Langsung ke konten utama

Masyarakat Suwawal Barat Menyelenggarakan Acara Sedekah Bumi untuk Meningkatkan Kesejahteraan



JEPARA, SUARA TERKINI MURIA - Masyarakat di wilayah Suwawal Barat menyelenggarakan acara besar-besaran yang dikenal sebagai Sedekah Bumi pada hari ini. Acara tersebut dihadiri oleh ribuan penduduk setempat yang bersatu untuk berbagi kebaikan dan meningkatkan kesejahteraan bersama. 

Sedekah Bumi merupakan tradisi yang telah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Suwawal Barat sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah. Pada tahun ini, acara tersebut diadakan dengan semangat yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak peserta dari sebelumnya.

Acara Sedekah Bumi diawali dengan sebuah prosesi keagamaan di kuil utama kota, yang dihadiri oleh pemuka agama setempat. Para peserta memanjatkan doa bersama, memohon berkah, dan keselamatan bagi masyarakat Suwawal Barat.

Setelah prosesi keagamaan, seluruh peserta bergabung dalam perjalanan menuju lapangan terbuka yang telah dipersiapkan khusus untuk acara ini. Di sana, mereka berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya, seperti penggalangan dana untuk yayasan amal, bazar makanan tradisional, pertunjukan seni lokal, dan berbagai permainan rakyat.

Tidak hanya itu, sejumlah stan juga didirikan untuk memamerkan produk-produk lokal dan kerajinan tangan yang dibuat oleh masyarakat setempat. Hal ini bertujuan untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal dan memberikan kesempatan kepada para pengusaha lokal untuk mempromosikan usaha mereka.

Salah satu momen puncak dari acara Sedekah Bumi adalah pembagian paket-paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Paket sembako ini berisi beras, minyak goreng, gula, mie instan, dan berbagai bahan pokok lainnya. Pembagian dilakukan secara merata kepada warga yang telah terdaftar sebagai penerima manfaat.

Bupati Suwawal Barat, Siti Nuraini, turut hadir dalam acara tersebut dan memberikan pidato singkat. Beliau menyampaikan rasa syukur atas partisipasi aktif masyarakat dalam acara Sedekah Bumi serta mengapresiasi semangat kebersamaan dan gotong royong yang terus dijaga oleh warga setempat.

"Sedekah Bumi adalah bukti nyata kekompakan dan kepedulian kita sebagai masyarakat Suwawal Barat. Melalui kegiatan ini, kita bisa bersama-sama membangun kesejahteraan dan kebahagiaan bagi seluruh lapisan masyarakat," ujar Bupati Siti Nuraini.

Acara Sedekah Bumi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat di daerah lain untuk melaksanakan kegiatan serupa guna meningkatkan rasa solidaritas dan gotong royong dalam membangun kesejahteraan bersama.

Reporter : Iza
Editor      : Nanda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...