Langsung ke konten utama

Nguri-nguri Budoyo walimatul khitan di Desa Jepang pakis

 

Atraksi barongan mulyo budoyo di acara sunatan anak Pak Huda, foto(nanda)

Kudus, Suara Terkini Muria - sebuah pesta sunatan yang meriah diadakan di rumah Bapak Huda desa jepang pakis, seorang warga Kudus yang tinggal di Jl. kiai mojo No. 10. Acara sunatan tersebut diselenggarakan dengan megah dan dihadiri oleh keluarga, kerabat, dan tetangga Bapak Huda. Salah satu sorotan utama acara tersebut adalah kehadiran kesenian tradisional Barongan mulyo budoyo dari Loram yang dipimpin oleh Bapak Sabar, seorang pengajar seni budaya lokal.


Pesta sunatan yang diadakan di rumah Bapak Huda menjadi peristiwa yang dinanti-nantikan oleh masyarakat sekitar. Acara tersebut dikemas dengan berbagai kegiatan yang menggugah semangat dan kebanggaan akan tradisi serta budaya Jawa.


Kesenian Barongan dari Loram menjadi salah satu daya tarik utama pada pesta sunatan ini. Barongan merupakan tarian tradisional yang melibatkan kostum yang menyerupai hewan mitos Jawa seperti singa, macan, atau kuda. Tarian ini biasanya menggambarkan keberanian dan keagungan serta sering dimainkan dalam acara-acara yang berhubungan dengan ritual keagamaan atau perayaan seperti sunatan.


Pertunjukan Barongan pada pesta sunatan Bapak Huda dipimpin oleh Bapak Sabar, seorang seniman dan ahli seni budaya lokal yang telah mendalami kesenian Barongan selama bertahun-tahun. Bapak Sabar telah mengasuh banyak generasi muda untuk melestarikan seni budaya Jawa tersebut.


Tak hanya pertunjukan Barongan, pesta sunatan di rumah Bapak Huda juga disemarakkan dengan hiburan musik tradisional Jawa seperti gamelan dan kuda lumping. Para tamu yang hadir dapat menikmati suasana yang meriah sambil menikmati hidangan lezat khas Jawa.


Bapak Huda, sebagai tuan rumah, merasa sangat bangga dan bersyukur atas keberhasilan acara sunatan putranya yang berjalan dengan lancar. Ia berterima kasih kepada Bapak Sabar yang telah membantu menyelenggarakan pertunjukan Barongan yang memukau dan memeriahkan acara tersebut.


“Memang untuk nguri-uri budaya saja. Kalau di Jawa Timur kan ada reog, kalau di Kudus itu barongan, makanya pilih barongan,” kata pak Huda


Acara sunatan di rumah Bapak Huda ini juga menjadi momentum penting dalam menjaga dan melestarikan seni budaya tradisional Jawa. Kehadiran Barongan dari Loram yang dipimpin oleh Bapak Sabar memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk tetap mengapresiasi dan memperkenalkan warisan budaya mereka kepada generasi muda.


“Menuju ke usia dewasa ini jadi momen untuk memperkenalkan budaya atau tradisi barongan juga. Untuk putra saya juga sangat senang ada kirab barongan ini,” ujarnya.


Dengan kesenian tradisional yang dipertontonkan pada pesta sunatan ini, diharapkan semangat dan kecintaan terhadap seni budaya Jawa Timur terus berkembang. Selain itu, acara semacam ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi, saling bertukar informasi, dan mempererat.





Editor : Izza

Reporter : Nanda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...