Langsung ke konten utama

Motivasi Orang Tua, Gapai Cita


 
Terlihat Febi sedang merias client. Foto: Hasna

Kudus, Suara Terkini Muria - Orang tua adalah mentor pertama bagi anak yang menjalin hubungan, memberikan kasih sayang secara mendalam baik secara positif maupun negative, memberikan perlindungan sehingga mendorong anak untuk bersikap terbuka dan mau menerima pengajaran. Selain itu orang tua menjadi  sumber pertama dalam perkembangan perasaan anak yaitu rasa aman atau tidak aman, dicintai atau dibenci.

Febi (21), seorang mahasiswa sekaligus MUA muda ini menceritakan asal mula belajar make up yakni tahun 2020, setelah lulus MA memutuskan tidak langsung kuliah dan memilih untuk sekolah makeup di Arman Armano Academy, Jakarta. Dari sana ia belajar makeup dari basic to pro, kurang lebih 3 bulan Febi belajar di academy tersebut dan setelah lulus langsung membuka usaha sebagai MUA. Namun sebelum itu ia ungkapkan bahwa tidak ada ketertarikan sama sekali untuk belajar makeup walaupun mamanya seorang perias.

Bermula waktu kelas 11 MA ada kegiatan classmeeting lomba cosplay dan ia ditunjuk untuk makeup temennya yang cosplay. Alasannya ditunjuk adalah tak lain karena mamanya seorang perias, secara otomatis alat makeupnya lengkap.  Dari sana karena mendapatkan kepercayaan dari temen  barulah coba buka youtube tutorial makeup.

“Sehari sebelum lomba aku praktekin di mukaku sendiri dan besokanya pas lomba baru aku makeupin temenku. Alhamdulillaah menang, disana kek happy banget plus ketagihan untuk main makeup,” kata Febi saat diwawancarai pada Selasa, (25/07/2023)

Melihat potensi tersebut, maka mama dan Febi sepakat selesai MA akan melanjutkan untuk sekolah makeup terlebih dahulu sebelum kuliah. Ia juga bercerita bahwa awal mula mengenal dunia makeup tak lain karena mamanya, dulu mama seorang perias di desa dan cukup terkenal dikecamatannya. Mama ini mulai membuka jasa rias pengantin saat beliau masih muda dan belum menikah, namun karena sekarang sudah memiliki kesibukan lain tidak dilanjutkan. Maka dari itu, ia berniat untuk melanjutkan usaha jasa rias beliau dengan kemasan yang masa kini.

Selain itu, Febi juga membicarakan sosok andalannya adalah para MUA hitz di Indonesia, Salah satunya gurunya sendiri Arman Armano. Di Academy Arman sering sharing tentang apapun, bukan hanya sekedar makeup tapi juga berattitude, pengalaman di lapangan, sampai marketingpun di academy diberikan ilmunya. Akan tetapi, ia tentu memiliki acuan look makeup dari pribadinya, yaitu lebih menonjolkan makeup look yang beauty dan ga berat.

“Setiap client itu punya auranya masing-masing, punya kelebihanya masing-masing, dan kalaupun ada kekurangan pada wajah client itu hal yang wajar karena setiap manusia tidak ada yang sempurna. Nah disitulah tugas kami sebegai MUA untuk mempercantik client agar terlihat sempurna ditambah dengan pancaran aura dari client sendiri,” ungkap Febi.

Sedangkan motivasi terbesar Febi tak lain adalah orang tuanya, ia bersyukur karena mereka sangat mensupportnya dalam menekuni bidang tersebut. Menjadi MUA juga merupakan salah satu baktinya  sebagai anak untuk membuktikan apa yang telah orang tua perjuangkan untukmnya sehingga timbal balik yang harus saya berikan yaitu konsistensi sebagai MUA.

” Walaupun terkadang sangat sulit mengatur waktu antara kuliah dan kerja, tapi aku percaya semua ada jalanya dan pasti semua ini juga ada kebaikan tersendiri untuk aku dan orang-orang disekitarku kedepanya. Saya juga sangat yakin bahwa “ridho Allah adalah ridho orang tua”. Kalaupun ada ketidak cocokan antara visi misiku dan orang tua pasti ada titik tengahnya lewat obrolan bagaimana baiknya. Dan orang tua ku juga bukan yang tipe menuntut anak harus sesuai dengan mereka. Mereka sangat open minded dan santai. Jadi kami sebagai anak itu tidak takut ataupun ragu untuk menyampaikan opini kami”

Febi jelaskan bahwa belajar memang sulit, tapi balik lagi gimana kitanya menyikapi kesulitan itu. Saya belajar makeup itu dengan sungguh-sungguh, dengan hati yang happy, enjoy, dan ikhlas, maka kesulitan itu bukan jadi beban. 

“Saya merasa enjoy dan asik aja gitu ketika sedang belajar makeup. Karena ini termasuknya seni ya jadi jangan terlalu dipikir keras, tapi kembali lagi pada masing masing banyaklah latihan, praktik, pasti di setiap prosesnya itu akan menemukan jawaban dari kesulitan yang sedang di hadapi,” ujar Febi.

Ia mengakui bahwa mendapatkan banyak pengalaman dengan menjadi MUA. Febi mengatakan bahwa banyak sekali belajar dilapangan, yaitu saat makeupin client. Seperti halnya banyak bertemu client yang kulit wajahnya berbeda-beda, permasalahan kulitnya berbeda-beda, cara mengatasinya berbeda-beda, serta latar belakang dan karakternya pun berbeda.

“Dari sana kan kita belajar tuh, belum lagi cara kita berkomunikasi dengan client, attitude kita melayani client, itu juga merupakan pengalaman yang berharga untuk saya pribadi karena jadi paham oh kalau client ini tipe orang yang kurang suka kalo begini oh bearti aku jangan begitu,” tambah Febi.

Febi berharap kedepannya setelah lulus kuliah ingin lebih fokus lagi mengembangkan usaha @febifebiani.makeup ini seperti merenovasi galery di kudus yang lebih proper, punya team kreatif untuk membantu bikin kontent, punya team makeup yang solid juga.



Reporter : Hasna 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...