Langsung ke konten utama

Padat Kuliah Tak Jadi Alasan Untuk Tekuni Usaha Ayam Potong

Potret Sosok Azizah Mahasiswa Yang Memiliki Bisnis Ayam Potong foto : eka uswa

Padat Kuliah Tak Jadi Alasan Untuk Tekuni Usaha Ayam Potong
Siti Nor Azizah, seorang mahasiswi IAIN Kudus dari Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam merupakan seorang pebisnis “Ayam Potong”. Sejak ibu nya meninggal dirinya mulai berkecimbung dalam bidang usaha ayam potong. Saat ini usaha tersebut mulai di teruskan olehnya yang tentunya saat ini masih menjadi seorang mahasiswa aktif.
Berawal dari keraguan hingga sekarang menjadi kebiasaan dan berusaha untuk memajukan usahanya sedikit demi sedikit dirinya terus memberikan pelayanan terhadap semua pelanggannya dengan sebaik mungkin. Agar pelanggan tidak mudah pergi dirinya selalu menerapkan tata cara yang baik mulai dari pelayanan, dan yang paling penting adalah kualitas ayam yang dijual. 
Selain dari pelayanan, sebagai penjual juga harus memperhatikan kualitas barang yang dijual. Azizah selalu mengutamakan dan memperhatikan sebisa mungkin ayam yang dijual selalu fresh dan ukuran ayam yang lumayan besar, serta berkualitas baik agar pembeli tidak kecewa setelah membeli ayam di lapaknya. Serta menjadikan lapak azizah langganan untuk membeli ayam potong nya. 
"Kalau kerja itu jangan ikut orang, biar sekecil apapun yang penting milik sendiri.” Sepenggal kalimat yang pernah di ucapkan sang ibu yang hingga saat ini masih melekat erat di hati Azizah untuk memantapkan serta mempertahankan usaha ayam potong sebagai sampingan kuliahnya serta mengembangkan usaha peninggalan ibunya.
Merasa dapat mengalahkan rasa ragunya terhadap meneruskan usaha peninggalan ibunya, Azizah mulai berani terjun dan berani menjalankan usaha ayam potong di awal sejak berada di semester 2, dengan menjual berbagai ayam potong, entog, entog pejantan, dan bebek, ditempat yang sama dimana ibunya dulu berjualan, yaitu di pasar Kliwon blok C Lantai 2. 
Selain mengalahkan rasa takut untuk melanjutkan usaha tersebut, Azizah juga terkadang memiliki rasa takut tidak bisa membagi waktunya. Yaitu waktu untuk kuliah maupun bekerja. Namun dirinya selalu memiliki cara agar bisa membagi waktu kuliah dan kerjanya dengan sebaik mungkin. 
“Jualan di pasar itu gak gampang, apalagi masih kuliah seperti ini. Jadi memang harus pintar mengatur waktu supaya tidak bentrok. Kalau libur terus jualan nya juga eman, para pelanggan juga bakalan kabur, jadi saya berusaha agar para pelanggan tetep memilih untuk membeli di tempat saya”, tambahan dari Azizah.
Ketika Azizah mendapatkan jadwal kuliah dadakan namun posisi nya saat itu sedang di pasar berjualan, dirinya akan menggunakan cara yaitu menitipkan dagangannya dengan penjual di sampingnya. Banyak juga kendala yang dialami selama menjalankan usaha ayam potong tersebut. Baik dari komplain customer, tidak bisa membagi waktu kuliah dan kerja, serta jadwal yang kadang tabrakan dengan acara lainnya. 
Tak hanya itu saja Azizah juga harus memastikan ayam yang dijualnya selalu fresh. Namun dari setiap masalah yang dihadapi, dirinya selalu berusaha mencari solusi. Salah satunya ketika berjualan namun masih tersisa ayam yang belum laku. Azizah mulai memunculkan inovasi baru seperti menjadikan ayam sisa jualannya menjadi ayam yang siap saji, yaitu dengan cara memasak dan mengemasnya menjadi ayam ungkep.
Harapan kedepan nya agar usaha yang Azizah tekuni ini dapat berkembang seiringnya perkembangan zaman. Mulai dari ayam potong hingga ayam yang siap dimasak seperti ayam ungkepan. Tentunya dengan kualitas yang tetap terjamin dan juga harga yang tidak terlalu mahal.
Reporter : EK


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...