Langsung ke konten utama

Mewujudkan Generasi Tahan Banting Melalui Duta Genre

 

Potret Utari Widyaningrum Duta Genre 


Jepara, Suara terkini muria-  Duta genre merupakan duta generasi berencana di bawah naungan badan kependudukan dan keluarga berencana nasional (BKKBN) disini BKKBN menjadi salah satu lembaga pemerintah non kementrian yang bertanggung jawab atas misi rakyat dan menyiapkan keluarga berkualitas, pengadaan pemilihan duta genre di Indonesia ini, di khususkan untuk anak remaja. 

Hal ini di adakan untuk mencegah generasi di indonesia  terhadap TRIAD KRR (NAPZA, Seks pra nikah dan pernikahan dini.

Utari Widyaningrum atau bisa dipanggil utari, telah menjadi sosok perempuan yang terpilih menjadi duta genre tahun 2022 di KAB. JEPARA, ia merupakan seorang mahasiswa UNISNU yang berkelahiran Jepara, 30 juni 2022, yang bertempat tinggal di sekuro, Mlonggo-Jepara.

 Putri dari bapak Edy Purwanto dan ibu Sumiyati ini mempunyai tekad yang sangat kuat dan motifasi yang mulia, yaitu mewujudkan generasi yang “TAHAN BANTING” dengan memperhatikan problematika kesehatan mental bagi remaja Indonesia agar tidak melahirkan generasi stunting ( keadaan gagal tumbuh pada bayi di bawah umur kurang 5 tahun karna kekurangan gizi kronis). 

Menjadi duta genre tidaklah mudah ia harus mengikuti bebrapa proses terlebih dahulu, yang dimulai dari pendaftaran, technical meeting, tes wawancara dan presentasi, tes minat bakat tes mental dengan cara grebek ( gerakan aksi ) ke sekolah menengah ke atas, untuk bersosialisasi dengan tim yang sudah di bagi, setelah itu baru memasuki babak akhir yaitu mempresentasikan speech nya masing-masing. 

Semua proses tersebut di lakukan sebulan penuh mulai bulan mei-juni 2022. Dan semua itu tidaklah mudah untuk di lalui, ia harus melewati beberapa kesulitan salah satunya pada saat uji minat bakat, ia hanya ingin bernyanyi, tetapi karna peserta lainnya menampilkan yang tak kalah menarik, kak utari harus memutar otak agar bisa menampilkan yang lebih keren dari peserta lainnya, ia menampilkan drama musical improve dan secara spontan tanpa naskah.

Di usia yang muda ini, kak utari menggunakan waktu sebaik mungkin, dalam ajang mengikuti duta genre ini ia harus bisa membagi waktu sebagai mahsiswa, apalagi dalam mengikuti kompetisi ini ia bersamaan dengan UTS di kuliahnya, tetapi itu tidak menjadi alasan berhenti baginya untuk mencari pengalaman, relasi dan wawasannya, dengan kerja kerasnya ia mampu mengalahkan 38 peserta lainnya, dan ia adalah salah satu peserta yang masuk melalui jalur umum. 

Sampai akhirnya hari yang di tunggu-tuggu untuk pengumuman pemenang duta genre ia merasa sangat bahagia, karna usaha yang di iringi dengan do’a tidak sia-sia “ saya sangat bersyukur, senang dan lebih semangat lagi dalam berproses untuk selanjutnya “ ujar kak utari saat ia di nyatakan menang dalam pemilihan duta genre.

Setelah menjadi duta genre bukanlah akhir dari perjuangan, justru ini adalah awal perjuangan selanjutnya, ia akan berpetualang dengan mengemban tanggung jawab meneruskan tugas duta genre sebelumnya, dan melakukan sosialisasi dan menggencarkan program genre dan TRIAD KRR. 

Dengan adanya sosialisasi yang disampaikan di masyarakat ia berharap semoga kasus penyalahgunaan NAPZA, Seks pra nikah, dan pernikahan dini di jepara tidak mengalami kenaikan dan generasi remaja di jepara menjadi generasi yang dapat menciptakan masa depan yang lebih baik.

Hari semakin padat baginya, ia harus menerima undangan dan mengikuti kegiatan kegiatan yang berkaitan dengan remaja di jepara, ia juga harus mempersiapkan progam selanjutnya yang semoga dapat bersosialisasi di seluruh kecamatan di Jepara .


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Mengenal lebih jauh nitisemito di museum kretek kudus

  Salah satu pengunjung yang terlihat tertarik memandangi patung nitisemito Mengenal lebih jauh sosok nitisemito di museum kretek kudus  Patung yang berada didalam museum kretek kudus tampak seperti bapak bapak mengenakan kacamata bulat dan corak patung itu sendiri berwarna abu abu tua,  patung setengah badan lelaki tua yang dipanggil Nitisemito itu berdiri anggun, dari jendela rumahnya, seolah memberi salam, dan menceritakan kisah pendek hidupnya. Posisinya di sebelah kiri pintu masuk, tempat pengunjung mengawali eksplorasi isi museum. Museum kretek kudus ini merupakan museum yang berada di Jl. Getas Pejaten No.155, Getas, Getas Pejaten, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.  Lokasi nya sangat strategis dan sangat mudah dijangkau untuk siapapun, jika kalian ingin memasuki museum kretek kudus kalian cukup hanya membayar Rp.4000/orang. Cukup murah dan sangat terjangkau untuk mahasiswa seperti saya yang uang nya masih pas pas an. Museum Rokok kretek kudus ini tidak ...

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...