Langsung ke konten utama

Pengusaha Sablon Irfan Kamil Menginspirasi dengan Brand DTF “KAOSKATAINDONESIA”



Irfan Kamil saat sedang menyablon di rumahnya.

KUDUS, SUARA MURIA TERKINI - Selasa(11/07) Setelah merintis usaha sablon sejak lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan pada tahun 2019, seorang pengusaha muda bernama Irfan Kamil telah menciptakan jejak yang menginspirasi di dunia industri sablon. Berkat dedikasinya dan semangat pantang menyerah, Irfan berhasil membangun bisnisnya dengan nama "KAOSKATAINDONESIA" dan kini merambah ke ranah baru dalam industri tersebut, yaitu DTF (Direct To Film) printing.

Dilahirkan dan dibesarkan di Desa Jepang Pakis, Dukuh Langgar Gandul, Irfan Kamil selalu bercita-cita menjadi seorang pengusaha sukses. Saat masih bersekolah, ia sudah memiliki minat dan bakat di bidang seni, khususnya dalam menciptakan desain kaos yang unik dan kreatif. Setelah menyelesaikan pendidikan SMK, Irfan langsung mengambil langkah berani dengan memulai usaha sablonnya sendiri.

Menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan dalam memulai bisnis, Irfan tidak pernah menyerah. Ia belajar dengan tekun, mencari informasi, dan merangkai koneksi dengan pengusaha sablon yang berpengalaman. Melalui proses panjang, Irfan akhirnya menguasai seni sablon dan mampu menghasilkan kaos dengan kualitas yang memukau.

"Yang penting mas, jangan pernah malu bertanya mas, kan saya masih muda, saya juga masih perlu di tuntun sama senior-senior saya dalam dunia sablon" ucap Irfan. 

Setelah berhasil memperluas jaringan pelanggan dan mendapatkan pengakuan di dunia sablon, Irfan Kamil tidak berhenti di situ. Ia melihat peluang dan potensi yang lebih besar di industri DTF printing. Teknologi ini memungkinkan pencetakan langsung pada bahan kain menggunakan tinta khusus, yang memberikan hasil akhir yang lebih tajam, warna yang lebih hidup, dan ketahanan yang luar biasa.

Dengan semangat pantang menyerah dan visi yang jelas, Irfan meluncurkan brand baru bernama "KAOSKATAINDONESIA" dengan fokus pada DTF printing. Misi dari brand ini adalah untuk menciptakan kaos dengan desain unik yang mampu menyampaikan pesan-pesan inspiratif, patriotisme, dan cinta akan budaya Indonesia.

Kaos dari KAOSKATAINDONESIA bukan hanya sekadar pakaian, tetapi juga menjadi medium untuk menyebarkan semangat, menginspirasi orang lain, serta memupuk rasa kebanggaan akan identitas bangsa. Irfan Kamil ingin melibatkan masyarakat dalam perjalanan mereknya dengan mengajak mereka berpartisipasi dalam proses perancangan desain kaos yang akan diproduksi.

Pengusaha muda ini tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga membangun kesadaran sosial melalui brand-nya. Ia berkomitmen untuk menyediakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar dan mendukung industri kreatif lokal.

Keberhasilan Irfan Kamil sebagai pengusaha sablon dan pionir dalam DTF printing merupakan bukti bahwa dengan kerja keras, semangat, dan tekad yang kuat, seseorang dapat meraih mimpi dan menginspirasi orang lain. Kiprahnya di dunia bisnis sablon dan langkah maju ke ranah DTF printing dengan KAOSKATAINDONESIA adalah contoh nyata bahwa kreativitas dan semangat wirausaha muda dapat mengubah diri dan dunia sekitarnya.

Dalam waktu dekat, Irfan Kamil berencana untuk memperluas produksi KAOSKATAINDONESIA dan menjalin kemitraan dengan desainer lokal untuk menciptakan koleksi yang semakin beragam. Ia juga akan terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat sekitar dan industri kreatif Indonesia. Semangat dan dedikasinya yang menginspirasi akan tetap menjadi tonggak kesuksesannya dalam mengukir prestasi di industri sablon dan DTF printing.

Penulis: Nanda

Editor : Izza





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Horog-Horog Merupakan Makanan Khas Jepara Yang Sangat di Minati khususnya warga Jepara

  Makanan khas jepara horog horog yang dinikmati dengan sate sate an sangat diminati khususnya warga Jepara. Foto : (Istimewa) Jepara, Suara Terkini Muria - Untuk kamu yang berkunjung ke Jepara belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya yaitu horog horog.  Nama makanan ini mungkin terdengar aneh, tapi di balik keanehan namanya horog horog mempunyai rasa yang enak. Bahkan akan lebih enak jika disajikan bersama bakso, pecel, sate bahkan minuman sekalipun. Meskipun pedagang horog horog di Jepara terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di semua pasar tradisional ada penjual horog horog.  Bahkan warung-warung makan di sejumlah daerah di Jepara juga menyediakan horog horog dalam berbagai olahan. Jika membeli di warung makan, satu potong biasanya dihargai Rp 1.000 saja. Horog Horog adalah jajanan yang dibungkus di dalam daun jati atau pisang. Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatannya cukup panjang da...

Mengenal lebih jauh nitisemito di museum kretek kudus

  Salah satu pengunjung yang terlihat tertarik memandangi patung nitisemito Mengenal lebih jauh sosok nitisemito di museum kretek kudus  Patung yang berada didalam museum kretek kudus tampak seperti bapak bapak mengenakan kacamata bulat dan corak patung itu sendiri berwarna abu abu tua,  patung setengah badan lelaki tua yang dipanggil Nitisemito itu berdiri anggun, dari jendela rumahnya, seolah memberi salam, dan menceritakan kisah pendek hidupnya. Posisinya di sebelah kiri pintu masuk, tempat pengunjung mengawali eksplorasi isi museum. Museum kretek kudus ini merupakan museum yang berada di Jl. Getas Pejaten No.155, Getas, Getas Pejaten, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.  Lokasi nya sangat strategis dan sangat mudah dijangkau untuk siapapun, jika kalian ingin memasuki museum kretek kudus kalian cukup hanya membayar Rp.4000/orang. Cukup murah dan sangat terjangkau untuk mahasiswa seperti saya yang uang nya masih pas pas an. Museum Rokok kretek kudus ini tidak ...

Merawat Alat Giling Rokok, Bukti Sejarah Kretek di Kudus

  Terlihat salah satu pengunjung sedang mengamati alat giling rokok yang tersimpan rapi di Museum Kretek, Senin (24/07). Foto : (Qotrun Nada/Reporter) Kudus, Suara Terkini Muria - Seperti julukannya sebagai Kota Kretek, Kudus sebagai kabupaten kecil rupanya menyimpan banyak sejarah dan peradaban. Peradaban yang paling masyhur adalah produksi rokok yang telah ada dari ratusan tahun silam. Untuk melihat sejarah itu maka saya bersama tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Suara Merdeka melakukan kunjungan ke Museum Kretek yang berada di Getas Pejaten Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.  Dari pusat Kota Kudus menuju ke Museum Kretek hanya ditempuh sekitar tujuh menit jika menggunakan sepeda motor. Di gerbang masuk bertuliskan Museum Kretek pengunjung akan dikenakan biaya Rp 4000 perorang, harga yang terbilang murah untuk menuju gerbang sejarah peradaban kretek di Kota Kudus. Museum Kretek ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 - 15.00 WIB, di sana juga terdapat resepsionis y...