia, ya itu pun yang pakai ibu-ibu," tutur Yuni (18/07/2023).

Inspirasinya dari anak muda, kini baju adat Kudus yang dibuat Yuni telat ditampilkan pada ajang Jateng Muslim Festival di bulan Juni kemarin. Selain itu, di bulan Desember 2022 silam dirinya juga menampilkan baju adat Kudus di acara Kementerian Perindustrian, sehingga hal itu menjadi peluang yang besar bagi Yuni untuk terus mengenalkan baju adat Kudus kepada masyarakat. 

Walaupun dirinya melakukan modifikasi, tetapi filosofi dan kekhasan dari baju adat Kudus masih tetap Yuni pertahankan, seperti tetap memakai caping kalo, Bros, dan selendang Toh Watu. Dirinya hanya memainkan warna dan baju kurung beludru yang di ganti dengan nuansa kebaya yang terlihat elegan dan kekinian. 

"Setiap show itu desain baju selalu berganti-ganti tergantung temanya, jadi kurang lebih persiapan itu satu bulan. Saya hanya modifikasi warna bajunya yang lebih ngejreng, dan nanti capingnya menyesuaikan warna baju," jelasnya.

Uniknya, baju adat Kudus yang di desain oleh Yuni dapat dipakai bagi pengguna hijab. Hal itu menunjukkan bahwa eksistensi baju adat Kudus tetap bisa dipakai oleh semua kalangan.

"Dengan begini kan baju adat Kudus dapat dipakai semua orang, baik orang tua maupun muda, jadi tetap kelihatan bagus," ujarnya.

Perempuan berusia 48 tahun itu memiliki cita-cita baju adat Kudus dapat dipakai saat hari kemerdekaan Indonesia di Istana negara tahun ini, dirinya akan merasa senang dan bangga dengan hal tersebut. Tidak hanya itu, Yuni juga berkeinginan baju adat Kudus dipakai saat acara sakral seperti pernikahan. 

"Setiap saat saya selalu menghubungi beberapa tokoh untuk mau memakai baju adat Kudus di istana, baik itu lewat pesan di sosial media atau secara langsung," ujarnya.


Reporter : Nad

Editor : Hasna

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...

Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam

  Menikmati pemandangan alam hijau dari astana hinggil Astana hinggil, tempat favorit untuk menghilangkan jenuh dan menikmati keindahan alam Astana Hinggil Jepara merupakan destinasi wisata menarik yang terletak di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas mencapai 10 hektar, tempat wisata ini berada di lereng Gunung Muria dengan ketinggian antara 600 hingga 700 meter di atas permukaan laut. Pemandangan pegunungan yang hijau dan masih alami membuat Astana Hinggil Jepara menjadi tempat liburan yang sempurna bagi keluarga, teman, maupun pasangan Anda. Diresmikan pada Februari 2022 lalu, tempat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan, terutama saat akhir pekan dan hari libur nasional.  Astana Hinggil Jepara dilengkapi dengan berbagai fasilitas wisata yang mendukung. Salah satunya adalah spot-spot foto yang hits dan instagramable. Tempat ini cocok untuk mengabadikan momen indah Anda dalam berbagai foto yang menarik untuk dibagikan di media sosial. A...

Cita Rasa Pecel Pakis Khas Colo

  Penampakan pecel pakis dengan bakwan. Foto : (istimewa) Kudus, Suara Terkini Muria - Pecel pakis khas Colo, hidangan lezat yang terkenal dari Jawa Tengah, Kudus tepatnya berada di Desa Colo kawasan muria. Pecel pakis terus memikat lidah para pecinta kuliner di seluruh negeri. Dengan cita rasa khasnya yang gurih, pedas, dan segar, pecel khas Colo menjadi primadona dalam dunia kuliner Indonesia. Pecel pakis khas Colo memikat perhatian dengan sambal kacangnya yang sangat istimewa. Terbuat dari bahan-bahan segar seperti kacang tanah, cabe rawit, bawang putih, gula merah, garam, dan air jeruk nipis, sambal kacang ini memberikan sentuhan rasa yang tak terlupakan. Rempah-rempah pilihan yang digunakan dalam sambal kacang ini memberikan aroma dan cita rasa yang khas, menjadikan pecel pakis khas Colo begitu istimewa. Hidangan ini terdiri dari beragam sayuran segar seperti kubis, kecambah, daun kemangi, bayam, dan sayuran lainnya yang direbus atau dikukus dengan sempurna. Kemudian, sayuran...