![]() |
| Siti Rodhiyah sedang menjual jamu buatannya yang memiliki banyak khasiatnya. Foto : (Qotrun Nada/Reporter) |
Kudus, Suara Terkini Muria - Minuman tradisional khas Jawa yang banyak khasiatnya yaitu jamu kini mulai ditinggalkan generasi muda, seorang perempuan dari Desa Prambatan Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Jawa Tengah mempertahankan eksistensi jamu yang telah turun temurun dari ayahnya. Jamu buat Siti Rodhiyah berjenis jamu kunir asem yang biasa diminum kaum hawa.
Tiga tahun yang lalu ketika Rodiyah (sapaan akrabnya) meneruskan jejak ayahnya, ia hanyalah seorang buruk pabrik yang kemudian membuat jamu sebagai sampingan. Tetapi seiring berjalannya waktu jamu kunir asem buatnya memiliki banyak penggemar karena bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.
"Kalau bapak mewariskan kepada saya itu sejak 2019, kemudian saya meneruskannya sambil kerja di pabrik, dan alhamdulillah minat dari teman-teman seprofesi itu banyak yang suka jamunya," terang Rodhiyah (12/07/2023).
Pembuatan jamu kunir asem diawali dengan memilih kunir yang berkualitas, kemudian mencuci kunir dengan bersih. Setelah itu, kunir dikupas dan dipotong untuk di haluskan.
Selanjutnya air perasan kunir dimasak dengan asam Jawa dan gula aren hingga mendidih.
Pada dasarnya, kunyit mengandung curcumin itu memiliki segudang khasiat untuk tubuh. Senyawa bioaktif yang bersifat antioksidan, sehingga bisa bantu tubuh menangkal radikal bebas.
Tak hanya itu, curcumin di dalam kunyit juga punya kemampuan untuk melawan bakteri dan antiinflamasi, sehingga bisa mencegah penyakit infeksi.
"Selian itu jamu kunir asem juga melancarkan menstruasi, melancarkan buang air besar, menjaga daya tahan tubuh, mencegah kanker, meredakan nyeri haid, dan mengobati radang sendi," jelasnya.
Selain berjualan melalui nomor WhatsApp, Rodhiyah juga sering menjual jamunya di car free day di alun-alun Kota Kudus. Dengan begitu, Rodhiyah berharap jamu kunir asem akan tetap menjadi minuman tradisional favorit masyarakat.
"Kadang jamunya saya bawa ke pabrik untuk ditawarkan kepada teman-teman saya, tapi saya juga melayani cash on delivery," ucapnya.
Harga dari jamu yang dijual Rodhiyah sangat terjangkau, untuk ukuran 1 liter dihargai Rp 12.000, sedangkan ukuran 600 mililiter dihargai Rp 6000, dan Rp 4000 untuk ukuran 500 mililiter. Harga dan ukuran kemasan juga dapat disesuaikan dengan request pembeli.
Reporter : Nad
Editor : Maidah

Komentar
Posting Komentar