Langsung ke konten utama

Merintis Bisnis Makanan Di Usia Muda


Potret Dhea Pebisnis Muda Owner Bestie Hungry Foto : Ek


Kudus, Suara Terkini Muria - Memiiki hobi kuliner jadi alasan Dhea membangun bisnis nya yang diberi nama “Bestie Hungry”. Idenya muncul sejak bulan Juli 2021, ia memulai dengan sistem Open Pre-Order sebulan setelahnya. Awal bisnis ini dirintis, hanya ada 10- 15 pesanan saja namun hal itu tidak meruntuhkan semangat Dhea menjalankan bisnisnya hingga saat ini. 

Setelah 2 bulan bisnis mulai berjalan pembeli kian bertambah dan kini pesanan bisa mencapai 200 box. Setiap hari nya orderan selalu masuk meskipun masih menggunakan sistem open pre-order namun tidak membatasi semangat Dhea untuk tetap berbisnis produknya tersebut. Dhea juga tidak membatasi minimal pembelian bagi para pembeli yang ingin order.

Ia juga pandai memasak dan bereksperimen untuk menemukan resep menu makanan yang menurutnya cocok di lidah remaja saat ini. Cita rasa yang berbeda dengan makanan yang dijual di warung atau restoran menjadikan suatu ciri khas bagi bisnisnya ini. Dhea membuat berbagai varian seperti sambal matah untuk melengkapi menu ayam olahan spesial yang dibuatnya, ayam yang ia olah tidak berserat dan tentunya empuk. 

Dhea menjalani bisnisnya sejak duduk di bangku perkuliahan semester 5. Meski ia sibuk di organisasi dan tinggal di pondok pesantren namun itu tidak menjadikan suatu hambatan baginya. Selama menjalankan bisnis, Dhea juga mengaku penting untuk branding produk jualannya melalui media sosial. 

Dhea mempromosikan bisnisnya melalui media sosial seperti WhatsApp dan Instagram. Karena menurutnya suatu strategi pemasaran dan promosi sangatlah penting. Agar produknya dapat dikenal oleh banyak orang dan bisnis nya dapat berjalan sesuai dengan keinginannya.

Menurut Dhea, kunci keberhasilan dalam berbisnis adalah konsistensi. Berbisnis tidak hanya membutuhkan waktu 1-2 tahun saja maka dari itu jika memiliki bisnis sejak kuliah akan berdampak dan pengaruh besar di masa depan. 

“Iya itu bukan alasan untuk tidak mencoba berbisnis. Ini justru menguntungkan karena bertemu dengan banyak orang baik dari organisasi, teman kelas bahkan teman di pondok pesantren. Berbisnis di usia muda sangat cocok untuk mengambangkan bakat dan skill. Apalagi jika masih kuliah peluang bisnis justru semakin besar. Kita berada dalam lingkungan yang harus dapat berinteraksi dengan banyak orang, dan gimana caranya mereka tahu bisnis yang kita miliki,” ujar Dhea.

Hanya tinggal meneruskan bisnis yang sudah dijalani dan membuat konsep untuk pengembangan bisnis. Berhasilnya bisnis adalah buah dari konsisten. Jalani saja bisnis yang kita punya, jangan malas belajar tentang bisnis apalagi bisnis makanan, yang dicari pembeli tidak hanya tampilan saja tapi juga cita rasa makanan dan cocok di lidah pembeli, begitulah menurut nya.

Dhea juga berkinginan memiliki offline store dan mengembangkan bisnisnya mulai dari bisnis makanan hingga minuman. Untuk saat ini ia terus belajar tentang bisnisnya supaya tidak mengecewakan para pembeli. Bisnis yang dirintis juga masih terbilang baru jadi masih banyak hal yang harus dipelajari.

“Aku jualan makanan jadi supaya lengkap nantinya ada rintisan bisnis minuman juga, tapi nikmati dulu prosesnya step by step karena jadi bos tidak segegabah itu,” harapnya.


Reporter : EK

Editor : Aisyah Hasna

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...