Langsung ke konten utama

 Melatih Kreatif dan Produktif Dalam Penyiaran, Prodi KPI Adakan Seminar Nasional

Para Narasumber memberikan materi dalam Seminar Nasional di IAIN Kudus. Foto (Nor Rohim/Reporter)

Kudus, Suara Terkini Muria - Tantangan di era industri 4.0, anak muda khususnya mahasiswa dituntut agar senantiasa kreatif dan inovatif dalam kemajuan sebuah negara. Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus mengadakan Seminar Nasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan bertempat di Gedung Perpustakan lantai 4, Kamis (06/07/2023).


Dihadiri oleh Wakil Dekan II Hj. Farida, M.S.I, Ketua Program Studi (Kaprodi) KPI IAIN Kudus Suciati, M.Pd., sekretaris Prodi KPI, Inayatul Khafidhoh, M.Pd., dan para mahasiswa Prodi KPI serta menghadirkan tiga Narasumber yang ahli dibidang media penyiaran, yaitu Wakil Dekan I Dr. H. Ahmad Zaini, Lc., M.S.I., Suwoko, S.Pd., sebagai Pemimpin Redaksi dari Beta News Id dan Damar Sri Prakoso, S.S., sebagai Content Manager dari Solopos Media Group. 


Dalam pembukaan seminar nasional tersebut Wakil Dekan II Hj. Farida, M.S.I mengapresiasi kegiatan seminar nasional yang diadakan oleh Prodi KPI. "Kegiatan ini bisa menjadikan mahasiswa untuk berlatih secara langsung dengan para Narasumber yang berkompeten" tuturnya. 


Lebih lanjut Farida mengatakan bahwasanya kegiatan tersebut diperuntukan bagi mahasiswa yang ingin menambah ilmu dan pengalaman melalui seminar yang diadakan oleh kampus. 


Mengangkat tema "Manajemen Media Komunikasi Kreatif dan Produktif dalam Penyiaran", Seminar Nasional tersebut bertujuan agar para mahasiswa khususnya Prodi KPI menjadi Kreatif dan berwawasan yang luas.


Ahmad Zaini selaku pemateri pertama menjelaskan mengenai bagaimana percepatan media yang berkembang pada era sekarang, dimana media saat ini ada berbagai macam seperti halnya media sosial yang digemari oleh anak muda yakni Facebook, Instagram, Tiktok dll. "Semua yang ada disini pasti nya aktifis media sosial, seperti halnya Instagram, Facebook dll." Ujarnya. 


Lebih lanjut Ahmad Zaini mengatakan bahwa media saat ini bisa diartikan mengikat semua aspek dari Politik, ekonomi, sosial dan budaya. Karena dampak secara global yakni Kemauan menerima informasi secara langsung.


Sementara itu Suwoko selaku pemateri kedua menjelaskan tentang transformasi digital yang berkembang sangat pesat. Suwoko memberikan gambaran bagaimana asal mula munculnya internet sebagai tonggak dalam mengakses informasi. "Awalnya militer Amerika mengembangkan Teknologi Yang bernama Arpanet yakni jaringan komputer yang berguna sebagai pertukaran informasi pada saat perang dingin dengan Uni Soviet". Ucapnya.


Lebih lanjut Suwoko menjelaskan data mengenai pengguna media sosial di Indonesia Pada bulan Januari 2023 yang semakin tahun meningkat jumlah pengguna nya. Dirinya berharap agar pada saat tahun 2030 para mahasiswa yang mencapai usia produksi agar bisa mengambil peran penting dalam kemajuan negara. "Pada tahun 2045 Indonesia diprediksi menjadi negara dengan ekonomi nomor 4 di dunia". Jelasnya.


Namun hal itu bisa terlaksana jika masyarakat Indonesia selalu berfikir kreatif dan inovatif dalam menghadapi perubahan dalam dunia teknologi.


Sementara itu pemateri ketiga Damar Sri Prakoso melatih bagaimana kita bisa menjadi kreatif dalam cepat, dirinya menjelaskan dan mempraktekan cara menjadi kreatif yaitu dengan tidak meniru gaya atau karya orang lain itu sudah bisa dianggap kreatif. 


Dalam dunia penyiaran pasti nya dibutuhkan kreatifitas yang tinggi dan harus di asah sejak dini dengan mulai menulis mahasiswa bisa menjadi kreatif. 


"Seorang penyiar atau jurnalis harus mempunyai tiga prinsip yaitu knowledge, Skill dan attitude, karena seorang yang bekerja dalam media harus mempunyai wawasan dan pengalaman". Ujarnya


Di akhir kegiatan Damar Sri Prakoso meminta mahasiswa mempraktekan bagaimana menjadi penyiar dalam sebuah Radio dengan menjadi Voice Over sebuah iklan di Radio.




Editor : Erna

Reporter : Rohim

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Menikmati Sore di Pantai Sikembu Jepara

Suasana Matahari Terbenam di Pantai Sikembu Jepara(4/7/22). Foto: Renanda Jepara - Suara Terkini Muria , Matahari terbenam terlihat indah di Pantai Sekembu , Mulyoharjo, Jepara, Jawa Tengah. Selasa (4/7/22). Tak banyak yang tahu, pantai yang terletak di Kecamatan Mulyoharjo ini menghadirkan suasana yang berbeda dengan pantai-pantai lain yang ada di Jepara. Letaknya yang strategis dan dekat dengan pusat kota Jepara, menjadikan pantai ini mudah di jangkau oleh wisatawan.  Pantai Sikembu ini buka setiap hari, letaknya di dekat Kompi Angkutan Air Kodam Jepara. Menariknya tidak ada tarif masuk untuk menuju ke Pantai ini, namun fasilitas umum yang tersedia seperti toiltet dan tempat bilas cukup minim. Di pantai ini, para wisatawan dapat menikmati suasana pantai di kursi yang disediakan oleh pengelola pantai. Selain itu, mereka juga bisa menyantap snack yang tersedia di warung depat bibir pantai. Cukup terjangkau, hanya dengan 10 ribu rupiah wisatawan bisa menikmati pantai tanpa merasaka...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...