Langsung ke konten utama

Maksimalkan Potensi, Prodi PMI Dukung Mahasiswa Terjun ke Masyarakat 

 


Ratna Istriyani sedang memberikan materi dalam konsorsium oleh Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, Kamis (13/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter)

Kudus, Suara Terkini Muria - Banyaknya potensi yang ada di desa untuk kesejahteraan masyarakat, Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus mengadakan konsorsium dengan menengah tema, "Kajian Sosiologi dalam Pengembangan Masyarakat Islam". Dilaksanakan melalui ruang zoom meeting, konsorsium kali ini memfokuskan pada pengembangan desa wisata melalui peran mahasiswa, Kamis (13/07/2023).


Dosen Prodi PMI, Saifuddin mengungkapkan bahwa dalam kegiatan terjun ke masyarakat, mahasiswa harus memiliki sikap humanisasi, transendensi, dan liberasi. Melalui sikap yang humanisasi dimaknai sebagai upaya memanusiakan manusia. Posisi manusia di sini sebagai mahluk ciptaan Tuhan, jadi mahasiswa ketika terjun ke masyarakat harus memposisikan bahwa semua manusia memiliki kedudukan yang sama. 


Sedangkan transendensi mengarahkan tujuan hidup manusia agar bisa hidup secara bermakna. Nilai-nilai transendental ini adalah nilai-nilai ketuhanan sebagaimana diajarkan di dalam Islam. Sementara liberasi sebagai upaya membebaskan manusia dari sistem pengetahuan, sosial, ekonomi, dan politik yang membelenggunya.


"Ketiga sikap tersebut harus saling berkaitan, karena untuk menjadi sosok mahasiswa yang mengayomi dan memberikan kesejahteraan masyarakat harus memiliki tiga sikap tersebut," ucap Saifuddin. 


Senada dengan Saifuddin, Dosen dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Ratna Istriyani melihat potensi mahasiswa PMI sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat, lebih-lebih dalam pengembangan potensi desa. Apalagi banyaknya desa wisata menjadi tanda bahwa alam dan keberadaan budaya menjadi aset yang harus dirawat dan dilestarikan.


"Tujuan desa wisata bukan ekonomi saja, sebenarnya ini cara untuk menjaga ekologis masyarakat yang agraris. Budaya dan alam itu sangat penting untuk dijaga, dan adanya desa wisata menjadi geliat bagi masyarakat setempat," jelasnya.


Ratna juga membagikan arahan kepada mahasiswa saat terjun ke masyarakat, menurutnya riset menjadi acuan pertama untuk mengetahui realitas di lapangan, setelah itu baru bisa menempatkan diri di masyarakat yang dituju. Ketika berada di tengah-tengah masyarakat, Ratna menghimbau agar mahasiswa menjadi bagian dari masyarakat bukan sebagai pendatang yang sulit berbaur. 


"Kalian harus memiliki keterikatan sosial dengan masyarakat, posisikan sebagai masyarakat bukan sebagai ilmuan. Ajaklah mereka mengobrol santai agar kalian bisa mengambil hati masyarakat setempat dan kemudian membangun relasi," ucapnya.


Setelah mengenal sikap, potensi, dan problematika masyarakat, mahasiswa harus membuat skema kegiatan untuk mengembangkan potensi maupun mencari jalan keluar dari problematika masyarakat. Sehingga dapat dikatakan mahasiswa sebagai agen perubahan melalui kegiatan-kegiatan pemberdayaan yang dilakukan.


"Ketika kita melihat problem usahakan yang melihat problem bukan kita saja, tapi masyarakat juga peka," tuturnya.


Ratna juga menyinggung soal social engagement. Baginya mahasiswa memiliki peran dalam memotret masyarakat di dalam realitas apa adanya bukan ada apanya. Itu kenapa riset sebagai tombak untuk peran besar sebagai gambaran problem di masyarakat dan memberikan solusi. 


"Dan penelitian itu tidak instan tapi butuh berhari-hari. Harus memiliki kepekaan sosial dalam melihat realitas dan merangkul seluruh lapisan masyarakat," ungkapnya.


Reporter : Qotrun Nada

Editor : Nor Rohim

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...