Langsung ke konten utama

Pengajian dan Maulidurrosul Harlah Ke-5 Majelis Rasulullah Jali Sutho Wijoyo

Para Habaib Mendendangkan Sholawat Nabi Bersama Masyarakat Desa Jali. Foto (Tangkapan Layar Via Youtube MRJ Sutho Wijoyo)


Demak, Suara Terkini Muria – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-5 Majelis Rasulullah Jali Sutho Wijoyo, sebuah acara pengajian dan maulidurrosul digelar dengan khidmat. Acara ini dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai penjuru yang datang bersama-sama untuk menghadiri pengajian dan sholawat nabi yang bertempat di Lapangan Sepakbola Desa Jali, Bonang, Demak. Sabtu 15 Juli 2023.

Suasana khusyuk dan penuh keberkahan terasa di Lapangan Sepakbola Desa Jali, Bonang, Demak saat tiga ulama ternama, yaitu Habib Ali bin Muhammad Shodiq Al Alhas, Habib Abdullah Mauladawiilah, dan Habib Sholeh Mauladawillah, serta turut dihadiri oleh Habib Lutfi Bafaqih dan Kyai Muhammad Ali Ma'sum, memberikan ceramah dan petuah agama.

Habib Ali bin Muhammad Shodiq Al Alhas, dalam ceramahnya, menekankan tentang pentingnya meningkatkan keimanan dan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. "Marilah kita tingkatkan rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW, dengan mengikuti teladan beliau dalam segala aspek kehidupan," ucapnya dengan penuh semangat, disambut takbir oleh para jamaah yang hadir.

Habib Abdullah Mauladawiilah memberikan pengajaran tentang pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim) dan menjauhi perpecahan. "Satu-satunya cara untuk memperkuat umat adalah dengan bersatu dalam cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, serta saling mengasihi di antara sesama muslim," kata beliau dengan bijaksana.

Tak kalah bersemangat, Habib Sholeh Mauladawillah menyampaikan pesan tentang menjaga akhlak yang baik dan senantiasa berbuat kebajikan. "Sebagai umat Nabi, mari kita menjadikan Muhammad SAW sebagai contoh teladan dalam berperilaku dan bersikap adil kepada semua orang," pintanya diikuti oleh tepuk tangan meriah dari hadirin.

Acara ini semakin meriah dengan kehadiran dua tokoh agama terkemuka, yaitu Habib Lutfi Bafaqih dan Kyai Muhammad Ali Ma'sum. Keduanya memberikan ceramah yang menginspirasi tentang kasih sayang dan kebersamaan dalam menjalankan ibadah dan kehidupan sehari-hari.

Setelah pengajian, para jamaah bersama-sama membaca maulidurrosul dengan penuh suka cita. Suara pujian dan shalawat terdengar merdu mengalun, menghiasi suasana dan menyampaikan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

Acara Harlah ke-5 Majelis Rasulullah Jali Sutho Wijoyo ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan pemuka agama dari berbagai daerah. Mereka hadir untuk menyampaikan doa bersama, semoga Majelis Rasulullah Jali Sutho Wijoyo terus menjadi ladang kebaikan dan penyebar keberkahan bagi umat.


Reporter : Rohim

Editor : Renan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Sangkar Burung Bernilai Filosofi Tinggi

Sangkar Burung Filosofi yang dibuat oleh Bapak Takim. Sebelah kanan (Bapak Takim). Foto Oleh Renanda/Reporter (5/7/22) Kudus, Suara Terkini Muria -  Sangkar burung unik buatan Bapak Takim (40) warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus penuh akan nilai filosofi. Memulai berkarya membuat sangkar burung filosofi pada tahun 2014. Di rumahnya tersebut, awalnya Takim hanya membuat furnitur yang dipesan oleh warga sekitar rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni sangkar burung. Takim menjelaskan bahwa, sebelum tertarik mmebuat sangkar burung, ia juga menerima pesanan pembuatan pintu, jendela dan kusen rumah. ''Awalnya itu furnitur tapi saat pencinta burung mulai banyak, saya juga tertarik untuk membuatnya.'' jelas Takim. Di sisi lain, dengan banyaknya pembuat sangkar yang ada di Kudus, Takim mengingikan bahwa sangkar burung yang ia buat akan sangat berbeda dari biasanya. Ia menjelaskan bahwa nilai filosofi sangat diperlukan jika hal itu haru...

Pelantikan Raya Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus, Bangun Sinergi Organisasi

  Pelantikan Banom NU, oleh GP Anshor ( Hasna) Kudus, suara terkini muria - Banom Muda NU Kecamatan Kota Kudus gelar pelantikan raya dan bangun sinergi organisasi. Kegiatan ini digelar dalam rangka pelantikan sekaligus periodesasi pengurus pada awal periode.  Pelantikan raya tersebut dimulai pada pukul 19.15 WIB di Gedung Menara (YM3SK) Kudus pada Senin, (26/06/2023) Aacara ini dihadiri para tamu undangan istimewa yakni  Ketua PC NU Kabupaten Kudus KH. Asyrofi Masyitoh, Katib Syuriah PBNU sekaligus Instruktur Nasional GP Ansor KH. M. Aunullah A'la Katib, A'wan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Yayasan Masjid dan Menara Kudus (YM3K) KH. EM. Nadjib Hassan dan yang terakhir PC Fatayat NU Kabupaten Kudus Dr. Ristiyani. Kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, sholawat asnawiyah dan dilanjutkan tahlil. Setelah itu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon, baru kemudian di pertengahan sesi adalah prosesi pelantika...